Lidah tergigit dan luka bisa disebabkan karena seseorang sedang makan, berbicara, terjatuh, kecelakaan, atau bahkan diam sekalipun. Tentu saja hal tersebut bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, karena lidah tergigit butuh waktu untuk bisa sembuh kembali. 

Lidah tergigit seringkali berubah menjadi sariawan atau luka. Trauma fisik karena lidah tergigit bisa membentuk ulkus atau luka di bagian mukosa. Biasanya sariawan akan jauh lebih mudah terjadi ketika daya tahan mukosa yang ada di dalam rongga mulut sedang tidak prima. 

Penyebab Lidah Tergigit

Lidah tergigit, Sumber: titiknol.co.id
Lidah tergigit, Sumber: titiknol.co.id

Meskipun umumnya lidah tergigit terjadi secara tidak sengaja,  namun ada juga beberapa kondisi kesehatan yang bisa membuat Anda menggigit lidah tanpa bisa dikendalikan seperti menggertakan gigi dan kejang. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai penyebab lidah tergigit. 

1. Bruxism

Bruxism atau menggertakan gigi bisa membuat lidah tergigit saat tidur. Sebenarnya bruxism tidak hanya terjadi ketika Anda sedang tertidur saja namun dalam keadaan terjaga hal ini bisa menyerang, terutama saat merasa cemas atau stres secara berlebihan. Kondisi ini bahkan mempengaruhi sebesar 8% sampai 10% populasi manusia yang ada di dunia.

Bruxism yang berujung pada lidah tergigit dan luka bisa menyerang siapa saja entah itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Gejala bruxism yang paling umum yaitu kebiasaan menggertakkan, menggesek, atau menekan gigi bawah ke atas, ke samping kanan, ke samping kiri, atau menekan gigi tanpa disadari. 

2. Kejang

Sering kejang biasanya menjadi salah satu pertanda dari penyakit epilepsi. Saat terjadi kejang pada pengidap epilepsi, maka penderitanya tidak bisa mengendalikan dirinya. Hal itu membuat penderita penyakit epilepsi secara tidak sengaja menggigit lidah. Bagian yang paling sering tergigit adalah lidah bagian pangkal dan samping. 

Kejang karena epilepsi biasanya disertai dengan gejala lain seperti kehilangan kesadaran, merasa bingung setelah kejang, mulut mengeluarkan busa, gerakan bola mata keatas, tubuh bergetar, mulut terasa pahit, serta kejang pada otot yang disertai dengan gerakan ritmis di bagian kaki dan tangan. 

3. Penggunaan Gigi Palsu

Penggunaan gigi palsu, Sumber; hellosehat.com
Penggunaan gigi palsu, Sumber; hellosehat.com

Penggunaan gigi palsu yang kurang pas bisa membuat lidah tergigit dan luka. Bisa saja karena ukurannya terlalu besar atau gigi palsu tidak bisa melekat pada gusi dan gigi lainnya. Apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka bisa membuat lidah luka atau lecet. 

Terlebih jika Anda merupakan orang yang mudah tergigit ketika sedang makan atau berbicara, maka penggunaan gigi palsu yang kurang pas akan sangat mengganggu. Gigi palsu yang kurang pas bisa membuat Anda kesulitan dalam mengunyah, berbicara, atau menelan. 

4. Gangguan Pergerakan Ritmik

Gangguan pergerakan ritmik merupakan kondisi dimana terjadi gerakan secara berulang-ulang seperti mengayun-ayun, membenturkan kepala, atau berguling-guling. Penyakit ini disebabkan karena terjadi gangguan pada bagian saraf yang sering menyerang anak-anak. 

Gangguan pergerakan ritmik melibatkan gerakan berulang di bagian leher dan kepala yang terjadi secara tidak sadar. Gejala akan muncul baik saat sadar maupun sedang tidur kurang lebih selama 15 menit. Meskipun tidak menyebabkan cedera yang cukup berat, akan tetapi gangguan pergerakan ritmik bisa membuat lidah tergigit dan luka. 

Cara Menyembuhkan Lidah Tergigit

Karena lidah tergigit bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, maka Anda perlu segera mengobatinya. Dengan perawatan yang tepat, maka proses penyembuhan bisa lebih cepat dan mengurangi gejala yang timbul akibat luka di area lidah. 

Berikut ini adalah beberapa cara mengobati lidah tergigit dengan cepat sehingga mampu mengurangi rasa tidak nyaman. 

1. Membersihkan Luka

Jika lidah yang tergigit menimbulkan luka berdarah, maka Anda perlu membersihkan luka pada lidah tersebut secara hati-hati. Pertama-tama Anda perlu berkumur menggunakan air putih supaya sisa darah bisa terbuang. Tangan yang digunakan untuk membersihkan luka pada lidah sebaiknya sudah dicuci menggunakan sabun dan air mengalir. 

Dengan menggunakan tangan yang bersih tadi tekan secara perlahan area lidah yang berdarah menggunakan tisu kering atau kain bersih supaya pendarahan bisa berhenti. 

2. Kompres dengan Es

Mengompres lidah tergigit dan luka menggunakan es batu mampu mengurangi rasa sakit dan peradangan. Caranya yaitu dengan membungkus es batu menggunakan kain bersih maupun kantong plastik lalu tempelkan es tersebut di area yang terluka kurang lebih selama 10 sampai 15 menit. 

Beri jeda selama beberapa menit sebelum Anda mengompres kembali. Kompres menggunakan es pada lidah yang luka berguna untuk membantu mencegah pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan luka. 

3. Menghindari Makanan dan Minuman Panas

Menghindari makanan suhu panas, Sumber: klikdokter.com
Menghindari makanan suhu panas, Sumber: klikdokter.com

Selama proses penyembuhan sebaiknya Anda menghindari dulu makanan dan minuman panas. Suhu tinggi bisa meningkatkan rasa sakit dan memperlambat proses penyembuhan luka pada area lidah. Pilihlah jenis makanan dengan tekstur lunak dan dingin supaya tidak membuat iritasi pada luka. 

Selain makanan panas, Anda juga harus menghindari sementara jenis makanan yang pedas, makanan terlalu asam, serta makanan dengan tekstur keras dan tajam seperti keripik-kripik atau kacang. 

4. Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Vitamin C

Vitamin C memiliki peran yang sangat penting untuk membantu proses penyembuhan luka. Oleh karena itu Anda perlu mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan vitamin C dalam jumlah tinggi supaya luka di sekitar lidah bisa segera membaik. 

Beberapa contoh makanan yang kaya akan kandungan vitamin C antara lain adalah strawberry, jeruk, kiwi, dan jambu biji. Selain bagus untuk proses penyembuhan luka di sekitar mulut, mengkonsumsi vitamin C bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda tidak mudah terserang penyakit. 

5. Berkumur dengan Air Garam

Berkumur dengan air garam, Sumber: astronauts.id

Salah satu pengobatan tradisional untuk lidah tergigit dan luka yaitu berkumur menggunakan air garam. Sudah sejak dulu ketika orang-orang masih belum mengenal sikat gigi dan pasta gigi, mereka menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan kumur menggunakan air garam. 

Selain itu cara ini juga digunakan untuk mencegah dan meredakan berbagai masalah gigi dan mulut, termasuk saat lidah terluka karena tergigit. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, banyak penelitian ilmiah yang menemukan manfaat kumur dengan air garam. 

Kumur dengan air garam selain bisa meredakan rasa sakit karena luka pada area lidah juga mampu membantu proses penyembuhan. Hal itu disebabkan karena garam mampu mengurangi peradangan dan memperlambat proses pertumbuhan bakteri. 

6. Memeriksakan Diri ke Dokter

Apabila lidah Anda sering tergigit karena beberapa kebiasaan buruk seperti menggertakan gigi ketika tidur atau karena mengidap penyakit epilepsi, maka perlu segera memeriksakan diri ke dokter supaya mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Hal ini juga berlaku untuk luka yang tak kunjung sembuh. 

Jika lidah tergigit karena sleep bruxism, maka dokter akan memberi alat khusus untuk melindungi mulut selama tidur. Sedangkan untuk penderita epilepsi, dokter akan meresepkan obat agar penyakit tidak kambuh dan meminimalisir gejala yang ditimbulkan. 

Untuk meredakan rasa nyeri karena lidah tergigit bisa dikurangi dengan meresepkan obat pereda nyeri. Tentu saja pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Oleh karena itu, kunjungi Zahara Dental sebagai klinik gigi Palembang pilihan Anda untuk pengobatan lidah tergigit dan luka atau masalah lain seputar kesehatan gigi dan mulut.

Telah diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp