Pernahkah Anda mendengar gigi kecil? Atau bahkan memiliki kondisi ini? Kondisi tersebut juga sebagai microdontia. Microdontia adalah kondisi gigi dengan ukuran sangat pendek dan mungil. Pada umumnya hanya beberapa gigi saja yang mengalami kondisi ini, mungkin hanya 1 atau 2, tidak semuanya.

Kadang ada juga kasus microdontia yang terjadi pada semua gigi. Namun, kondisi ini bisa saja berhubungan dengan keadaan genetik tertentu.

Identifikasi Microdontia

Dilansir dari klikdokter.com, kondisi microdontia biasanya lebih sering terjadi pada gigi tetap dibandingkan gigi sulung. Selain itu, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki. Untuk menegakkan diagnosis microdontia, Anda bisa menjalani pemeriksaan klinis berupa observasi atau prosedur rontgen. 

Anda juga bisa melakukan identifikasi awal gejala kondisi ini. Biasanya, mahkota gigi pada pemilik microdontia lebih kecil dan pendek dibanding dengan ukuran normal. Bentuk gigi microdontia bisa saja seperti gigi normal, bisa juga kerucut. Hanya saja ukurannya lebih kecil.

Apa Saja Penyebab Microdontia?

Hal-hal yang menyebabkan microdontia, Sumber: dentagama.com
Hal-hal yang menyebabkan microdontia, Sumber: dentagama.com

Setidaknya terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab tumbuhnya gigi kecil, diantaranya sebagai berikut: 

1. Paparan Radiasi

Untuk kasus langka microdontia pada semua gigi biasanya berhubungan dengan perawatan medis yang dijalani dalam masa pertumbuhan gigi. Terutama untuk anak-anak yang sedang tumbuh gigi kemudian menjalani perawatan kemoterapi atau radiasi. Selain itu, paparan radiasi juga menimbulkan masalah pertumbuhan lainnya.

2. Ectodermal Dysplasia Syndrome 

Di sisi lain, gigi kecil juga berhubungan dengan pertumbuhan tulang. Kondisi ini bisa saja muncul dengan penyakit lain. Misalnya, sindrom ectodermal dysplasia atau kelainan kromosom. Sindrom ini berpengaruh pada rambut, kulit, kuku, dan juga gigi. Biasanya pengidap sindrom ini memiliki gigi dengan bentuk kerucut.

3. Bibir Sumbing

Drg. Alexander Bryan dari DOKGI Dental Clinic menyatakan bahwa ada kalanya masa kehamilan mengalami gangguan. Hasilnya bayi bisa saja terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Di samping itu, abnormalitas gigi bisa saja terjadi pada area celah mulut. Inilah yang menyebabkan penderita bibir sumbing juga memiliki gigi kecil.

4. Syndrome Rieger

Sindrom ini merupakan salah satu kelainan genetik yang cukup langka. Salah satu tanda seseorang mengidap sindrom ini adalah bentuk mata yang abnormal. Pertumbuhan para pengidap sindrom rieger juga terhambat. Selain itu, sindrom reiger juga menghambat pertumbuhan gigi. Akhirnya mengakibatkan terjadinya tumbuh gigi kecil.

5. Syndrome Williams

Sama seperti sindrom Rieger, kelainan genetik ini juga termasuk langka. Sindrom Williams mempengaruhi tumbuh kembang bentuk dan struktur wajah. Orang yang mengidap sindrom Williams memiliki bentuk wajah yang berbeda. Selain itu, mereka juga memiliki mulut yang lebar dan gigi yang renggang. Sindrom ini juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan gangguan pembuluh darah.

6. Down Syndrome

Anak yang memiliki down syndrome biasanya juga memiliki kondisi microdontia. Berdasarkan studi American Academy of Pediatric Dentistry, pengidap down syndrome biasanya memiliki truly generalized microdontia secara keseluruhan. Bentuk gigi anak pengidap down syndrome biasanya runcing dan pasak. 

7. Syndrome Turner

Sindrom Turner merupakan kelainan genetik yang biasanya diidap oleh perempuan. Para pengidap sindrom Turner biasanya mengalami hambatan pertumbuhan. Sehingga perawakan mereka cenderung pendek dan gigi mereka juga pendek serta renggang. Tidak hanya itu, pengidap sindrom Turner juga mengalami gagal ovarium dan kelainan jantung.

8. Fanconi Anemia

Fanconi Anemia adalah gangguan produksi sel darah merah yang kurang dari batas normal. Pengidap Fanconi Anemia biasanya cepat lelah dan lemas karena kekurangan sel darah. Tidak hanya pada stamina, Fanconi Anemia juga berpengaruh pada kelainan mata, telinga, alat kelamin, hingga gangguan pertumbuhan termasuk gigi kecil.

9. Syndrome Labyrinthine Aplasia, Microtia, and Microdontia (LAMM) dan Ketulian Bawaan

Selain tuli, seseorang yang mengidap sindrom LAMM juga mengalami hambatan pertumbuhan, khususnya pertumbuhan gigi. Mereka biasanya memiliki deretan gigi-gigi kecil dan lebar, telinga luar tidak sempurna bahkan lebih kecil dari biasanya.

Jenis-Jenis Microdontia

Microdontia memiliki beberapa jenis, di antara jenis-jenisnya yakni sebagai berikut:

1. Localize Microdontia/True Microdontia

Jenis berikut ini paling sering ditemukan dibandingkan jenis lainnya. Biasanya terjadi di deretan gigi bagian atas. Pada kondisi ini, gigi yang terdampak hanya satu. Ukuran gigi yang terdampak akan lebih kecil dari gigi lainnya. Hal ini disebabkan ukuran mahkota atau akar gigi yang sangat kecil. Namun ukuran rahang untuk jenis ini adalah normal.

2. Relative Generalised Microdontia

Gigi kecil jenis ini banyak dijumpai pada mereka yang memiliki rahang menonjol atau besar. Rahang yang besar menyediakan banyak ruang untuk gigi. Kondisi demikian membuat gigi terlihat kecil. Maka tak jarang istilah lain untuk jenis microdontia adalah adalah pseudo microdontia atau microdontia palsu. 

3. Truly Generalized Microdontia

Dibandingkan 2 jenis microdontia yang sebelumya, jenis ini termasuk langka. Mengapa? Biasanya gigi yang terdampak hanya 1-2 buah. Namun jenis ini memberikan dampak pada keseluruhan deretan gigi. Sebab ukuran rahang cenderung normal. Namun gigi-gigi memang lebih kecil dan renggang. 

Bagaimana Perawatan Microdontia?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, microdontia tidak membahayakan. Kondisi ini umum terjadi pada beberapa orang. Hanya saja, beberapa orang mungkin tidak nyaman memiliki tumbuh gigi kecil. Lebih tepatnya dengan pertimbangan estetika. Maka berikut beberapa perawatan yang bisa anda lakukan untuk merapikan gigi kecil. 

1. Menggunakan Kawat Gigi

Pasang behel menjadi langkah perawatan mengatasi gigi kecil, Sumber: tigadental.com
Pasang behel menjadi langkah perawatan mengatasi gigi kecil, Sumber: tigadental.com

Tujuan penggunaan kawat gigi untuk microdontia adalah merapikan gigi. Gigi dengan ukuran kecil bisa saja tumbuh dengan renggang. Apalagi jika terjadi karena ukuran rahang yang besar dan menonjol. Celah antara gigi akan membuat makanan tersangkut hingga menjadi karang gigi.

Selain itu, gigi yang renggang juga akan mengganggu keindahan. Maka dari itu, penggunaan kawat gigi dianjurkan jika gigi kecil lebih dari satu gigi.

2. Bonding/Komposit Gigi

Dalam prosedur perawatan ini, dokter gigi membuat permukaan gigi menjadi kasar. Kemudian, bahan resin komposit akan dioleskan pada permukaan gigi. Bahan akan mengeras dengan bantuan cahaya khusus. Setelahnya, bahan tersebut membuat gigi memiliki ukuran normal. Gigi yang sudah mendapat bahan resin akan terlindungi dari keausan yang disebabkan oleh ukuran yang tidak sesuai.

3. Pembuatan Mahkota Gigi

Gigi kecil akan ditutupi dengan mahkota pada prosedur perawatan ini. Tidak hanya sebagian, melainkan seluruh bagian gigi. Untuk melakukan prosedur gigi ini, terkadang perlu mengikis sedikit gigi untuk menyiapkan mahkota. Perawatan ini memiliki beberapa manfaat, seperti rekonstruksi gigi, menyatukan bagian gigi yang retak, menutup implant gigi, melindungi, hingga menguatkan gigi.

4. Melakukan Veneer Gigi

Menjalani perawatan veneer gigi, Sumber: honestteeth.com
Menjalani perawatan veneer gigi, Sumber: honestteeth.com

Biasanya, seseorang menjalani perawatan veneer dengan tujuan untuk memutihkan gigi. Namun veneer gigi bisa juga menjadi perawatan untuk gigi kecil. Prosedurnya adalah dengan mengurangi permukaan gigi lalu mengganti dengan bahan tambal. Biasanya bahan tambal ini sudah dibentuk sebelumnya. Perawatan ini cocok untuk hamper semua jenis microdontia. 

Itulah berbagai penyebab dari tumbuhnya gigi kecil. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa untuk mengatasi kondisi microdontia, salah satu perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan veneer gigi. Nah, bagi Anda yang memiliki kondisi microdontia dan ingin melakukan veneer, maka Anda harus datang ke dokter gigi yang terpercaya.

Klinik dokter gigi Palembang bisa Anda jadikan sebagai solusi untuk permasalahan tersebut. Jadi, jangan sungkan untuk mengkonsultasikan perihal permasalahan gigi kecil dan perawatan veneer Anda kepada kami. Karena kami akan membantu untuk mendapatkan gigi cantik Anda kembali!

Telah Diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp