Mengikir gigi menjadi salah satu prosedur perawatan gigi yang cukup sering dilakukan untuk meratakan permukaan gigi agar terlihat lebih rapi dan proporsional. Zaman dulu mengikir gigi bahkan pernah menjadi tren di kalangan remaja dan dewasa muda. 

Banyak orang melakukannya demi alasan estetika agar gigi tampak rata dan senyum terlihat lebih menarik. Saat ini tren mengikir gigi memang sudah tidak sepopuler dulu akan tetapi ada sebagian orang yang masih membutuhkan perawatan yang satu ini.

Apa itu Mengikir Gigi?

Tindakan mengikiri gigi, Sumber: folsomfamilydentistry.com
Tindakan mengikiri gigi, Sumber: folsomfamilydentistry.com

Mengikir gigi adalah tindakan untuk merapikan gigi agar terlihat lebih sejajar dan enak dipandang. Prosedur ini dilakukan dengan cara meratakan atau mengurangi sedikit bagian gigi. Bagian gigi yang sering dikikir adalah gigi seri dan gigi taring.

Gigi seri dan gigi taring umumnya posisinya tidak sama tinggi atau memiliki ujung yang terlalu lancip. Tujuannya sederhana, yaitu membuat susunan gigi tampak lebih rapi dan nyaman saat digunakan.

Meskipun prosedur ini cukup sederhana, Anda tidak boleh mengikir gigi sendiri di rumah hanya dengan berbekal video dari internet dan peralatan yang dibeli di e-commerce. Alat kikir gigi harus digunakan oleh tenaga medis yang memiliki keahlian khusus. 

Dokter gigi merupakan satu-satunya pihak yang berwenang melakukan tindakan ini, karena mereka mampu menilai kondisi gigi secara menyeluruh. Dengan pengalaman yang dimiliki, dokter gigi dapat memperkirakan batas aman pengikisan enamel.

Efek Samping Kikir Gigi

Struktur gigi, Sumber: wikipedia.com
Efek samping dari kikir gigi, Sumber: wikipedia.com

Ada banyak sekali perawatan yang bisa dilakukan untuk mempercantik tampilan gigi mulai dari  penggunaan aligner gigi, pemasangan behel, bleaching, veneer, hingga kikir gigi. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tindakan kikir gigi memang dapat memperbaiki tampilan.

Akan tetapi kikir gigi juga memiliki sejumlah efek samping yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi:

1. Mengganggu Struktur Gigi

Pengikiran gigi yang dilakukan secara berlebihan dapat mengubah bentuk alami gigi. Struktur gigi menjadi lebih lemah dan rentan mengalami retak atau bahkan patah. Selain itu, perubahan bentuk gigi juga bisa memengaruhi keseimbangan gigitan.

2. Gigi Menjadi Lebih Sensitif

Saat email gigi terkikis akibat proses kikir, lapisan dentin di bawahnya akan lebih terbuka. Padahal, dentin bersifat lebih sensitif dibandingkan email. Akibatnya, gigi akan mudah terasa ngilu ketika terkena makanan atau minuman manis, panas, maupun dingin. 

3. Resiko Gigi Berlubang Meningkat

Email gigi berfungsi sebagai pelindung utama dari bakteri penyebab gigi berlubang. Ketika lapisan ini menipis atau hilang akibat kikir gigi, area tersebut akan menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Ketika email rusak maka resiko gigi berlubang juga akan meningkat.

4. Kerusakan pada Pulpa Gigi

Pulpa merupakan bagian terdalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Jika proses kikir terlalu dalam dan mendekati pulpa, risiko kerusakan permanen akan semakin besar. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat dan infeksi. 

5. Risiko Infeksi Gigi dan Gusi

Prosedur kikir gigi yang tidak dilakukan secara steril atau tidak ditangani oleh tenaga profesional dapat memicu infeksi. Bakteri bisa masuk melalui lapisan gigi yang terbuka dan menyebabkan peradangan pada gigi maupun gusi.

Tips Aman Mengikir Gigi

Tips aman mengikir gigi, Sumber: vividsmilesva.com
Tips aman mengikir gigi, Sumber: vividsmilesva.com

Mengikir gigi memang tidak terasa sakit karena enamel tidak memiliki saluran darah dan saraf. Namun, perawatan yang satu ini tetap tidak boleh dilakukan sembarangan. Agar tetap aman, berikut adalah tips aman mengikir gigi.

1. Lakukan Hanya di Dokter Gigi

Mengikir gigi bukanlah tindakan perawatan sederhana yang bisa dilakukan sendiri atau oleh tenaga non-medis. Prosedur ini harus dilakukan oleh dokter gigi yang memahami struktur gigi secara menyeluruh. 

Dokter gigi akan mengevaluasi kondisi email, posisi gigi, serta tujuan pengikiran sebelum tindakan dilakukan. Dengan alat khusus dan teknik yang tepat, dokter dapat memastikan pengikiran dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak lapisan pelindung gigi. 

Jika dilakukan sembarangan, resiko gigi sensitif, nyeri berkepanjangan, hingga kerusakan permanen akan jauh lebih besar. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan prosedur kikir gigi hanya di dokter gigi profesional.

2. Pastikan Indikasi Medisnya Jelas

Mengikir gigi sebaiknya dilakukan jika benar-benar diperlukan. Bukan sekadar mengikuti tren atau keinginan estetika semata. Dokter gigi biasanya menyarankan kikir gigi untuk merapikan gigi yang terlalu panjang, tajam, atau bagian dari perawatan lain. 

Dengan indikasi yang jelas, dokter dapat menentukan seberapa banyak gigi yang boleh dikikir tanpa membahayakan struktur gigi. Mengikir gigi tanpa alasan medis yang kuat berisiko mengikis email secara berlebihan. 

Oleh karena itu, konsultasi menyeluruh sangat penting agar tindakan yang dilakukan benar-benar bermanfaat dan aman bagi kesehatan gigi untuk jangka panjang. Jangan sampai prosedur yang dijalani mendatangkan penyesalan di kemudian hari.

3. Hindari Pengikiran Berlebihan

Salah satu risiko terbesar dari mengikir gigi adalah pengikiran yang terlalu banyak. Email adalah bagian dari tubuh manusia yang tidak bisa tumbuh kembali. Jadi, jika sudah terpotong maka sifatnya permanen. 

Pengikiran yang aman biasanya hanya mengurangi lapisan gigi dalam jumlah yang sangat kecil. Dokter gigi yang berpengalaman akan memperhitungkan batas aman agar dentin dan bagian dalam gigi tidak ikut terpapar. 

Jika pengikiran berlebihan terjadi, gigi bisa menjadi sangat sensitif, mudah ngilu dan lebih rentan terhadap gigi berlubang. Prinsipnya adalah semakin sedikit gigi yang dikikir, semakin baik untuk kesehatan jangka panjang.

4. Perhatikan Perawatan Setelah Kikir Gigi

Setelah menjalani prosedur mengikir gigi, perawatan lanjutan menjadi hal yang tidak kalah penting. Gigi yang sudah dikikir memerlukan perlindungan ekstra agar tidak menjadi sensitif. Dokter biasanya menyarankan penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif.

Sebaiknya Anda menjaga kebersihan mulut dengan baik. Anda juga harus menghindari makanan atau minuman yang terlalu panas dan terlalu dingin untuk sementara waktu. Pemeriksaan rutin juga dianjurkan untuk memastikan kondisi gigi tetap sehat. 

Jika diperlukan biasanya dokter gigi akan menyusun rencana perawatan pasca kikir gigi yang sesuai dengan kondisi Anda. Misalnya pemberian fluoride guna memperkuat lapisan email yang tersisa.

Bagaimana, tertarik untuk kikir gigi? Sebelum memutuskan, pastikan Anda sudah memahami manfaat, risiko, serta pentingnya pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu. Setiap kondisi gigi berbeda sehingga penanganannya pun harus disesuaikan. 

Untuk hasil yang aman dan maksimal, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter gigi Palembang yang berpengalaman. Zahara Dental Care hadir sebagai klinik gigi yang siap membantu Anda dengan berbagai layanan perawatan gigi profesional. 

Mulai dari pemeriksaan rutin, kikir gigi, perawatan gigi berlubang, pembersihan karang gigi, bleaching, veneer, behel, hingga aligner gigi dapat ditangani oleh dokter gigi terpercaya. Zahara Dental Care berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk masalah gigi dan mulut.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dan temukan perawatan gigi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Tim kami siap membantu Anda mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan sepenuh hati!

Telah di verifikasi oleh

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp