Bagi sebagian orang, makanan dengan rasa asam justru terasa lezat dan menyegarkan sehingga mampu meningkatkan selera makan. Namun makanan yang asam ternyata sangat tidak bagus untuk kesehatan gigi, terutama untuk orang yang menggunakan behel atau kawat gigi.
Kebanyakan orang lebih suka mengkonsumsi makanan karena rasa atau teksturnya, sehingga melupakan efek makanan tersebut terhadap kesehatan gigi. Menjaga kesehatan gigi tidak hanya sebatas pada perawatan gigi seperti menggosok gigi setelah makan atau sebelum tidur saja.
Sebisa mungkin Anda perlu menghindari atau mengurangi makanan asam sedikit demi sedikit untuk mencegah kerusakan gigi yang disebabkan oleh erosi enamel. Karena jika sudah terlanjur rusak, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan konservasi gigi.
Dampak Negatif Makanan Asam Terhadap Gigi

Enamel merupakan lapisan gigi paling luar yang berfungsi untuk melindungi gigi. Sayangnya enamel bisa rusak jika Anda sering mengkonsumsi kandungan yang asam. Berikut ini adalah dampak negatif makanan asam terhadap gigi.
1. Merusak Gigi Secara Perlahan
Terlalu sering mengkonsumsi makanan dengan rasa asam bisa membuat gigi rusak secara perlahan-lahan. Gigi akan jauh lebih sehat apabila enamel dalam kondisi bagus, akan tetapi apabila Anda terlalu sering mengkonsumsi makanan asam maka lapisan pelindung ini akan menjadi aus.
Cara terbaik untuk melindungi lapisan enamel agar tidak aus yaitu dengan menghindari makanan yang asam, agar gigi dan gusi tetap sehat. Untuk orang yang memakai kawat gigi dan suka mengkonsumsi makanan asam, dampaknya akan jauh lebih buruk.
Asam tersebut bisa nyangkut di sela-sela kawat dan gigi, sehingga terperangkap di tempat tersebut. Asam yang terperangkap memiliki kesempatan yang lebih lama untuk melarutkan enamel dan bisa menjadi penyebab kerusakan gigi secara permanen.
2. Membuat Gigi Menjadi Lebih Sensitif
Apabila Anda memiliki gigi sensitif, maka kondisinya akan semakin buruk jika mengkonsumsi makanan asam karena zat asam memiliki sifat korosif yang dapat merusak gigi.
Ketika mengunyah atau menghisap makanan tertentu yang rasanya terlalu asam, maka gigi akan menjadi lebih sensitif atau bahkan muncul sensasi seperti kesemutan. Jadi sebaiknya makanan asam tidak dikonsumsi oleh orang yang memiliki gigi sensitif, karena zat tersebut dapat meningkatkan sensitivitas gigi.
3. Gigi Menjadi Berlubang
Mengkonsumsi kandungan asam terlalu sering bisa membuat gigi menjadi berlubang. Paparan zat asam yang tinggi bisa mempercepat proses pelepasan mineral di lapisan terluar gigi atau enamel. Proses terkikisnya lapisan enamel sering disebut sebagai erosi gigi.
Awalnya erosi gigi biasanya tidak disadari, namun lama-kelamaan kondisi ini akan memunculkan masalah yang lebih serius yaitu gigi berlubang sehingga rasanya sangat menyakitkan.
Hal itu disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau minuman dengan rasa asam bisa meningkatkan pH atau tingkat keasaman di dalam rongga mulut dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi rongga mulut yang asam mendorong terjadinya pelepasan mineral pada gigi dan akhirnya muncullah lubang-lubang kecil. Lubang kecil tersebut tidak terlalu bermasalah jika baru saja muncul, akan tetapi efeknya akan semakin terasa jika sudah mulai besar dan jumlahnya banyak.
Erosi gigi yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang asam tidak hanya menyerang orang dewasa saja, akan tetapi pada anak-anak dan remaja juga sering ditemukan.
4. Mengubah Warna Gigi
Warna gigi tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan buruk seperti jarang menggosok gigi atau membersihkan rongga mulut saja, akan tetapi juga bisa diakibatkan oleh konsumsi makanan dan minuman asam dalam jumlah yang terlalu banyak. Padahal hampir semua orang ingin memiliki gigi yang berwarna putih dan bersih.
Makanan dengan kandungan masam bisa dengan mudah membuka pori-pori di lapisan enamel gigi, sehingga akhirnya zat warna yang ada di makanan mudah masuk ke dalamnya. Oleh karena itu jika Anda menginginkan gigi yang putih dan bersih, sebaiknya batasi mengkonsumsi makanan yang rasanya asam atau jika perlu menghindari sama sekali.
5. Kehilangan Gigi Secara Permanen
Paparan zat asam yang terjadi secara terus-menerus bisa membuat Anda kehilangan gigi secara permanen. Lapisan pelindung gigi yang terpapar oleh zat korosif lama-kelamaan akan membuat gigi permanen menjadi berlubang dan akhirnya lepas.
Itulah alasan mengapa anak-anak yang hobi mengkonsumsi permen atau makanan manis giginya jauh lebih cepat rusak atau berlubang dibanding orang dewasa.
Gula yang terdapat dalam permen atau makanan manis akan bereaksi dengan bakteri di dalam rongga mulut untuk membentuk asam. Asam tersebut lalu menyerang lapisan enamel di gigi dan akhirnya memulai proses kerusakan pada gigi anak.
Contoh Makanan Asam yang Bisa Merusak Gigi
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa enamel merupakan lapisan terluar gigi yang menjadi pelindung dari zat-zat yang bisa merusak gigi. Namun enamel bisa rusak atau terkikis seiring dengan berjalannya waktu jika Anda sering mengkonsumsi makanan yang asam.
Berikut ini adalah makanan dengan kandungan asam cukup tinggi, sehingga mampu merusak lapisan enamel gigi.
1. Jeruk

Meskipun memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi sehingga bagus untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, akan tetapi buah jeruk seperti lemon, jeruk nipis, atau jenis jeruk lainnya memiliki kandungan asam dan gula alami dalam jumlah tinggi. Dengan begitu buah jeruk bisa merusak dan mengikis lapisan terluar gigi.
Cara terbaik untuk mengkonsumsi buah jeruk agar tidak merusak gigi yaitu dengan mengolahnya menjadi jus lalu meminumnya menggunakan sedotan.
Selain itu Anda juga bisa mengganti buah jeruk yang asam dengan melon, kiwi, atau blewah. Hal ini dikarenakan bahan makanan tersebut memiliki kandungan asam jauh lebih rendah namun tinggi akan vitamin C.
2. Minuman Berenergi
Selain memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, minuman berenergi biasanya rasanya ada asam-asamnya sehingga bisa merusak gigi dan gusi.
Jika Anda gemar mengkonsumsi minuman berenergi setelah olahraga atau bekerja, sebaiknya perhatikan benar-benar label kemasan dan bacalah kandungan asam dan gula yang ditambahkan di dalamnya.
Alangkah jauh lebih baik jika Anda mengganti minuman berenergi dengan air putih atau air mineral, karena jauh lebih menyehatkan dan tidak berdampak buruk terhadap kesehatan gigi maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Tomat

Meskipun tomat memiliki kandungan likopen antioksidan yang sangat bagus untuk menurunkan resiko stroke, akan tetapi tomat termasuk buah yang asam sehingga buruk untuk kesehatan gusi dan gigi. Makan buah tomat sama saja merendam gigi dengan larutan asam, sehingga lapisan gigi lama-kelamaan akan terkikis dan rusak.
Cara terbaik untuk meminimalisir resiko terkikisnya lapisan gigi setelah makan tomat yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mampu menetralisir sifat asam seperti daging sapi, mozarella, kacang-kacangan, ayam tanpa lemak, atau kacang lentil.
Itulah dampak buruk dari konsumsi makanan yang asam beserta contoh makanan yang memiliki kandungan asam dalam jumlah cukup tinggi. Bagi Anda sedang mencari dokter gigi Palembang untuk mengkonsultasikan masalah kerusakan gigi akibat terlalu sering mengkonsumsi makanan asam, maka bisa berkunjung ke Zahara Dental Care.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


