Anda baru saja menjalani atau berencana untuk menjalani prosedur implan gigi? Jika iya, Anda mungkin telah memahami bahwa ada periode pemulihan pasca pemasangan implan gigi. Tentu saja perawatan implan gigi tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Ada beberapa fakta menarik seputar masa pemulihan implan gigi yang mungkin belum Anda ketahui. Padahal informasi ini penting sekali diketahui agar Anda tidak salah langkah sehingga besarnya biaya implan gigi yang sudah dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.

Tips Perawatan Pasca Implan Gigi

Implan gigi adalah salah satu solusi permanen untuk mengganti gigi yang hilang. Caranya yaitu dengan memasang akar tiruan ke dalam rahang. Setelah itu dipasang mahkota gigi dengan bentuk menyerupai gigi asli. 

Agar pemasangan implan berhasil dan tidak menimbulkan masalah kesehatan lain, berikut adalah beberapa tips perawatan implan gigi yang penting untuk Anda ketahui:

1. Mengkonsumsi Makanan Lembut

Konsumsi makanan tekstur lembut, Sumber: tastingtable.com
Konsumsi makanan tekstur lembut, Sumber: tastingtable.com

Selama minggu pertama setelah operasi, Anda biasanya akan mengalami sedikit rasa tidak nyaman. Bagian yang dioperasi mungkin mengalami pembengkakan atau memar. Agar tidak semakin memperburuk keadaan, Anda harus selektif dalam memilih makanan.

Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang lembut dan menghindari mengunyah di sisi yang baru dioperasi. Selain itu, Anda mungkin perlu menunda menyikat area tersebut selama beberapa hari. Namun pastikan untuk tetap menjaga kebersihan mulut dengan cara lain.

Contohnya seperti berkumur dengan larutan antiseptik atau menggunakan sikat gigi lembut di area lain. Jangan lupa untuk mengikuti instruksi dokter gigi Anda dan berkonsultasi dengan mereka jika Anda mengalami rasa tidak nyaman yang berlebihan atau masalah lainnya.

2. Menjaga Kebersihan Mulut

Fase osseointegrasi berlangsung selama 2-6 bulan setelah pemasangan implan gigi. Tahap ini sangatlah penting karena implan gigi akan mulai menyatu dengan tulang rahang. Agar proses penyatuan implan dengan tulang gigi berjalan lancar, Anda harus menjaga kebersihan mulut.

Dengan menjaga kebersihan mulut diharapkan Anda bisa terhindar dari infeksi. Selain itu, perawatan implan gigi pada fase osseointegrasi mengharuskan Anda untuk menghindari tekanan berlebih pada bagian implan. 

Anda tidak boleh menggigit makanan yang keras atau melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan tekanan berlebih pada implan. Setelah fase osseointegrasi berakhir, dokter selanjutnya akan melakukan pemasangan mahkota gigi.

3. Menghindari Makanan Panas

Hindari makanan yang masih panas, Sumber: detik.com
Hindari makanan yang masih panas, Sumber: detik.com

Setelah pemasangan implan gigi, disarankan untuk menghindari makanan panas. Makanan panas bisa memicu peradangan pada area yang baru dioperasi. Pemasangan implan gigi akan berdampak pada area gusi dan tulang rahang. 

Paparan panas dapat meningkatkan aliran darah ke area tersebut. Hal itu bisa menimbulkan peradangan, memperparah rasa sakit dan meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, makanan panas juga dapat merusak lapisan pelindung sementara yang diberikan oleh dokter.

Oleh karena itu sebaiknya Anda memilih makanan dan minuman hangat agar bisa membantu meminimalisir risiko komplikasi pasca pemasangan implan gigi.

4. Tidak Merokok

Sebelum maupun setelah pemasangan implan gigi, Anda tidak diperbolehkan untuk merokok. Merokok tidak disarankan karena dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko kegagalan implan.

Rokok mengandung zat-zat kimia yang dapat menghambat aliran darah ke area operasi, mengganggu pembentukan jaringan baru, dan menunda proses penyembuhan. Selain itu, rokok juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan merusak jaringan di sekitar implan gigi.

Zat-zat kimia dalam rokok juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyatukan implan dengan tulang rahang. Jika implan tidak menyatu dengan kuat dengan tulang rahang, maka bisa meningkatkan risiko kegagalan dan kemungkinan harus mengulang prosedur.

5. Latihan Fisik Secara Intens

Setelah pemasangan implan gigi, disarankan untuk menghindari aktivitas fisik atau latihan intensif karena dapat mengganggu proses penyembuhan dan menyebabkan komplikasi. Aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan tekanan pada area implan gigi.

Hal itu bisa mengganggu penyesuaian implan dengan tulang rahang. Aktivitas fisik yang intensif juga dapat menyebabkan peningkatan aliran darah ke area implan sehingga  meningkatkan risiko perdarahan dan memperpanjang masa pemulihan. 

Aktivitas fisik yang berat juga dapat menyebabkan sensasi nyeri dan rasa tidak nyaman di area yang dipasangi implan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti petunjuk dokter mengenai aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa pemulihan.

6. Pilih Sikat Gigi dari Bahan Nylon

Sikat gigi dari bahan nilon, Sumber: reqnews.com
Sikat gigi dari bahan nilon, Sumber: reqnews.com

Perawatan implan gigi yang paling sederhana yaitu dengan menyikatnya sebanyak dua kali sehari untuk menghilangkan plak dan bakteri. Dalam menyikat gigi sebaiknya Anda menggunakan sikat gigi berbulu lembut yang terbuat dari bahan nylon.

Anda bisa menggunakan jenis sikat gigi manual atau elektrik, asalkan bulunya lembut dan fleksibel. Yang terpenting sikat tersebut mampu membersihkan permukaan mahkota gigi dan jaringan di sekitarnya dengan lembut.

Penggunaan sikat interdental berlapis nylon sangat disarankan karena mampu membersihkan celah di antara gigi dan area yang sulit dijangkau. Selain itu pastikan juga bagian gagang sikat cukup lebar dan anti slip sehingga nyaman dipegang.

7. Hindari Pasta Gigi yang Bersifat Abrasif

Sebagian besar pasta gigi mengandung beberapa bahan aktif dan sering kali dipasarkan dengan berbagai manfaat bagi pengguna. Pasta gigi yang tersedia di pasar biasanya merupakan campuran dari bahan abrasif, deterjen, dan satu atau lebih bahan terapeutik.

Setelah pemasangan implan gigi, sebaiknya hindari pasta gigi dan produk perawatan gigi yang bersifat abrasif. Pasta gigi maupun produk perawatan gigi yang memiliki sifat abrasif bisa merusak permukaan mahkota gigi.

Bahan abrasif yang umumnya terdapat dalam pasta gigi berfungsi untuk menghilangkan noda atau plak. Contoh bahan abrasif tersebut antara lain adalah silica atau silica hydrat, sodium bikarbonat, aluminium oksida, dikalsium fosfat, dan kalsium karbonat.

8. Flossing Gigi

Flossing gigi, Sumber: honestdocs.id
Flossing gigi, Sumber: honestdocs.id

Di pasaran ada berbagai jenis benang gigi, termasuk benang yang dibuat khusus untuk pengguna implan gigi. Anda harus melakukan flossing gigi untuk mencegah penumpukan plak di sekitar lokasi pemasangan implan. 

Dalam beberapa situasi, pasien dengan implan gigi mungkin memerlukan benang gigi yang dilengkapi dengan pegangan. Dental floss dengan desain seperti ini akan mempermudah Anda membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau.

Plak yang menumpuk dapat menyebabkan iritasi pada gusi dan infeksi, yang berpotensi mengganggu keberhasilan implan gigi. Dalam beberapa situasi, pasien dengan implan gigi mungkin memerlukan benang gigi yang dilengkapi dengan pegangan. 

9. Irigasi Oral

Bagi pengguna implan gigi irigasi oral dapat membantu membersihkan area sekitar implan dengan lebih efektif, mengurangi risiko peradangan dan infeksi. Orang yang baru saja memasang implan biasanya tidak langsung bisa membersihkan gigi dengan sikat atau benang.

Dalam situasi seperti ini gigi perlu penangan yang lebih lembut. Irigasi oral bisa menjadi alternatif yang efektif. Irigasi mulut mampu menjangkau jauh ke dalam saku gusi dan menghilangkan kotoran dan bakteri secara efektif.

Itulah beberapa perawatan implan gigi yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Untuk panduan lebih lengkap mengenai hal-hal apa saja yang perlu dilakukan dan tidak boleh dilakukan, sebaiknya Anda konsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani.

Jika Anda melakukan pemasangan implan gigi dengan dokter gigi Palembang yang Anda di Zahara Dental Care, biasanya dokter akan memberi saran perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp