Gigi perokok berat biasanya terlihat lebih kusam, menguning, dan rentan terhadap berbagai masalah kesehatan mulut. Kandungan nikotin dan tar dalam rokok dapat menempel pada permukaan gigi bisa menyebabkan noda yang sulit dihilangkan. 

Noda yang ditinggalkan oleh kebiasaan merokok cukup sulit dihilangkan jika hanya dengan menyikat gigi. Oleh karena itu, penting bagi perokok untuk melakukan perawatan gigi secara rutin, baik dengan menjaga kebersihan mulut maupun berkonsultasi dengan dokter.

Ciri-Ciri Gigi Perokok Berat

Ciri-ciri perokok berat, Sumber: pexels.com
Ciri-ciri perokok berat, Sumber: pexels.com

Perokok berat sering mengalami berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut akibat paparan zat berbahaya dari rokok. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang biasanya ditemukan pada pecandu rokok berat:

1. Perubahan Warna Gigi

Kandungan nikotin dan tar dalam rokok menyebabkan noda pada gigi yang awalnya kuning lalu berubah menjadi kecoklatan seiring dengan berjalannya waktu. Noda tersebut akan sulit dihilangkan jika hanya dengan menyikat gigi.

2. Bau Nafas Tidak Sedap

Rokok meninggalkan bau menyengat yang sulit dihilangkan karena residu asapnya menempel di dalam mulut. Selain itu, rokok juga meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau mulut. Terutama jika kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik.

3. Berkurangnya Kepadatan Tulang Rahang

Zat kimia dalam rokok bisa menghambat aliran darah ke jaringan tulang dan mengurangi kepadatannya. Akhirnya hal tersebut bisa mempercepat pengeroposan rahang. Tulang yang keropos akan terasa ngilu dan sakit.

4. Periodontitis atau Peradangan Gusi

Rokok menyebabkan iritasi pada jaringan gusi sehingga memicu peradangan kronis yang membuat gusi mudah berdarah dan bengkak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat merusak struktur penyangga gigi hingga menyebabkan gigi menjadi longgar dan tanggal.

5. Gigi Berlubang

Gigi berlubang, Sumber: tstatic.net
Gigi berlubang, Sumber: tstatic.net

Gigi perokok berat biasanya banyak yang berlubang. Merokok dapat mengurangi produksi air liur yang berperan dalam menjaga kebersihan mulut dan menetralisir asam. Akibatnya, bakteri berkembang lebih cepat dan mempercepat proses kerusakan enamel.

6. Gigi Copot

Kombinasi dari berkurangnya kepadatan tulang, peradangan gusi, dan penumpukan plak menyebabkan struktur penyangga gigi melemah. Hal ini membuat gigi lebih mudah goyah dan akhirnya copot. Terlebih jika Anda tidak merawat gigi dengan baik.

7. Penumpukan Plak dan Karang Gigi

Gigi perokok berat umumnya memiliki plak dan karang gigi. Zat dalam rokok membuat plak lebih cepat menempel di permukaan gigi dan mengeras menjadi karang gigi. Kemunculan karang gigi akan membuat gigi terlihat kotor dan tidak sehat.

8. Peradangan Kelenjar Ludah

Merokok dalam jangka panjang dapat memicu peradangan pada kelenjar ludah yang pada akhirnya menyebabkan pembengkakan di area rahang dan ketidaknyamanan saat mengunyah. Peradangan bisa menghambat produksi air liur yang berperan penting dalam melindungi gigi.

9. Leukoplakia

Paparan zat kimia dalam rokok dapat menyebabkan munculnya bercak putih di dalam mulut yang dikenal sebagai leukoplakia. Bercak ini memang tidak menimbulkan rasa sakit akan tetapi berpotensi menjadi kanker mulut jika tidak ditangani.

Cara Memutihkan Gigi untuk Perokok

Kondisi gigi perokok, Sumber: hmetro.com.my
Kondisi gigi perokok, Sumber: hmetro.com.my

Memutihkan gigi yang sudah terlanjur menguning atau cokelat memang tidak mudah. Namun dengan menggunakan cara di bawah ini setidaknya Anda bisa mengurangi noda dan membuat gigi menjadi lebih cerah:

1. Berhenti Merokok

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah gigi dan mulut adalah berhenti merokok. Merokok merupakan penyebab utama perubahan warna gigi karena membuatnya tampak kuning dan kecoklatan akibat paparan nikotin dan tar. 

Dengan berhenti merokok, secara langsung Anda akan menghilangkan faktor utama yang menyebabkan perubahan warna pada gigi. Berhenti merokok tidak hanya membantu memutihkan gigi secara alami namun juga meningkatkan kesehatan mulut secara keseluruhan.

Jika berhenti merokok terasa sulit, Anda bisa mencari dukungan dari dokter atau menggunakan terapi pengganti nikotin untuk membantu mengurangi kebiasaan tersebut. Jika Anda bisa konsisten dan berusaha dengan sungguh-sungguh, kebiasaan ini bisa dihentikan.

2. Gosok Gigi Setelah Merokok

Jika Anda masih kesulitan untuk berhenti merokok, setidaknya Anda mengusahakan untuk langsung gosok gigi setelah selesai merokok. Gosok gigi setelah merokok bertujuan untuk menghilangkan sisa tar, nikotin, dan zat kimia berbahaya lainnya pada enamel gigi.

Jika dibiarkan terlalu lama, zat-zat ini dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi, mempercepat pembentukan plak, serta meningkatkan risiko gigi berlubang dan penyakit gusi. Gunakan pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk perokok.

Biasanya pasta gigi untuk para perokok telah dilengkapi dengan bahan pemutih. Anda bisa mendapatkan pasta gigi tersebut di supermarket. Jika kesulitan, Anda bisa membelinya secara online di marketplace.

3. Gunakan Obat Kumur

Berkumur dengan obat kumur, Sumber: blibli.com
Berkumur dengan obat kumur, Sumber: blibli.com

Selain tampak lebih kusam, gigi perokok berat biasanya memiliki aroma yang tidak sedap. Untuk mengatasi bau tidak sedap dan noda yang diakibatkan oleh rokok, Anda bisa menggunakan obat kumur setelah selesai menggosok gigi. 

Mulailah dengan menahan obat kumur di dalam mulut selama beberapa detik untuk melunakkan plak dan noda yang menempel. Jika perlu, gunakan sikat gigi untuk menjangkau area yang sulit terkena obat kumur.

Caranya yaitu dengan menutup bibir dan dorong sikat gigi ke dalam mulut. Sikat gigi secara perlahan dan menyeluruh, terutama pada area yang paling banyak terkena paparan asap rokok.

4. Oil Pulling

Menurut Journal of Traditional and Complementary Medicine metode oil pulling diyakini efektif untuk membantu memutihkan gigi. Teknik ini menggunakan minyak alami seperti minyak kelapa, minyak wijen, dan minyak bunga matahari. 

Sebelum mencobanya, pastikan gigi sudah disikat bersih. Setelah itu, berkumurlah dengan salah satu minyak tersebut selama satu menit, lalu buang. Namun, American Dental Association (ADA) tidak merekomendasikan metode ini.

Alasannya adalah karena belum ada penelitian ilmiah yang cukup untuk membuktikan efektivitasnya. Oleh karena itu, sebelum menerapkan oil pulling disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi guna mendapatkan saran yang lebih aman dan efektif.

5. Bleaching Gigi

Bleaching gigi, Sumber: natrusmile.com
Bleaching gigi, Sumber: natrusmile.com

Jika berbagai metode perawatan rumahan belum mampu mengembalikan warna alami gigi perokok, maka perawatan profesional oleh dokter gigi bisa menjadi solusi terbaik. Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah teeth whitening atau bleaching gigi.

Bleaching gigi sangat efektif menghilangkan noda akibat nikotin dan tar dari rokok. Bleaching gigi dilakukan menggunakan bahan pemutih khusus yang mampu menembus lapisan enamel untuk mengangkat noda membandel. 

Dokter gigi juga dapat menggunakan teknologi seperti laser whitening, yang mempercepat hasil pemutihan dengan hasil lebih maksimal. Melakukan pemutihan gigi di dokter gigi merupakan langkah yang aman karena prosedurnya dilakukan oleh tenaga ahli.

6. Veneer Gigi

Selain bleaching gigi, cara terbaik memutihkan gigi perokok berat tentu saja dengan pemasangan veneer gigi. Karena berbasis medis, metode ini memberikan hasil yang lebih maksimal dan minim efek samping.

Anda bisa melakukan veneer gigi bersama dokter gigi Palembang yang sudah profesional dan berpengalaman di Zahara Dental Care. Selain veneer, dokter yang ada di sini siap membantu mengatasi berbagai permasalahan gigi dan mulut Anda.

Anda bisa pasang behel, cabut gigi, pemasangan implan gigi, mahkota, dan masih banyak lagi lainnya. Zahara Dental Care hadir sebagai pilihan tepat untuk perawatan gigi yang aman dan berkualitas!

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp