Orang yang telah lanjut usia atau mereka yang kehilangan gigi karena beberapa alasan biasanya menggunakan gigi palsu untuk membantu proses mengunyah. Namun terkadang setelah penggunaan dalam jangka waktu tertentu membuat gigi palsu longgar dan pada akhirnya menimbulkan rasa tidak nyaman.
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, gigi palsu yang sudah mulai longgar jika dipaksa terus digunakan akan mengiritasi jaringan lunak di sekitar mulut. Oleh karena itu, Anda perlu segera mengatasinya supaya kondisi tersebut tidak menimbulkan masalah kesehatan lain yang lebih serius.
Penyebab Gigi Palsu Longgar

Pemasangan gigi tiruan memang akan sangat membantu orang yang telah kehilangan sebagian gigi atau semua giginya untuk makan dan berbicara. Namun hal itu bukan berarti menyelesaikan semua masalah karena gigi palsu yang mulai terasa longgar akan menimbulkan rasa sakit dan masalah kesehatan lain.Â
Gigi palsu yang mulai longgar tentu saja tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab permasalahan gigi palsu yang paling banyak ditemukan.Â
1. Proses Resorpsi Tulang
Gigi palsu bisa terasa longgar saat baru saja dipasang atau setelah beberapa lama pemakaian. Jika saat baru dipasang gigi palsu terasa pas dan nyaman, namun lama-kelamaan menjadi longgar itu bisa jadi karena adanya proses resorpsi tulang.
Seiring dengan berjalannya waktu, rahang seseorang pasti akan mengalami perubahan akibat penuaan. Pertambahan usia yang semakin tua bisa membuat tulang rahang mengalami penurunan massa. Hal tersebut bisa menyebabkan perubahan bentuk dan ukuran rahang, sehingga membuat gigi palsu menjadi longgar.
2. Pemakaian Sehari-hari
Gigi palsu longgar bisa terjadi karena penggunaan sehari-hari. Sebenarnya masalah tersebut merupakan hal yang wajar, namun untuk meminimalisirnya, gigi palsu harus dirawat dengan baik. Cara merawatnya yaitu dengan melepas gigi palsu saat malam hari sebelum Anda tidur.
Bersihkan secara rutin, baik gigi palsu lepasan maupun gigi palsu permanen. Merawat gigi palsu bisa membuat gigi menjadi lebih awet dan terhindar dari bau yang tidak sedap. Anda bisa menggunakan cairan atau pasta gigi khusus untuk membersihkannya.
3. Gigi Penyangga Mengalami Kerusakan
Gigi palsu lepasan berbahan akrilik bisa longgar apabila gigi penyangga di sekitarnya mengalami kerusakan. Gigi palsu akrilik biasanya dilengkapi dengan kawat yang berfungsi sebagai pencengkram. Pencengkeram tersebut akan dikaitkan ke gigi yang ada di sebelahnya sebagai penyangga.
Apabila gigi yang dijadikan penyangga mengalami kerusakan, maka sudah tidak lagi mampu mencengkram kawat dengan baik. Hal itu bisa membuat gigi palsu menjadi terasa kurang pas. Longgarnya gigi palsu juga bisa terjadi karena kawat mengalami kerusakan atau patah.Â
4. Kesalahan saat Proses Pencetakan
Gigi palsu longgar saat masih baru bisa terjadi karena kesalahan saat proses pencetakan. Sebelum membuat gigi palsu, rahang Anda akan dicetak dengan sebuah bahan yang bernama aligner. Aligner yang tidak langsung di cor bisa mengalami perubahan dimensi, sehingga hasil cetakan gigi dapat berubah.
Saat gigi palsu dibuat pada hasil cetakan yang telah berubah, ukurannya akan menjadi berbeda sehingga bisa terasa tidak pas meskipun baru saja dipasang. Selain itu gigi palsu yang tidak pas lagi juga bisa disebabkan karena kesalahan pengerjaan. Pembuatan gigi tiruan yang kurang akurat bisa saja terjadi di laboratorium.Â
Cara Mengatasi Gigi Palsu Longgar

Gigi palsu longgar bisa diatasi melalui beberapa cara. Tentu saja perbaikan gigi palsu ini hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi.Berikut ini adalah tindakan perawatan yang mungkin dokter lakukan untuk memperbaikinya.Â
1. Soft Relining
Relining adalah tindakan perawatan gigi untuk pasien yang memiliki masalah gusi lunak atau bercak gigi karena kerusakan enamel. Relining adalah tindakan yang dilakukan dengan cara memberikan lapisan pada gigi tiruan yang lokasinya ada di antara gigi dan jaringan mulut.
Soft relining bisa dilakukan langsung di dalam rongga mulut pasien. Lapisan tersebut berfungsi sebagai bantal yang mampu mencegah gigi palsu goyang ketika digunakan untuk mengunyah makanan atau saat sedang berbicara.
2. Hard Relining
Selain soft relining, gigi palsu yang sudah tidak pas lagi bisa juga diatasi menggunakan metode hard relining. Hard relining sebenarnya tidak berbeda jauh dengan soft relining. Dokter akan memberi lapisan pada gigi tiruan agar bentuknya bisa sesuai dengan jaringan mulut.Â
Yang membedakan antara hard relining dengan soft relining yaitu penambahan lapisan pada metode hard relining dilakukan di luar mulut, sehingga Anda harus melepas gigi palsu terlebih dahulu. Pada metode ini bahan yang digunakan untuk melapisi gigi sifatnya jauh lebih keras.
Meskipun akan membuat Anda merasa sedikit tidak nyaman, biaya perawatan hard relining jauh lebih mahal. Harga mahal yang dikeluarkan akan sebanding karena lapisan tersebut jauh lebih awet dibanding soft relining. Hal itu akan membuat Anda tidak perlu melakukan perbaikan dalam jangka waktu yang lumayan lama.
3. Implan Gigi
Ada banyak sekali jenis gigi palsu yang bisa digunakan. Biasanya orang menggunakan gigi palsu dengan perekat berupa kawat atau akrilik. Jika Anda memilih menggunakan gigi palsu dari bahan kawat atau akrilik dan terasa longgar, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk beralih ke implan gigi.Â
Implan gigi adalah penggunaan gigi palsu yang dipasang atau direkatkan menggunakan sekrup sebagai pengganti akar gigi. Cara ini dirasa paling efektif untuk menghindari gigi palsu goyang di kemudian hari.
Namun sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan gigi palsu implan. Hanya orang-orang dengan kondisi kesehatan gigi dan mulut yang bagus saja yang bisa melakukan metode ini.
4. Menggunakan Lem Gigi
Selain berkunjung ke dokter spesialis gigi Anda juga bisa memperbaiki gigi palsu yang sudah tidak nyaman dengan menggunakan lem gigi. Penggunaan lem gigi dalam bahasa medis disebut dengan denture adhesive. Tentu saja cara ini hanya bisa Anda lakukan apabila tingkat kelonggaran tidak terlalu parah.Â
Cara penggunaan lem gigi sangatlah mudah. Anda tinggal mengoleskan lem gigi dengan bentuk gel ke permukaan gigi palsu atau gusi. Dengan begitu gigi yang goyang bisa langsung teratasi. Namun jangan lupa ikuti aturan pakai yang tertera di kemasan karena masing-masing produk biasanya memiliki aturan pakai yang tidak sama.
Denture adhesive sebaiknya tidak digunakan untuk jangka waktu lama karena kebanyakan lem gigi mengandung zinc fosfat. Zinc fosfat yang menumpuk di dalam rongga mulut bisa memicu masalah gigi lainnya dan meningkatkan risiko keracunan.
Apa Ciri Gigi Palsu yang Mulai Longgar?

Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah gigi palsu sudah mulai longgar atau belum. Biasanya gigi palsu akan terasa tidak pas di dalam mulut dan mudah tergelincir saat sedang mengunyah atau berbicara. Selain itu Anda mungkin mendengar bunyi klik saat sedang makan.Â
Jika Anda mengalami masalah tersebut, pastikan untuk segera mengunjungi dokter gigi. Dokter akan menyarankan perawatan terbaik untuk masalah yang dihadapi entah itu penggunaan lem gigi, gigi palsu harus segera diperbaiki, atau bahkan diganti.
Konsultasi masalah gigi palsu bisa Anda lakukan di Zahara Dental Care. Zahara Dental Care adalah klinik gigi Palembang yang didukung oleh dokter berpengalaman dan peralatan dengan teknologi terbaru. Hubungi kontak kami sekarang juga untuk berkonsultasi lebih lanjut.Â
Telah Diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


