Apakah Anda pernah menemui seseorang yang wajahnya selalu terlihat datar dan tidak pernah senyum? Kebanyakan orang mungkin menganggap orang-orang tersebut tidak menyenangkan dan tidak cocok dijadikan teman. Padahal bisa jadi itu bukan kemauan mereka, tetapi karena mereka memiliki sindrom tidak bisa senyum.
Apa Itu Sindrom Tidak Bisa Senyum?

Senyum merupakan sebuah ekspresi yang menunjukkan rasa bahagia atau bahkan bentuk ramah dan cara mudah untuk menyapa orang lain. Dengan tersenyum, akan membuat Anda merasa lebih baik pada suatu situasi yang kurang nyaman.
Selain itu, ternyata tersenyum juga dapat menular, lho. Sebuah senyuman yang Anda ciptakan, dapat membuat orang lain ikut tersenyum juga. Namun, tahukah Anda bahwa ada sebagian orang yang tidak bisa senyum? Bukan karena mereka tidak ingin tersenyum, tapi karena mereka memang tidak bisa melakukan gerakan senyum di bibirnya.
Mereka yang tidak bisa tersenyum ialah mereka yang memiliki sindrom tidak bisa senyum. Sindrom tidak bisa senyum atau sindrom Miller Fisher merupakan gangguan saraf yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru berbalik menyerang sistem saraf sehat.
Sindrom tidak bisa senyum ini ditandai oleh 3 masalah utama, antara lain kelemahan otot wajah, koordinasi serta keseimbangan tubuh yang buruk, dan hilangnya reflek. Kelemahan pada otot wajah inilah yang membuat kelopak mata terkulai dan sulit untuk memunculkan ekspresi.
Secara umum, sindrom tidak bisa senyum ini bisa pulih dalam waktu 6 bulan. Namun gejalanya membutuhkan perawatan khusus agar tidak semakin parah. Karena komplikasi sindrom ini dapat mempengaruhi jantung dan paru-paru.
Meskipun tergolong sindrom langka, terdapat beberapa golongan yang rentan terkena sindrom tidak bisa senyum ini. Diantaranya adalah laki-laki dan juga orang-orang yang berusia paruh baya. The Journal of American Osteopathic Association menyatakan bahwa laki-laki dua kali lebih mungkin mengalami Miller Fisher dibandingkan wanita.
Apa Penyebab Sindrom Tidak Bisa Senyum?

Penyebab sindrom tidak bisa senyum belum sepenuhnya dipahami, tapi sering dipicu oleh infeksi virus. Dilansir dari hellosehat.com, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa antibodi yang diproduksi oleh tubuh ketika melawan infeksi dapat menyebabkan kerusakan pada selubung mielin yang melapisi saraf perifer.
Sistem saraf ini berfungsi untuk menghubungkan sistem saraf pusat ke organ indera, seperti mata dan telinga. Serta menghubungkan ke organ tubuh lainnya seperti otot. Ketika selubung mielin rusak, saraf tidak bisa mengirimkan sinyal sensorik dengan baik untuk sampai ke otot bagian tubuh yang ingin digerakkan.
Itulah mengapa kelemahan otot menjadi karakteristik utama dari sindrom Miller Fisher ini. Meskipun demikian, tidak semua orang yang terinfeksi virus akan otomatis mengalami sindrom Miller Fisher.
Rawat Senyum dengan Perawatan Gigi Teratur
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, senyum bisa menjadi bentuk ramah dan cara mudah menyapa orang lain. Untuk itu penting bagi Anda untuk selalu memancarkan sebuah senyuman. Agar Anda terus dapat memancarkan sebuah senyuman, kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek yang paling penting untuk diperhatikan.
Dengan gigi dan mulut yang bersih dan sehat, Anda akan lebih percaya diri dalam menebarkan senyuman. Untuk mendapatkan senyuman yang cemerlang, Anda harus melakukan perawatan gigi yang menyeluruh. Agar lebih jelas, berikut merupakan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk menebarkan senyuman yang perlu Anda terapkan.
1. Rajin Sikat Gigi

Sisa-sisa makanan yang tertinggal dan menempel pada gigi bisa mengganggu kesehatan gigi. Sisa makanan yang tidak dibersihkan akan membuatnya membusuk. Hal tersebut tentu bisa membuat gigi rusak bahkan membuat gigi berlubang.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu membiasakan rajin sikat gigi secara teratur dan memastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal atau menempel di gigi. Setidaknya Anda harus sikat gigi dua kali sehari.
Waktu terbaik untuk melakukan sikat gigi adalah pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Jangan lupa untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
2. Sikat Gigi dengan Benar
Menyikat gigi mempunyai cara tersendiri dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebagian orang menyikat gigi dengan keras karena beranggapan akan mendapatkan gigi yang bersih. Padahal menyikat gigi dengan tekanan yang keras justru akan merusak gigi dan gusi.
Gesekan yang terlalu keras justru dapat menyebabkan erosi gigi atau mengikis lapisan enamel gigi (lapisan terluar gigi) dengan cepat. Lapisan enamel yang menipis, akan membuat gigi menjadi lebih sensitif.
Sikatlah gigi dengan cara yang benar, yaitu secara perlahan dan tidak terburu-buru. Standarnya, menyikat gigi dilakukan selama 2 menit.
3. Hindari Kebiasaan yang Dapat merusak Gigi
Agar sikat gigi yang Anda lakukan secara rutin tidak menjadi sia-sia, penting juga bagi Anda untuk selalu menghindari kebiasaan yang dapat merusak gigi. Contoh sederhananya adalah kebiasaan merokok.
Kebiasaan merokok dapat merusak lapisan enamel hingga jaringan pada gigi. Selain itu, merokok juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit gusi. Hal ini bisa terjadi karena merokok dapat menghambat aliran darah menuju ke gusi.
Saat aliran darah tidak lancar, gusi akan kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal inilah yang bisa berkembang menjadi penyakit gusi. Selain kebiasaan merokok, kebiasaan memotong atau merobek sesuatu menggunakan gigi juga bisa merusak gigi.
Kebiasaan seperti ini yang dilakukan terus-menerus akan berisiko membuat gigi patah. Oleh sebab itu, penting bagi kita semua untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat demi menjaga kesehatan gigi dan mulut.
4. Rutin Berkonsultasi dengan Dokter Gigi
Kesehatan gigi dan mulut harus selalu dilakukan perawatan secara berkala. Untuk perawatan yang sederhana, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Sedangkan dalam beberapa hal, Anda juga perlu melakukan perawatan ke dokter gigi.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mulut dan gigi Anda dalam keadaan sehat atau tidak. Perawatan ke dokter gigi juga bisa membantu Anda membersihkan plak yang mungkin masih tertinggal karena tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi.
Dengan perawatan rutin ke dokter gigi, juga bisa mencegah masalah gigi yang lebih serius. Oleh sebab itu, Anda harus rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi dan mulut Anda terjaga dengan baik.
Terjaganya kesehatan mulut dan gigi dengan baik, tentu akan membuat Anda lebih percaya diri dalam menebarkan senyuman untuk orang lain.
Itulah ulasan singkat mengenai sindrom tidak bisa senyum dan juga penyebabnya. Selama Anda masih bisa tersenyum, penting bagi Anda untuk selalu membiasakan tersenyum kepada orang lain. Agar senyum Anda semakin cemerlang, Anda perlu merawat senyum Anda dengan perawatan gigi secara rutin.

Untuk melakukan perawatan gigi, Anda bisa menghubungi Zahara Dental Care. Zahara Dental Care menyediakan berbagai macam layanan perawatan gigi yang berkualitas dan terpercaya. Selain perawatan gigi, Anda juga bisa melakukan perawan lainnya yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut.
Jadi tunggu apalagi, segera hubungi Zahara Dental Care untuk mendapatkan perawatan gigi terbaik yang mampu menebarkan sebuah senyuman yang cemerlang.
Telah Diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


