Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang penyakit kista gigi, padahal kondisi ini bisa terjadi tanpa disadari dan sering kali baru terdeteksi saat sudah cukup parah. Kista gigi merupakan kantong berisi cairan yang tumbuh di sekitar akar gigi atau gusi akibat infeksi.

Pada awalnya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala berarti. Namun seiring waktu bisa menyebabkan pembengkakan, rasa tidak nyaman, hingga gigi ngilu saat digunakan untuk mengunyah makanan.

Apa itu Kista Gigi?

Apa itu kista gigi, Sumber: drbonyanian.com
Apa itu kista gigi, Sumber: drbonyanian.com

Kista gigi atau disebut dental cyst, merupakan kondisi ketika terbentuk sebuah kantong tidak normal yang berisi cairan, udara, atau jaringan lunak tertentu di dalam rongga mulut. Umumnya, kista ini muncul di sekitar akar gigi yang terinfeksi. 

Selain itu penyakit ini bisa muncul di bagian gusi, gigi geraham bungsu, maupun gigi yang telah mengalami kerusakan parah. Namun, dalam beberapa kasus, kista juga dapat berkembang pada jaringan lunak seperti gusi dan bibir.

Meskipun terlihat kecil, kista dapat membesar seiring waktu dan menekan struktur di sekitarnya. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan, bahkan kerusakan pada tulang rahang.

Ciri-Ciri Kista Gigi

Terbentuknya kista pada gusi, sumber health.kompas.com
Ciri-ciri kista gigi, sumber: health.kompas.com

Kista gigi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, namun seiring berkembangnya ukuran kista. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin Anda alami jika menderita penyakit ini:

1. Gusi Bengkak

Salah satu tanda paling umum dari adanya kista gigi adalah pembengkakan pada area gusi. Kondisi ini terjadi karena kista yang terbentuk di sekitar akar gigi menekan jaringan lunak di sekitarnya. Gusi bisa terasa lunak ketika disentuh. 

Namun pada beberapa kasus juga dapat terasa keras bila kista sudah cukup besar. Awalnya, pembengkakan mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi seiring waktu dapat disertai nyeri, terutama jika kista mulai terinfeksi. 

Warna gusi di area tersebut juga bisa berubah menjadi lebih kemerahan. Meskipun terlihat sepele, gusi yang bengkak tanpa sebab jelas sebaiknya segera diperiksakan ke dokter gigi karena bisa jadi merupakan tanda awal dari kista atau abses gigi.

2. Gigi Bergeser atau Longgar

Penyakit ini berkembang di sekitar akar atau tulang rahang bisa menekan struktur gigi di sekitarnya. Akibatnya, gigi dapat bergeser dari posisi semula atau terasa longgar saat digoyangkan. 

Tekanan yang terus meningkat dari kista membuat tulang penyangga gigi perlahan terkikis. Pada tahap awal, pergeseran ini mungkin tidak terasa, tetapi seiring pertumbuhan kista, Anda dapat merasakan ketidaknyamanan atau perbedaan posisi gigi ketika menggigit makanan. 

Pemeriksaan radiografi sangat membantu untuk mendeteksi perubahan struktur tulang dan memastikan apakah pergeseran tersebut disebabkan oleh kista atau masalah lain pada akar gigi.

3. Sensitivitas Gigi Meningkat

Gigi terasa ngilu atau sensitif saat mengkonsumsi makanan panas, dingin, atau manis bisa menjadi pertanda adanya tekanan dari kista yang berkembang di sekitar akar gigi. Kista yang menekan saraf akan mengganggu aliran darah dan fungsi normal jaringan di sekitar gigi.

Hal itu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang tajam dan tiba-tiba. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai sakit gigi biasa. Bila tidak kunjung hilang meski sudah menjaga kebersihan gigi dengan baik, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. 

Melalui foto rontgen, dokter dapat memastikan apakah sumber rasa ngilu tersebut berasal dari kista atau adanya peradangan pada jaringan dalam gigi (pulpa). Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kista, dokter gigi akan menentukan langkah perawatan selanjutnya.

4. Benjolan Kecil di Gusi

Tanda lain yang sering muncul pada penderita penyakit ini adalah benjolan kecil di area gusi. Benjolan ini biasanya terasa menonjol saat disentuh dengan lidah atau jari dan bisa membesar seiring waktu. 

Awalnya, benjolan tidak menimbulkan rasa sakit akan tetapi bila kista mengalami infeksi maka akan terbentuk abses yang menyebabkan rasa nyeri hebat dan gusi tampak kemerahan. Dalam beberapa kasus, abses bisa pecah dan mengeluarkan cairan berbau tidak sedap.

Meski terlihat kecil, benjolan seperti ini sebaiknya tidak diabaikan. Ini bisa menjadi tanda adanya kista yang tumbuh di bawah permukaan. Pemeriksaan dini ke dokter gigi akan membantu menentukan penyebabnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Penyebab Kista Gigi

Ciri-ciri infeksi gigi, Sumber: southarlingtonsmilestx.com
Penyebab kista gigi, Sumber: southarlingtonsmilestx.com

Kista gigi memang umumnya tidak menimbulkan gejala dan biasa terdeteksi setelah Anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum kista gigi:

1. Infeksi Gigi

Salah satu penyebab paling umum terbentuknya kista gigi adalah infeksi yang terjadi pada gigi dan dibiarkan tanpa penanganan yang tepat. Ketika gigi mengalami infeksi, bakteri akan menyebar hingga ke akar gigi dan menyebabkan peradangan pada jaringan sekitarnya. 

Jika kondisi ini terus diabaikan, jaringan gigi dapat mengalami pembusukan dan akhirnya mati. Jaringan mati tersebut kemudian memicu terbentuknya kantong berisi cairan atau nanah. Ini merupakan respons alami untuk melawan infeksi yang dikenal sebagai kista.

Selain rasa nyeri dan bengkak, infeksi yang tidak diobati juga dapat menyebar ke jaringan tulang rahang atau gusi di sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan gigi yang terasa sakit agar tidak berkembang menjadi kista yang lebih berbahaya.

2. Kelainan Atau Gigi Tumbuh

Kelainan dalam pertumbuhan gigi juga dapat menjadi salah satu faktor terbentuknya kista gigi. Kondisi ini biasanya terjadi ketika posisi gigi tumbuh tidak normal, misalnya gigi yang miring, tumbuh menyamping, atau tidak keluar sepenuhnya dari gusi. 

Gigi bungsu sering kali menjadi penyebab umum karena ruang tumbuhnya yang terbatas sehingga menekan jaringan di sekitarnya. Tekanan ini dapat menimbulkan peradangan kronis yang kemudian memicu terbentuknya kantong berisi cairan atau kista.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, kista akibat pertumbuhan gigi yang tidak normal dapat menyebabkan gusi bengkak, gigi bergeser, bahkan merusak struktur tulang rahang. Oleh karena itu, periksa rutin ke dokter gigi untuk memantau arah pertumbuhan gigi, terutama pada gigi bungsu.

3. Sisa Gigi

Kista gigi bisa muncul karena adanya sisa gigi yang tertinggal di dalam gusi. Contohnya seperti potongan akar gigi atau impaksi gigi yang tidak tumbuh sempurna. Kondisi ini biasanya terjadi setelah pencabutan gigi yang tidak tuntas.

Sisa akar atau gigi yang tertinggal dapat memicu reaksi peradangan kronis di jaringan sekitarnya. Lama-kelamaan, tubuh akan membentuk kantong berisi cairan sebagai respon terhadap iritasi tersebut.

Kemudian hal itu bisa berkembang menjadi kista. Jika tidak segera ditangani, kista bisa membesar dan menekan jaringan di sekitarnya. Pemeriksaan radiografi seperti rontgen sangat diperlukan untuk mendeteksi sisa gigi yang tersembunyi di bawah gusi.

Biaya Operasi Kista Gigi

Perawatan pasca operasi, Sumber: palmsdentistry.com
Biaya operasi dental cyst, Sumber: palmsdentistry.com

Biaya prosedur pengangkatan kista gigi diperkirakan mulai dari Rp 2.000.000 per benjolan kista. Namun, patut dicatat bahwa ini hanyalah perkiraan awal dan bukan biaya tetap. Kisaran harga ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor penting.

Faktor-faktor penentu utama meliputi tingkat kerumitan operasi, termasuk ukuran, lokasi kista, dan apakah kista telah menyebabkan kerusakan tulang atau gigi di sekitarnya. Selain itu, jenis fasilitas kesehatan yang dipilih juga mempengaruhi harga yang harus dibayar.

Kista gigi mungkin tampak sepele, tapi jangan tunggu sampai nyeri dan bengkak baru bertindak! Semakin lama dibiarkan, kista bisa merusak jaringan di sekitar gigi dan tulang rahang.

Untuk memastikan gigi Anda tetap sehat, segera periksakan diri ke dokter gigi Palembang yang berpengalaman di Zahara Dental Care. Di sini, pemeriksaan dilakukan dengan teknologi modern dan penanganan yang nyaman tanpa rasa takut. 

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp