Efek samping kawat gigi sebenarnya bisa bervariasi tergantung pada kondisi gigi dan cara perawatannya. Beberapa efek samping yang umum terjadi contohnya seperti rasa tidak nyaman atau nyeri pada gigi.
Terutama setelah pemasangan atau penyesuaian kawat. Rasa nyeri yang dirasakan biasanya disebabkan oleh tekanan yang diberikan kawat gigi untuk menggeser posisi gigi supaya berada di tempat yang ideal.
Efek Samping Penggunaan Kawat Gigi

Ada beberapa jenis kawat gigi yang ada di pasaran dengan berbagai karakteristik dan kelebihan yang dimilikinya. Namun, apapun jenis kawat yang dipakai tetap berpotensi menimbulkan efek samping.
Efek samping yang dirasa terkadang tidak terbatas pada bagian gigi dan mulut saja. Berikut ini adalah beberapa efek samping kawat gigi terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan:
1. Nyeri Gigi
Salah satu efek samping pemasangan behel yang banyak dirasakan adalah gigi terasa nyeri. Biasanya efek ini terjadi setelah pemasangan awal atau setiap kali kawat gigi disesuaikan. Rasa nyeri ini terjadi karena tekanan yang diberikan oleh kawat gigi.
Biasanya nyeri akan berlangsung selama beberapa hari hingga seminggu setelah pemasangan behel gigi. Selain karena tekanan, rasa nyeri juga bisa terjadi karena gesekan antara bracket dan bagian dalam mulut.
Untuk mengurangi rasa nyeri biasanya dokter gigi akan menyarankan penggunaan orthodontic wax. Orthodontic wax tersebut berguna untuk melapisi bagian behel yang tajam sehingga tidak menusuk pipi atau gusi.
2. Nyeri Rahang dan Kepala
Salah satu efek samping kawat gigi yang paling umum adalah rasa nyeri pada rahang yang bisa menjalar sampai ke kepala. Rasa sakit tersebut terjadi karena tekanan dari kawat gigi yang terus-menerus menggeser posisi gigi.
Tekanan akan menyebabkan ketegangan pada otot rahang. Tekanan ini juga dapat mempengaruhi saraf di sekitar gigi dan rahang sehingga menimbulkan rasa sakit kepala. Nyeri biasanya muncul setelah behel baru dipasang atau saat kawat gigi dikencangkan.
Beberapa orang mungkin merasakan sensasi pegal pada rahang yang membuat sulit untuk mengunyah makanan. Untuk mengatasi efek samping ini, Anda bisa melakukan pijatan ringan untuk meredakan ketegangan otot.
3. Muncul Sariawan

Saat pertama kali menggunakan kawat gigi mulut butuh waktu untuk beradaptasi dengan keberadaan alat tersebut. Proses adaptasi umumnya akan membuat bibir, pipi, dan gusi bersentuhan langsung dengan kawat atau bracket.
Gesekan yang terus-menerus ini dapat menimbulkan luka kecil atau lecet yang kemudian berkembang menjadi sariawan. Sariawan akibat behel biasanya terasa perih jika digunakan untuk makan atau berbicara.
Kondisi bisa semakin parah jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mengurangi iritasi, Anda bisa menggunakan orthodontic wax. Namun jika kawat yang melukai terlalu panjang dan tajam maka perlu dipotong ke dokter gigi.
4. Resorpsi Akar
Resorpsi akar adalah salah satu efek samping kawat gigi yang perlu Anda waspadai. Resorpsi akar bisa terjadi pada satu atau beberapa gigi sekaligus meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui.
Resorpsi akar lebih sering terjadi jika seseorang menggunakan kawat gigi dalam jangka waktu yang terlalu lama. Jika tidak segera ditangani, resorpsi akar dapat menyebabkan kematian gigi. Pada akhirnya resorpsi akar berisiko menyebabkan kehilangan gigi.
Risiko resorpsi akar akan semakin tinggi jika penderita memiliki penyakit periodontal. Penyakit periodontal yaitu infeksi pada jaringan penyangga gigi. Penyakit ini dapat mempercepat kerusakan akar serta melemahkan struktur gigi secara keseluruhan.
5. Deklasifikasi Gigi
Salah satu efek samping pemasangan behel yang sering terjadi adalah dekalsifikasi gigi. Deklasifikasi gigi adalah kondisi di mana kandungan kalsium dalam gigi berkurang. Deklasifikasi gigi bisa meningkatkan resiko munculnya bercak putih pada gigi.
Oleh karena itu pengguna kawat gigi harus lebih waspada terhadap risiko deklasifikasi. Dekalsifikasi terjadi akibat paparan asam yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut. Bakteri ini berkembang dari sisa makanan dan minuman yang tersangkut di sekitar behel.
Penumpukan plak akibat makanan yang sulit dibersihkan bisa mempercepat proses demineralisasi pada gigi. Namun, risiko ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan gigi secara maksimal.
6. Gigi Berlubang

Jika proses dekalsifikasi tidak ditangani dengan baik, kemungkinan besar gigi Anda akan mengalami gigi berlubang. Karies atau gigi berlubang bisa terjadi lebih cepat jika penggunaan behel berlangsung dalam waktu yang lama namun tidak dirawat dengan baik.
Kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memicu gigi berlubang pada pengguna behel gigi adalah malas menyikat gigi, mengabaikan flossing, dan mengkonsumsi makanan manis terlalu sering.
Kebiasaan buruk seperti itu membuat banyak sisa makanan dan gula menempel di sekitar kawat gigi. Pada akhirnya kotoran yang tertinggal di sela-sela kawat gigi akan menjadi makanan bakteri.
7. Perubahan pada Warna Gigi
Menggunakan behel memang bisa mempengaruhi warna gigi meskipun tidak langsung merubah warna gigi secara permanen. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya penumpukan plak di sekitar kawat gigi dan bracket.
Penumpukan plak tersebut bisa menghambat proses pembersihan gigi. Kondisi ini umumnya terjadi pada kawat gigi yang tidak bisa dilepas pasang. Noda dari makanan dan minuman yang terjebak di sekitar alat ortodontik bisa sulit dibersihkan.
Terutama di area yang tidak terjangkau dengan sikat gigi. Akibatnya, gigi bisa mengalami perubahan warna menjadi kekuningan atau coklat. Biasanya perubahan baru akan disadari setelah perawatan behel selesai.
8. Gigi Kembali Seperti Semula
Salah satu efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan kawat gigi adalah pergerakan gigi kembali ke posisi semula atau relaps. Kondisi ini bisa terjadi jika pasien tidak mengikuti jadwal kontrol rutin dengan dokter gigi.
Ada juga pasien yang mengalami relaps karena tidak mau mematuhi instruksi setelah behel dilepas. Seharusnya setelah behel dilepas Anda masih perlu menggunakan retainer untuk mempertahankan posisi gigi yang sudah diperbaiki.
Jika retainer tidak dipakai dengan teratur, gigi kemungkinan akan kembali ke posisi awal meskipun proses penggunaan behel sebenarnya telah berhasil. Agar hasilnya tidak kembali, retainer gigi sebaiknya dipakai setiap malam hari.
9. Muncul Alergi
Efek samping kawat gigi yang satu ini memang cukup jarang terjadi. Namun pada dasarnya pemasangan kawat gigi memang bisa menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang karena kandungan bahan tertentu pada behel.
Bahan-bahan yang sering digunakan dalam kawat gigi bagi sebagian orang yang sensitif akan memicu munculnya berbagai keluhan. Contohnya seperti pembengkakan gusi (hiperplasia gingiva), radang gusi (gingivitis), iritasi pada bibir, dan rasa logam di mulut.
Ada juga orang yang mengalami cheilitis angular. Cheilitis angular adalah peradangan di sudut mulut. Bagi mereka yang memakai alat ortodontik lepasan yang terbuat dari resin akrilik, reaksi alergi bisa terjadi lebih lambat dan menyebabkan hipersensitivitas tipe IV.
Itulah penjelasan mengenai 9 efek samping penggunaan kawat gigi yang perlu Anda waspadai. Meskipun behel gigi dapat membantu merapikan susunan gigi, perawatannya harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan masalah kesehatan gigi lainnya.

Jika Anda berencana untuk memasang behel atau mengalami efek samping seperti yang telah dijelaskan, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care.
Di Zahara Dental Care, Anda bisa mendapatkan perawatan ortodontik yang aman dan profesional. Selain pemasangan behel, Anda juga bisa melakukan berbagai perawatan gigi lainnya seperti veneer, implan gigi, cabut gigi, dan masih banyak lagi lainnya.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


