Gigi yang tidak lengkap membuat kita kesulitan mengunyah makanan atau bahkan berbicara. Satu-satunya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memakai gigi palsu. Meskipun banyak orang menggunakan gigi palsu, namun sebagian besar dari mereka tidak tahu apa saja pantangan saat menggunakan gigi palsu.
Padahal dengan mengetahui pantangan yang harus Anda hindari, maka gigi palsu bisa jauh lebih awet. Gigi palsu yang dijaga dengan baik tentu bisa membantu Anda mengunyah makanan dengan nyaman dan tampil lebih percaya diri.
Pantangan saat Menggunakan Gigi Palsu

Gigi palsu memiliki fungsi sama seperti gigi asli, karena perannya adalah menggantikan gigi yang hilang atau rusak. Berikut ini adalah pantangan gigi palsu yang perlu Anda hindari supaya tetap awet dan fungsinya bisa maksimal.
1. Mengkonsumsi Makanan yang Terlalu Keras
Anda tentu masih ingat saat baru pertama kali memasang gigi palsu, dokter akan menyarankan untuk memilih-milih jenis makanan. Jenis makanan yang paling cocok ketika baru saja menggunakan gigi palsu adalah makanan bertekstur lembut seperti bubur, oat, atau sup.
Setelah jaringan lunak di dalam rongga mulut bisa beradaptasi dengan gigi palsu dan gusi tidak lagi terasa nyeri saat digunakan untuk mengunyah makanan, maka Anda sudah mulai diperbolehkan mengkonsumsi makanan seperti biasanya.
Namun yang perlu diingat adalah Anda harus menghindari makanan yang terlalu keras seperti daging yang masih alot, keripik-keripik yang teksturnya keras, es batu, atau lainnya supaya gigi palsu tidak patah.
2. Terpapar Panas atau Dingin yang Terlalu Tinggi
Pantangan gigi palsu yang selanjutnya yaitu tidak boleh terpapar suhu panas atau suhu dingin yang terlalu ekstrim. Gigi palsu bisa mengering dan kehilangan bentuknya. Oleh karena itu, untuk pencegahan Anda bisa merendamnya ketika sedang tidak digunakan menggunakan air.
Dalam merendam gigi tiruan, tentu saja ada aturannya. Disarankan merendam gigi palsu menggunakan larutan pembersih khusus dan tidak boleh menggunakan air yang terlalu panas atau terlalu dingin. Hal ini disebabkan karena gigi biasanya terbuat dari bahan akrilik yang bisa berubah dimensinya apabila terpapar suhu ekstrim.
Gigi palsu yang terbuat dari plat akrilik akan memuai jika terpapar panas dan akan mengkerut apabila terpapar suhu dingin. Jika Anda membiarkan gigi palsu terpapar suhu ekstrim, maka bisa membuatnya cepat rusak.
3. Membersihkan Gigi Palsu dengan Pasta Gigi

Gigi palsu memang harus dijaga kebersihannya seperti gigi asli pada umumnya. Namun perawatan gigi palsu lepasan tidak bisa disamakan dengan gigi asli. Gigi palsu tidak perlu disikat menggunakan pasta gigi, karena bisa membuat lapisan plat menjadi terkikis. Lapisan plat yang terkikis, lama-lama akan membuatnya tipis dan akhirnya patah.
Cara membersihkan gigi palsu yaitu cukup dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi berbulu halus secara merata pada semua permukaannya, lalu membilasnya dengan air bersih. Anda tidak perlu menggunakan pasta gigi.
4. Menggunakan Gigi Palsu Ketika Tidur
Pantangan gigi palsu yang sering dilanggar yaitu tetap menggunakannya ketika sedang tidur. Beberapa orang mungkin lupa atau malas melepas gigi palsu saat mau tidur, padahal kebiasaan ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.
Gigi palsu yang terbuat dari bahan akrilik biasanya dilengkapi dengan kawat yang berguna untuk mencengkram jaringan lunak, sehingga gigi tidak bergeser ketika sedang digunakan. Namun sayangnya cengkraman tersebut justru bisa memberi tekanan pada bagian jaringan lunak dan terkadang menimbulkan rasa sakit.
Saat sedang tidur, mungkin Anda tidak menyadari bahwa gigi palsu memberi tekanan yang cukup kuat sehingga mengganggu aliran oksigen menuju jaringan lunak. Supaya hal tersebut tidak terjadi, Anda perlu melepas gigi palsu sebelum tidur atau ketika sedang tidak digunakan.
5. Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
Pantangan gigi palsu yang satu ini seringkali dilanggar oleh orang yang sudah terbiasa mengkonsumsi alkohol. Padahal selain bisa membuat gigi palsu cepat rusak, mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan sering bisa berdampak buruk terhadap kesehatan hati, jantung, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Alasan mengapa alkohol buruk untuk gigi palsu yaitu karena kandungan sifat asam yang terdapat di dalamnya. Sifat asam tersebut bisa merusak permukaan gigi palsu, mengubah warnanya menjadi lebih gelap, dan meningkatkan resiko korosi.
6. Menggunakan Perekat Secara Berlebihan
Jenis gigi palsu lepasan biasanya direkatkan dengan gel khusus supaya tidak mudah bergeser. Penggunaan bahan perekat untuk pemasangan gigi palsu lepasan sebaiknya tidak boleh berlebihan, karena bisa menyebabkan iritasi gusi.
Mungkin Anda menggunakan perekat dalam jumlah banyak dengan tujuan agar gigi palsu menempel kuat. Namun hal itu tidaklah tepat, dan sebaiknya Anda menggunakan perekat gigi sesuai dengan petunjuk dokter.
Cara Merawat Gigi Palsu

Selain menghindari pantangan gigi palsu, supaya tetap awet tentu saja gigi palsu harus dirawat dan dijaga dengan baik. Berikut ini adalah beberapa tips tambahan yang bisa Anda lakukan untuk merawat gigi palsu.
1. Membersihkan Gigi Palsu Secara Rutin
Gigi palsu sebaiknya dibersihkan setidaknya dua kali dalam sehari menggunakan sikat gigi berbulu lembut. Ketika menggosok gigi dengan sikat sebaiknya lakukanlah dengan perlahan dan hati-hati, supaya permukaan gigi palsu tidak rusak.
Anda tidak boleh menggunakan pasta gigi untuk gigi asli, karena pasta gigi biasanya mengandung zat pemutih yang bisa membuat gigi palsu menjadi rapuh. Lebih baik gunakan pasta gigi khusus untuk gigi palsu untuk mencegah kerusakan karena abrasi.
2. Merendam dengan Pembersih Gigi
Selain membersihkan gigi palsu secara rutin, Anda juga perlu merendam dengan menggunakan pembersih khusus yang direkomendasikan. Larutan khusus yang diciptakan untuk gigi palsu biasanya telah dilengkapi dengan kandungan yang mampu menghilangkan plak dan bakteri.
3. Hati-Hati saat Memegangnya
Pantangan gigi palsu yang paling sering dilanggar karena tidak disadari yaitu kurang hati-hati saat memegangnya. Padahal gigi palsu mudah sekali patah atau pecah jika terkena benturan. Oleh karena itu, Anda harus hati-hati saat memegangnya dan jika perlu gunakan wadah khusus atau lapisi wastafel menggunakan kain saat mencucinya.
4. Berkonsultasi dengan Dokter Gigi
Meskipun gigi yang asli sudah diganti dengan gigi palsu, bukan berarti Anda tidak perlu lagi melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi. Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk memastikan gigi palsu tersebut dalam kondisi bagus.
Kebanyakan orang mengabaikan pemeriksaan gigi palsu secara rutin, sehingga gigi palsu sudah dipenuhi dengan plak, karang, dan bakteri. Ketika melakukan pemeriksaan rutin, dokter tidak hanya akan memeriksa gigi bagian luarnya saja, tapi akan memeriksa juga gusi yang menjadi sandaran gigi palsu.
Pemeriksaan rutin sangatlah penting, karena dokter akan memberi perawatan dan melakukan penyesuaian gigi palsu jika diperlukan. Anda bisa datang ke Zahara Dental Care untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai perawatan gigi palsu.

Zahara Dental Care adalah klinik gigi Palembang yang bisa membantu Anda mengatasi keluhan terkait penggunaan gigi palsu atau memberi perawan yang diperlukan. Tunggu apa lagi? Segera hubungi kontak yang tersedia untuk melakukan reservasi.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


