Kesehatan gigi dan mulut memiliki dampak terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan, sehingga menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan. Namun di masyarakat ada banyak sekali mitos sakit gigi yang sudah terlanjur dipercaya.
Hal tersebut tentu saja memberikan efek yang tidak bagus terhadap kesehatan gigi dan mulut. Bahkan mitos yang beredar di masyarakat tidak sedikit yang justru membuat kondisi kesehatan gigi menjadi semakin bertambah buruk.
Kegagalan dalam merawat kesehatan gigi dan mulut sama saja mengabaikan kesehatan fisik secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Salah satunya yaitu dengan mengetahui mitos seputar sakit gigi supaya Anda tidak mengambil tindakan yang kurang tepat.
Berkat kemajuan ilmu pengetahuan, saat ini sudah banyak sekali penemuan-penemuan yang berhasil menyanggah mitos seputar sakit gigi.
Mitos Sakit Gigi yang Banyak Dipercaya
Sebenarnya apa saja mitos sakit gigi yang biasanya beredar di masyarakat? Berikut beberapa diantaranya.
1. Gula Merupakan Penyebab Utama Sakit Gigi

Gula memang menjadi salah satu penyebab gigi menjadi berlubang dan akhirnya menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Akan tetapi, jumlah gula yang Anda konsumsi tidak berpengaruh terhadap kondisi kesehatan gigi.
Namun, yang menjadi penyebab gula bisa membuat sakit gigi yaitu karena gula tersebut berada di rongga mulut dalam waktu terlalu lama. Kondisi gula yang menempel di gigi dalam waktu yang cukup lama bisa membuat bakteri di sekitar mulut mengubahnya menjadi asam.
Asam yang berlebih dapat menimbulkan gigi rusak dan nyeri. Jadi mitos sakit gigi yang disebabkan oleh gula tidak sepenuhnya benar karena sisa-sisa karbohidrat yang menempel di gigi juga menjadi salah satu makanan bakteri yang ada di rongga mulut.
Supaya gigi tetap sehat, sebaiknya setelah makan makanan manis pastikan Anda menggosok gigi atau berkumur menggunakan larutan obat kumur.
Di rongga mulut manusia memang ada banyak sekali jenis bakteri yang hidup dan beberapa diantaranya bahkan berdampak baik terhadap kesehatan, akan tetapi ada juga yang tidak baik untuk kesehatan gigi karena menghasilkan asam.
2. Bumil Tidak Boleh ke Dokter Gigi
Mitos sakit gigi selanjutnya yaitu ibu hamil tidak boleh pergi ke dokter gigi karena obat-obatan yang diberikan nantinya akan berpengaruh terhadap janin.
Padahal ibu hamil merupakan salah satu orang yang rentan sekali mengalami masalah gigi dan mulut karena perubahan hormon maupun penggunaan obat dan vitamin selama hamil yang justru bisa menjadi penyebab sakit gigi.
Meskipun dianjurkan untuk berobat ke dokter gigi, saat sedang hamil jangan lupa Anda sampaikan kondisi kehamilan pada dokter yang menangani supaya obat-obatan maupun perawatan yang diberikan tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan janin.
3. Mengatasi Sakit Gigi dengan Aspirin

Mitos sakit gigi yang banyak berkembang di masyarakat yaitu menempelkan aspirin pada area gigi yang sedang sakit untuk menyembuhkan rasa ngilu atau nyeri.
Meskipun aspirin memang bisa meredakan rasa sakit di gigi, akan tetapi hal itu hanya berlaku apabila sakit tersebut berasal dari area gusi dan bukan berasal dari bagian dalam gigi.
Aspirin tidak bisa masuk ke dalam gigi untuk meredakan syaraf yang sakit. Selain itu meletakkan aspirin dalam jumlah berlebihan di area gigi juga dapat menyebabkan gusi terbakar dan komplikasi. Cara terbaik untuk meredakan rasa sakit gigi dengan aspirin yaitu dengan meminumnya.
4. Mengatasi Plak dengan Menyikat Gigi Kuat-Kuat
Plak menjadi salah satu penyebab sakit gigi, terutama saat kondisinya sudah menumpuk. Menghilangkan plak dengan cara menyikat gigi secara kuat merupakan mitos sakit gigi yang banyak dipercaya oleh orang-orang.
Padahal mitos tersebut tidaklah benar karena menyikat gigi secara kuat justru akan membuat lapisan luar gigi menjadi rusak dan akhirnya timbul rasa nyeri atau ngilu. Pasalnya lapisan enamel yang telah terkikis bisa membuat gigi jauh lebih sensitif.
Untuk menghilangkan plak di gigi, Anda tidak boleh menggosok terlalu kuat namun cukup dengan menggosok gigi secara rutin menggunakan sikat gigi berbulu halus. Selain itu Anda juga bisa melakukan flossing agar semua kotoran yang menempel di sela-sela bisa terangkat sempurna.
5. Rokok Tidak Menyebabkan Sakit Gigi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan perokok aktif paling banyak. Bahkan sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa merokok sama sekali tidak menyebabkan sakit gigi karena mereka hanya percaya bahwa rokok akan membuat gigi menjadi kekuningan saja.
Padahal mitos sakit gigi yang mengatakan bahwa rokok tidak berpengaruh terhadap kesehatan gigi tidaklah benar karena faktanya kegiatan tersebut bisa membuat mulut kering. Kondisi mulut yang kering akan membuat aktivitas bakteri menjadi meningkat.
Aktivitas bakteri yang tidak terkendali lama-kelamaan akan membuat gigi rusak dan jika tidak segera dihentikan pada akhirnya gigi akan copot.
6. Ulat Menjadi Penyebab Sakit Gigi
Ulat menjadi penyebab sakit gigi merupakan mitos sakit gigi yang sudah beredar selama ribuan tahun lalu. Bukti mengenai ulat gigi telah ditemukan pada Kerajaan Jerman, Romawi kuno, dan Mesir kuno. Waktu itu ilmu pengetahuan dan teknologi belum semaju sekarang sehingga belum ada penelitian mengenai gigi berlubang.
Akan tetapi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli mulai meneliti tentang penyebab gigi berlubang dan hasil membuktikan bahwa kepercayaan mengenai ulat gigi ternyata tidaklah benar. Saat ini Anda bisa mengetahui ada banyak sekali penyebab sakit gigi dan ulat gigi bukan salah satu diantaranya.
7. Soda Diet Aman untuk Gigi
Banyak orang beranggapan bahwa minuman bersoda yang tidak mengandung gula aman untuk kesehatan gigi. Padahal faktanya minuman tersebut mengandung asam dalam jumlah tinggi sehingga hal itu sangat tidak bagus untuk kesehatan gigi.
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa asam bisa memicu gigi berlubang yang lama kelamaan akan menimbulkan rasa sakit di gigi. Di samping itu enamel gigi yang terkikis akan membuat gigi menjadi jauh lebih sensitif dan kondisi ini bisa menimbulkan rasa ngilu ketika Anda meminum minuman dingin.
8. Gigi Berlubang Bisa Sembuh dengan Pasta Gigi Berfluoride

Mitos sakit gigi yang banyak berkembang di masyarakat yaitu tentang pengobatan gigi berlubang bisa sembuh hanya dengan menggunakan pasta gigi berfluoride. Faktanya pasta gigi yang mengandung fluoride tidak bisa menyembuhkan gigi berlubang namun hanya bisa merawat gigi saja.
9. Gigi Ngilu Tidak Perlu Perawatan
Banyak orang percaya bahwa gigi ngilu merupakan kondisi wajar yang dialami oleh hampir semua orang. Padahal mitos sakit gigi tersebut tidaklah benar karena gigi yang terasa ngilu merupakan indikasi bahwa tingkat sensitivitas gigi cukup tinggi.
Apabila tidak ditangani dengan benar maka rasa ngilu akan menjadi bertambah hebat sehingga bisa berpengaruh terhadap kebiasaan makan karena Anda menjadi tidak bisa mengkonsumsi makanan atau minuman panas dan dingin.
Apabila Anda mengalami rasa ngilu di gigi maka bisa mengatasinya dengan beberapa langkah seperti menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, mengoleskan fluoride ke bagian gigi yang ngilu untuk mengurangi rasa sakit dan memperkuat enamel, serta melakukan perawatan saluran akar ke dokter gigi.
Itulah beberapa mitos sakit gigi yang banyak berkembang di masyarakat. Apabila Anda mengalami sakit gigi yang tak kunjung sembuh atau perlu melakukan konservasi gigi untuk mempertahankan dan meningkatkan keindahan gigi, pastikan Anda melakukan perawatan tersebut di Zahara Dental Care.
Telah Diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


