Implan gigi memiliki bentuk seperti sekrup dan terbuat dari bahan titanium. Dalam proses implan gigi, dokter akan memasukkan sekrup tersebut ke dalam rahang gigi untuk menggantikan akar gigi yang hilang. 

Selain sebagai pengganti akar gigi asli, implan juga berfungsi sebagai dasar untuk menopang gigi palsu. Pemasangan implan gigi bertujuan untuk mengatasi masalah gigi ompong bagi orang-orang yang tidak ingin menggunakan gigi palsu lepasan.

Cara Pasang Implan Gigi

Cara memasang implan gigi, Sumber: audydental.com
Cara memasang implan gigi, Sumber: audydental.com

Meskipun biaya implan gigi bisa lebih mahal dibanding pemasangan gigi palsu lepasan, namun implan gigi jauh lebih stabil, kuat, dan memiliki bentuk seperti gigi asli. Selain itu pemasangan implan juga dianggap lebih bagus dari segi kesehatan.

Hal itu karena proses implan gigi tidak memerlukan pengurangan gigi normal yang ada di sekitarnya. Jika Anda tertarik melakukan pemasangan implan gigi, berikut ini adalah proses pemasangan implan gigi yang perlu Anda ketahui.

1. Konsultasi dengan Dokter Gigi

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan pemasangan implan gigi, konsultasikan terlebih dahulu permasalahan gigi yang Anda alami dengan dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi mulut dan gusi Anda memenuhi syarat untuk pemasangan implan gigi. Ini penting agar pemasangan implan tidak menimbulkan masalah kesehatan lain di kemudian hari.

Melalui konsultasi dokter gigi juga akan memberikan penjelasan tentang prosedur implan gigi, serta menjawab pertanyaan maupun kekhawatiran yang Anda miliki. Jadi jangan ragu tanyakan apa yang ingin Anda ketahui.

2. Tindakan Lanjutan Jika Diperlukan

Jika ada kondisi medis yang perlu ditindaklanjuti sebelum pemasangan implan dokter akan mencari solusi terbaik untuk permasalahan tersebut. Masalah kesehatan seperti penyakit gusi harus segera diatasi sebelum proses implan gigi agar prosedur berjalan lancar.

Selain itu apabila Anda memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, pernah menjalani terapi radiasi di kepala, kebiasaan merokok, memiliki implan ortopedi, atau sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, sangat penting untuk memberi tahu dokter.

Informasi ini memungkinkan dokter gigi untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan menyesuaikan rencana perawatan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberhasilan dan keamanan prosedur pemasangan implan.

3. Rontgen Panoramic Gigi atau CT Scan

Setelah dipastikan bahwa kondisi mulut Anda memenuhi syarat untuk pemasangan implan gigi, dokter selanjutnya akan merekomendasikan Anda untuk menjalani pemeriksaan rontgen panoramic gigi atau rontgen CBCT. 

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menilai kondisi rahang Anda secara lebih detail. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter gigi akan menentukan apakah lokasi yang Anda inginkan untuk pemasangan implan gigi memenuhi persyaratan atau tidak. 

Proses ini penting untuk memastikan bahwa implan gigi dapat dipasang dengan sukses dan memberikan hasil yang optimal. Apabila setelah dilakukan pemindaian ternyata lokasi yang akan dipasangi implan tidak memenuhi syarat, dokter gigi akan memberikan saran alternatif.

4. Pemasangan Implan Gigi

Tindakan awal dalam proses implan gigi adalah memberikan obat bius lokal untuk mengurangi rasa sakit. Setelah itu, gigi yang akan diganti dicabut terlebih dulu. Kemudian, dokter akan melakukan pengeboran di area gusi yang akan dipasangi implan.

Setelah implan gigi dipasang, beberapa efek samping mungkin terjadi. Anda biasanya akan mengalami beberapa keluhan seperti pembengkakan gusi, memar pada wajah, timbul rasa nyeri di area pemasangan dan pendarahan ringan. 

Untuk mengatasinya, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri agar bisa membantu mengurangi rasa sakit. Sedangkan pemberian antibiotik bertujuan untuk mencegah infeksi. Jika Anda menerima anestesi selama prosedur, disarankan untuk didampingi karena efek sampingnya bisa menyebabkan kantuk dan pusing.

5. Tahap Penyembuhan Awal

Diperlukan waktu penyembuhan awal sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya. Pasien akan diberikan instruksi perawatan pasca operasi untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan. 

Instruksi tersebut mungkin termasuk penggunaan obat pereda nyeri yang diresepkan, aplikasi kompres es untuk mengurangi pembengkakan, serta larangan untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu untuk sementara waktu. 

6. Pemasangan Abutment dan Mahkota Gigi

Setelah implan gigi terintegrasi dengan tulang, langkah selanjutnya adalah pemasangan abutment oleh dokter gigi. Abutment berperan sebagai penghubung antara implan dan mahkota gigi yang akan dipasang kemudian.

Tahap terakhir dari proses ini adalah pemasangan mahkota yang telah dibuat dengan ukuran yang ideal. Mahkota gigi dirancang sedemikian rupa agar memiliki tampilan dan fungsi serupa dengan gigi alami Anda. 

Mahkota akan dipasang di atas abutment untuk menciptakan hasil yang estetis dan fungsional. Kedua tahap ini memerlukan perencanaan yang cermat dan perawatan yang teliti dari dokter gigi untuk memastikan keberhasilan pemasangan implan. 

Risiko Implan Gigi Permanen

Risiko implan gigi secara permanen, Sumber: google pics
Risiko implan gigi secara permanen, Sumber: google pics

Seperti halnya dengan prosedur bedah lainnya, pemasangan implan gigi juga memiliki risiko dan potensi komplikasi yang perlu dipertimbangkan sebelumnya. Beberapa risiko dan kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi antara lain adalah:

1. Gangguan Sinus

Pemasangan implan gigi bisa berpotensi menimbulkan terjadinya gangguan pada bagian sinus. Terutama jika pemasangan implan gigi dilakukan pada rahang bagian atas. Gangguan sinus bisa terjadi jika implan menonjol dan pada akhirnya rongga sinus menjadi terganggu.

Pemasangan implan gigi yang mengganggu sinus bisa menyebabkan gejala seperti nyeri atau tekanan pada area sinus, infeksi, atau bahkan perdarahan.

2. Kerusakan Saraf

Pemasangan implan gigi juga berisiko mengakibatkan kerusakan pada saraf di sekitar area mulut dan rahang. Ini dapat menyebabkan rasa sakit, sensasi kesemutan dan mati rasa pada gigi, gusi, bibir, atau dagu.

3. Cedera

Selama proses pemasangan implan gigi, ada kemungkinan terjadi cedera atau kerusakan pada struktur di sekitar implan. Bagian yang rentan mengalami cedera adalah pembuluh darah atau gigi yang berdekatan. Ini dapat mengakibatkan komplikasi lebih lanjut, seperti perdarahan yang berlebihan atau kerusakan pada gigi yang masih utuh.

4. Timbul Infeksi

Salah satu risiko utama dari prosedur bedah adalah infeksi pada lokasi pemasangan implan. Infeksi ini bisa terjadi selama proses pemasangan atau setelahnya. Jika terjadi infeksi gusi biasanya akan berubah menjadi kemerahan, bengkak, nyeri, atau keluarnya cairan dari area implan.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun risiko ini ada, kebanyakan pasien tidak mengalami komplikasi serius setelah pemasangan implan. Namun sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter tentang segala risiko yang mungkin muncul dan bagaimana itu bisa dicegah. 

Pemasangan Implan Gigi di Zahara Dental Care

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Bagi Anda yang ingin melakukan pemasangan implan gigi secara aman maka bisa berkunjung ke Zahara Dental Care. Prosedur pemasangan implan di klinik kami dilakukan oleh dokter gigi Palembang yang sudah profesional.

Setiap langkah dalam proses implan gigi dijalankan dengan ketelitian dan kehati-hatian yang ekstra. Mulai dari konsultasi awal hingga pemasangan abutment dan mahkota, kami menyediakan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu setiap pasien.

Selain itu kami juga menerapkan standar sterilisasi dan kebersihan yang ketat untuk mengurangi risiko infeksi dan komplikasi lainnya. Kami berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas dan mendalam kepada setiap pasien tentang risiko prosedur ini.

Jadi Anda bisa membuat keputusan yang tepat sesuai dengan saran dari dokter yang menangani. Jika Anda tertarik melakukan pemasangan implan gigi, Zahara Dental Care siap membantu Anda melalui setiap prosesnya dengan aman dan efektif.

Telah Diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp