Dalam perawatan ortodontik, aligner dan retainer sering kali digunakan untuk merapikan gigi yang berantakan. Meskipun keduanya bertujuan memberikan perawatan gigi yang optimal, perbedaan aligner dan retainer bisa dilihat dari segi konsep maupun fungsinya.
Aligner gigi seperti invisalign, dikenal sebagai perangkat ortodontik transparan yang membantu meratakan gigi selama perawatan. Sementara itu, retainer digunakan setelah perawatan ortodontik untuk mempertahankan posisi gigi yang telah diatur.
Pengertian Aligner dan Retainer

Sebelum membahas lebih dalam mengenai perbedaan aligner dan retainer, alangkah lebih baik jika Anda mengetahui apa itu aligner dan retainer. Dengan mengetahui definisi keduanya secara pasti, maka Anda bisa lebih mudah memutuskan akan menggunakan yang mana.
Penggunaan aligner maupun retainer secara tepat tentu saja akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yang bisa Anda dapatkan. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai aligner dan retainer.
Aligner Gigi
Aligner adalah perangkat ortodonti yang dirancang untuk menggerakkan gigi ke posisi yang diinginkan. Mirip dengan behel, aligner memiliki cara kerja serupa dalam mengatur posisi gigi.
Keunggulan utama aligner terletak pada bahan plastik transparannya, membuatnya menjadi pilihan populer di era modern karena tampilannya yang tidak terlihat secara mencolok.
Retainer Gigi
Retainer adalah perangkat ortodonti yang digunakan untuk menjaga posisi gigi setelah menjalani perawatan seperti penggunaan kawat gigi atau clear aligner. Setelah gigi berhasil dipindahkan ke posisi ideal, gusi dan tulang sekitarnya memerlukan waktu untuk beradaptasi.
Adaptasi merupakan hal yang wajar karena gigi sekarang sudah berada di posisi yang baru. Nah, peran retainer berfungsi sebagai alat bantu untuk membantu gigi melewati proses adaptasi tersebut.
Perbedaan Aligner dan Retainer

Sebagian dari Anda mungkin telah mengetahui atau bahkan menjalani perawatan untuk merapikan gigi. Namun ternyata tidak sedikit juga yang masih belum tahu perbedaan antara aligner dan retainer gigi.
Keduanya memang sama-sama berfungsi untuk meratakan gigi. Namun ada perbedaan mendasar antara aligner dan retainer gigi. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai perbedaan aligner dan retainer.
1. Tujuan Penggunaan
Salah satu opsi untuk menyempurnakan susunan gigi, selain menggunakan behel atau kawat gigi adalah dengan menggunakan aligner. Aligner merupakan peralatan plastik transparan yang dirancang sesuai dengan susunan gigi
Aligner gigi cocok untuk mengatasi masalah gigi yang ringan hingga sedang. Dengan memberikan tekanan perlahan pada gigi, aligner secara bertahap menggesernya sehingga mencapai susunan yang diinginkan.
Sebaliknya, retainer adalah alat yang dikenakan setelah penggunaan kawat gigi atau aligner selesai. Fungsinya adalah menjaga agar gigi tetap berada dalam posisi yang tepat. Pemakaian retainer membantu mencegah gigi yang telah diatur agar tidak mengalami pergeseran.
Pergeseran kembali gigi yang sudah dirapikan dikenal sebagai relapse. Penting untuk selalu memahami tujuan dari perawatan gigi yang digunakan dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter gigi selama prosedur ini berlangsung.
2. Bahan Material Penyusunnya
Perbedaan aligner dan retainer yang kedua yaitu dilihat dari bahan material penyusunnya. Aligner biasanya terbuat dari bahan plastik transparan yang fleksibel dan tipis. Dalam penggunaannya, aligner umumnya dirancang sedemikian rupa sehingga hampir tidak terlihat.
Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan supaya tidak mengganggu penampilan saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, retainer terbuat dari bahan plastik keras yang berfungsi menjaga agar gigi tetap dalam posisi yang sudah dirapikan.
Jenis retainer transparan menjadi favorit dan umum digunakan, meskipun ada berbagai jenis retainer lain yang bisa direkomendasikan oleh dokter gigi. Contohnya yaitu retainer kawat (Hawley retainer).
Retainer kawat terbuat dari kombinasi kawat tipis dan akrilik yang melekat pada langit-langit mulut untuk menjaga gigi. Sedangkan retainer permanen (fixed retainer) umumnya terbuat dari kawat melengkung yang ditempelkan pada sisi bagian dalam gigi atas dan bawah.
3. Lama Waktu Pemakaian
Perbedaan aligner dan retainer yang berikutnya yaitu lama atau durasi pemakaian. Selama proses perawatan, pasien akan diberikan satu set aligner untuk gigi atas dan bawah dengan jumlah aligner yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Durasi pemakaian aligner bervariasi tergantung pada tingkat keparahan maloklusi. Menurut informasi dari American Association of Orthodontist, aligner sebaiknya digunakan selama satu hingga dua minggu sebelum beralih ke set berikutnya.
Pasien diwajibkan memakai aligner selama 22 jam per hari kecuali saat makan, minum, dan menyikat gigi. Lama penggunaan aligner dapat berkisar antara 6 hingga 12 bulan tergantung pada kondisi masing-masing orang.
Retainer gigi yang digunakan setelah perawatan menggunakan kawat gigi atau aligner umumnya harus dipakai secara terus-menerus selama tiga bulan, setahun, atau lebih. Setelah itu, penggunaan retainer mungkin dapat dikurangi menjadi hanya saat tidur.
Biasanya dokter gigi akan menentukan waktu penggunaan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien. Karena terkadang dokter akan menyarankan penggunaan retainer selama hidup.
Harga Aligner Gigi
Harga aligner gigi dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti kompleksitas kasus ortodontik, lama perawatan yang diperlukan, serta lokasi dan klinik penyedia layanan. Secara umum, aligner gigi lebih mahal daripada perawatan menggunakan kawat gigi.
Dalam banyak kasus, biaya untuk satu set aligner dapat berkisar di atas sepuluh juta rupiah. Kompleksitas permasalahan gigi seperti tingkat kesulitan perataan gigi bisa mempengaruhi biaya secara keseluruhan.
Selain itu dalam penggunaan aligner gigi juga memerlukan beberapa perawatan tambahan seperti konsultasi, pemindaian gigi untuk mendapatkan gambaran struktur gigi hingga pemantauan progres selama penggunaan aligner.
Harga Retainer Gigi
Dalam dunia perawatan ortodontik, harga retainer gigi bisa sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga retainer gigi adalah jenis retainer yang dipilih.
Retainer Hawley yang terbuat dari kawat tipis dan akrilik ada di kisaran harga mulai dari Rp 800.000,- per rahang. Sementara itu, retainer plastik transparan atau bening, yang umumnya lebih estetis memiliki kisaran harga mulai dari Rp 1.000.000,- per rahang.
Jika Anda memilih retainer permanen atau fixed yang terbuat dari kawat melengkung dan ditempelkan pada gigi maka harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar karena harganya mulai dari Rp 1.500.000,- per rahang.
Dengan memahami pilihan dan variasi harga, Anda dapat membuat keputusan yang tepat sesuai dengan budget. Supaya tetap awet, Anda juga perlu merawat retainer gigi sesuai dengan petunjuk yang dianjurkan oleh dokter.
Pemasangan Aligner dan Retainer

Anda harus berkonsultasi dengan dokter saat akan menggunakan aligner maupun retainer. Saat ini Anda tidak perlu khawatir karena telah hadir Zahara Dental Care yang bisa membantu Anda melakukan perawatan dengan aligner dan retainer.
Dapatkan aligner transparan yang nyaman, efektif, dan tak terlihat secara mencolok sehingga mampu membawa perubahan tanpa mengorbankan penampilan. Setelah gigi berada di posisi ideal, lanjutkan perawatan dengan menggunakan retainer gigi.
Dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental tentu saja siap membimbing Anda dalam melakukan perawatan menggunakan aligner dan retainer tersebut. Segera hubungi kami sekarang juga dan dapatkan perawatan ortodonti modern dengan biaya terjangkau.
Telah Diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


