Kondisi gigi berlubang bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Dalam istilah kedokteran, tumpatan gigi adalah tindakan restorasi untuk mengembalikan fungsi dan bentuk gigi yang rusak.
Biasanya dokter akan menganjurkan tindakan tambal gigi jika mahkota gigi masih dapat dipertahankan. Namun, tahukah Anda ada berbagai jenis bahan tambalan gigi yang biasa digunakan dalam dunia medis saat ini?
Kondisi dan Bentuk Gigi yang Bisa Ditambal
Selain mengatasi lubang akibat karies, tambal gigi merupakan tindakan medis untuk memperbaiki gigi yang retak, rapuh, maupun patah. Penanganan ini juga sering menjadi bagian dari pengobatan karies gigi agar infeksi tidak menembus lapisan pulpa.
Kerusakan struktur gigi bisa dipicu oleh kebiasaan buruk sehari-hari. Mulai dari jarang menyikat gigi, kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), hingga kebiasaan menggigit benda keras.

Contoh gigi yang masih bisa ditambal adalah gigi dengan lubang kecil hingga sedang yang belum mencapai saraf dan akarnya masih kokoh. Jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan enamel akan meluas hingga menyebabkan infeksi gusi dan gigi goyang.
Oleh karena itu, segera periksakan kondisi mulut Anda ke dokter spesialis gigi sebelum kerusakan bertambah parah dan memerlukan pencabutan.
Jenis Bahan Tambalan Gigi yang Bagus dan Sering Digunakan

Berdasarkan materialnya, ada beragam pilihan bahan penambal gigi berlubang yang umum dipakai. Berikut ulasan lengkap mengenai jenis tambal gigi permanen maupun sementara yang perlu Anda ketahui.
1. Resin Komposit (Tambal Gigi Sinar)
Bahan komposit gigi adalah campuran resin sintetis dengan partikel kaca halus berukuran mikro. Dalam proses pengerjaannya, dokter menggunakan alat tambal gigi khusus berupa sinar biru (curing light) untuk mengeraskan tambalan.
Metode tambal sinar gigi ini sangat disukai karena warnanya menyerupai gigi asli sehingga terlihat alami. Komposit tambal gigi ini ideal untuk gigi depan maupun gigi geraham dan mampu bertahan sekitar 5 hingga 10 tahun.
Kekurangan bahan komposit adalah biayanya yang relatif lebih mahal dibanding bahan konvensional. Selain itu, bahan ini sedikit lebih rentan aus jika dibandingkan tambalan logam campuran.
2. Amalgam
Amalgam merupakan bahan tambalan gigi logam berwarna perak yang terdiri dari campuran perak, timah, tembaga, dan merkuri. Bahan ini dahulu banyak diaplikasikan pada gigi geraham karena kekuatannya menahan beban kunyah.
Amalgam dikenal memiliki daya tahan tinggi dan awet hingga lebih dari 10 tahun pemakaian. Namun, tambalan ini kurang estetik karena warnanya yang gelap dan kontras dengan gigi asli.
Kementerian Kesehatan saat ini juga membatasi penggunaan amalgam demi keamanan kesehatan dari paparan merkuri.
3. Emas Kuning
Emas kuning merupakan jenis bahan tambal gigi permanen dengan biaya yang jauh lebih tinggi dibanding komposit. Bahan ini sangat biokompatibel dan tidak memicu pengikisan pada permukaan gigi lawan.
Daya tahan tambalan emas sangat impresif karena mampu bertahan lebih dari 15 tahun tanpa mudah retak. Karakteristik bahannya yang kokoh membuatnya sangat aman dipakai untuk mengunyah makanan bertekstur padat.
4. Semen Ionomer Kaca (SIK / GIC)
Semen ionomer kaca dibuat dari bubuk silikat dan asam polialkenoat yang melekat erat pada struktur gigi. Keunggulan utama bahan ini adalah kemampuannya melepaskan fluorida untuk melindungi gigi dari risiko karies lanjutan.
Bahan ini sering dimanfaatkan untuk perawatan gigi anak atau sebagai bahan tambalan gigi sementara pada orang dewasa. Kekuatannya terhadap tekanan kunyah memang lebih rendah jika dibandingkan dengan tambal komposit.
5. Logam dan Porselen (Tambal Gigi Porselen)
Tambal gigi porselen atau keramik merupakan solusi restorasi estetis yang sangat populer saat ini. Bahan porselen juga kerap menjadi pilihan utama untuk mahkota tiruan, inlay, onlay, serta prosedur veneer gigi.
Keunggulan porselen terletak pada warnanya yang tahan noda, mengilap seperti enamel alami, dan kuat bertahan hingga 15 tahun. Meski biayanya lebih mahal, hasil akhirnya memberikan estetika dan fungsi kunyah yang prima.
Alat dan Bahan Tambal Gigi serta Prosedurnya
Prosedur tumpatan gigi disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan, di mana tambal sinar resin komposit adalah yang paling umum. Dokter biasanya akan membersihkan jaringan karies terlebih dahulu menggunakan bor gigi berkecepatan tinggi.
Bila lubang cukup dalam hingga mendekati saraf, dokter dapat memberikan anestesi lokal agar pasien tidak merasakan sakit. Anda juga bisa mempelajari penyebab sensasi ngilu melalui artikel kenapa gigi terasa ngilu sebelum tindakan dimulai.
Setelah area kavitas bersih dan kering, dokter mengaplikasikan asam etsa dan bahan bonding sebagai perekat. Kemudian, resin komposit diaplikasikan selapis demi selapis lalu disinari dengan alat light cure selama beberapa detik.
Tahap akhir melibatkan pengecekan oklusi dengan kertas artikulasi serta pemolesan agar tambalan terasa nyaman saat mengunyah. Langkah pemolesan ini penting guna mencegah overhanging restoration yang dapat mengiritasi gusi dan memicu rasa ngilu.
Perawatan Setelah Tambal Gigi

Setelah penambalan selesai, perawatan harian yang disiplin sangat diperlukan agar hasil restorasi tahan lama. Menjaga kebersihan mulut juga efektif sebagai langkah untuk merawat gusi agar sehat dan bebas dari peradangan.
Berikut beberapa langkah perawatan tambalan gigi yang disarankan dokter:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan bulu sikat yang lembut.
- Gunakan benang gigi (dental floss) secara rutin untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.
- Hindari menggigit langsung makanan yang sangat keras seperti es batu, tulang lunak, atau cangkang kepiting.
- Batasi konsumsi makanan dan minuman dengan suhu yang terlalu ekstrem, baik terlalu panas maupun dingin.
Kunjungan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali juga sangat dianjurkan untuk mengecek kerapatan tambalan. Jika timbul keluhan tambalan lepas atau mengganjal, konsultasikan segera untuk evaluasi ulang.
Bagi Anda yang berdomisili di Palembang dan memerlukan perawatan gigi berlubang, perawatan saluran akar, pasang behel, veneer, hingga tindakan konservasi gigi, jangan ragu mengunjungi klinik Zahara Dental Care.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


