Rongga mulut merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang paling sering mengalami masalah karena disana terdapat banyak sekali jaringan saraf, otot, kelenjar getah bening hingga pembuluh darah. Salah satu penyakit yang paling sering muncul yaitu timbulnya benjolan pipi bagian dalam. 

Ada banyak sekali penyebab benjolan yang ada di dalam pipi seperti infeksi, membengkaknya kelenjar getah bening, atau lainnya. Sehingga gejala yang ditimbulkan juga akan berbeda-beda, dan tentu saja penanganannya pun tidak sama. 

Penyebab Benjolan Pada Pipi Bagian Dalam

Tidak sedikit orang yang mengalami benjolan pipi bagian dalam bisa sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus. Namun apabila benjolan mulai terasa mengganggu dan tak kunjung sembuh, Anda perlu waspada dan harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya benjolan di pipi bagian dalam yang paling sering dijumpai. 

1. Kista Mukosa

Kista Mukosa atau sering disebut dengan mukokel adalah terjadinya pembengkakan di bagian kelenjar ludah akibat rusaknya saluran air liur yang ada di dalam rongga mulut manusia. 

Biasanya kista mukosa tumbuh pada bibir bagian bawah akan tetapi bisa juga muncul pada area lidah, gusi, langit-langit mulut, hingga pipi bagian dalam. 

Pembentukan kista bisa terjadi akibat adanya bakteri yang tumbuh secara tidak terkendali hingga akhirnya menyumbat kelenjar ludah. Bisa juga kista mukosa disebabkan oleh kerusakan pada saluran air liur karena kebiasaan menyedot pipi ke dalam sehingga akhirnya terbentuklah benjolan. 

Benjolan pipi bagian dalam yang disebabkan oleh kista mukosa apabila ukurannya masih kecil biasanya akan hilang dengan sendirinya jika sudah mencapai beberapa minggu. Akan tetapi benjolan dengan ukuran lebih besar dan tidak kunjung mengecil maka perlu diatasi menggunakan cryotherapy, electrocauter atau perawatan laser. 

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh annals of dermatology menunjukkan hasil bahwa dalam 10 tahun terakhir ada sekitar 200 sampai 300 pasien yang mengalami mukosa mulut. Dari jumlah tersebut 72,2% merupakan pasien wanita dan sisanya adalah pasien laki-laki. 

2. Sariawan

Benjolan pipi bagian dalam yang paling umum disebabkan oleh sariawan. Selain pipi bagian dalam, sariawan juga bisa berpengaruh terhadap langit-langit mulut, bibir bagian dalam, gusi, dan lidah. Sehingga seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat Anda kesulitan mengunyah makanan. 

Ketika mengalami sariawan Anda akan merasakan sensasi nyeri akibat luka yang terbuka. Biasanya luka akan sembuh dengan sendirinya, akan tetapi untuk meredakan rasa nyeri Anda bisa minum obat pereda nyeri seperti paracetamol. 

Tidak ada penyebab pasti mengapa terjadi sariawan hingga akhirnya muncul benjolan pada pipi bagian dalam. Namun bisa saja sariawan muncul akibat benturan di pipi, tergigit, stress, iritasi terhadap produk pembersih mulut, atau kekurangan vitamin tertentu. 

Sariawan, Sumber: klikdokter.com
Sariawan, Sumber: klikdokter.com

3. Infeksi HPV Oral

Benjolan pipi bagian dalam bisa saja disebabkan oleh infeksi HPV yang umumnya banyak ditemukan pada organ genital. HPV oral terjadi saat mukosa mulut tidak bisa menahan serangan virus. Penularannya bisa disebabkan melalui ciuman atau seks oral dengan orang yang telah terinfeksi HPV. 

Virus HPV yang masuk ke dalam rongga mulut bisa memicu tumbuhnya benjolan di pipi atau kutil yang apabila tidak segera ditangani dengan baik maka bisa berakibat pada penyakit yang lebih parah. 

HPV oral memang bisa sembuh dengan sendirinya, namun apabila sudah tumbuh benjolan atau kutil biasanya dokter akan melakukan prosedur injeksi obat, cryotherapy atau operasi. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila benjolan tidak kunjung sembuh dan kondisinya semakin memburuk. 

4. Fibroma Oral

Fibroma oral merupakan salah satu penyebab munculnya benjolan pipi bagian dalam. Fibroma oral sendiri adalah sejenis tumor jinak yang muncul karena terjadinya iritasi berkepanjangan di jaringan selaput lendir atau mukosa mulut.

Iritasi yang bisa menyebabkan terbentuknya fibroma oral terjadi karena kebiasaan menggosok gigi dengan kasar, menggigit pipi, atau menggunakan gigi palsu. Fibroma oral biasanya hanya ditandai dengan munculnya benjolan tanpa disertai dengan gejala lain. 

Karena pertumbuhan jaringan fibroma oral bersifat jinak, maka hampir tidak ada kemungkinan benjolan tersebut berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti kanker mulut. Kendati demikian dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan laboratorium dan operasi pengangkatan fibroma. 

5. Infeksi Herpes

Infeksi herpes bibir, Sumber: yesdok.com
Infeksi herpes bibir, Sumber: yesdok.com

Apabila Anda mengalami benjolan pipi bagian dalam bisa saja disebabkan oleh infeksi herpes oral. Virus ini bisa menular dengan mudah melalui penggunaan alat makan yang tidak bersih, berciuman, atau penggunaan pelembab bibir dengan orang yang memiliki penyakit herpes. 

Herpes oral umumnya diawali dengan timbulnya sariawan yang tidak biasa. Luka sariawan terlihat melepuh dan di dalamnya terdapat cairan yang mudah pecah saat digaruk. Selain itu ada gejala lain yang muncul apabila Anda mengalami herpes oral. 

Gejala tersebut antara lain adalah bibir menjadi bengkak, kulit dan mulut terasa gatal, luka melepuh di area bibir atau mulut, mulut terasa kesemutan, hingga muncul bentuk benjolan.

Apabila telah terinfeksi virus HSV-1 maka akan berlangsung seumur hidup dan gejala bisa timbul sewaktu-waktu. Meskipun demikian Anda tidak perlu terlalu khawatir karena penyakit ini bisa teratasi dengan penggunaan obat-obatan antivirus yang telah diresepkan dokter. 

6. Leukoplakia

Benjolan pipi bagian dalam yang disebabkan oleh leukoplakia biasanya disebabkan penggunaan tembakau dalam jangka waktu lama. Meskipun memiliki gejala yang hampir sama dengan sariawan, leukoplakia bisa berkembang menjadi penyakit yang lebih serius yaitu kanker mulut. 

Menurut sebuah penelitian, ada sekitar 3 sampai 17,5% orang yang menderita leukoplakia akan mengalami kanker mulut. Penyakit ini bisa diatasi dengan prosedur operasi dan pemberian obat-obatan oleh dokter. 

Kapan Anda Harus Memeriksakan Diri ke Dokter? 

Benjolan pipi bagian dalam tak kunjung sembuh, Sumber: akamaized.net
Benjolan pipi bagian dalam tak kunjung sembuh, Sumber: akamaized.net

Apabila Anda mengalami benjolan pipi bagian dalam yang tak kunjung sembuh lebih dari 2 minggu disertai dengan beberapa gejala lain seperti munculnya bercak putih atau kemerahan, gigi goyang, pendarahan, hingga sensasi tidak nyaman, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. 

Selain itu ada gejala lain yang perlu diwaspadai seperti mulut menjadi mati rasa, kesulitan mengunyah, kesulitan berbicara atau menelan, hingga penurunan berat badan, maka tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus segera mendapatkan penanganan. 

Jadi apabila Anda mengalami benjolan yang terasa tidak nyaman dan tidak kunjung sembuh, maka langkah terbaik adalah segera periksakan diri ke dokter supaya bisa mendapat penanganan yang lebih tepat. Semakin dini benjolan diobati, maka kemungkinan sembuh juga akan semakin besar.

Dokter akan memberikan diagnosis terhadap benjolan pipi bagian dalam disertai dengan pemeriksaan mengenai riwayat kesehatan Anda. Apabila benjolan tersebut dicurigai sebagai penyakit yang lebih serius, maka dokter akan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa ke laboratorium. 

Tentu saja Anda harus pergi ke klinik atau rumah sakit yang didukung oleh tenaga profesional yang ahli di bidangnya, misalnya saja seperti Zahara Dental Care. Selain didukung oleh tenaga kerja profesional,  klinik kami juga dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih. 

Jadi pastikan Anda memilih Zahara Dental Care jika sedang butuh dokter gigi Palembang untuk menangani berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut seperti benjolan yang muncul pada area pipi bagian dalam.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp