Saat mendengar kata gigi bungsu, setiap orang pasti langsung membayangkan rasa nyeri dan operasi gigi bungsu. Kasus gigi bungsu memang tidak jarang terjadi pada kebanyakan orang dewasa. Masalah kesehatan satu ini membutuhkan penanganan khusus seperti dicabut, agar efek gigi bungsu tidak berakibat fatal pada kesehatan Anda.

Gigi bungsu atau juga disebut gigi molar ketiga merupakan gigi yang tumbuh paling terakhir pada manusia dewasa pada umur antara 17 sampai 20 tahun dan pada beberapa kasus terjadi pada usia menjelang 30 tahun. Namun, benarkah setiap gigi bungsu yang tumbuh harus berujung dengan dicabut?

Gigi Bungsu Dicabut atau Tidak?

Sebelum memutuskan untuk mencabut gigi atau tidak dokter pada umumnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu yang dimulai dengan pemeriksaan fisik sampai dengan pemeriksaan rontgen guna mendapatkan sejumlah informasi untuk melakukan analisa yang menentukan penanganan terbaiknya.

Nah, apabila masalah gigi bungsu tersebut tidak bisa terselesaikan hanya dengan pengobatan dan perawatan maka tindakan yang perlu dilakukan adalah pencabutan gigi bungsu. Masalah tersebut ditandai dengan timbulnya rasa nyeri, infeksi dan berpotensi merusak gigi di sebelahnya.

Pada kondisi tertentu gigi bungsu bisa mengalami impaksi, yakni kondisi dimana gigi tumbuh namun tidak mendapatkan cukup ruang. Kondisi ini selanjutnya sangat berpotensi menimbulkan efek gigi bungsu yang tumbuh secara tidak normal, seperti miring atau terjebak di dalam gusi.

Waktu yang tepat cabut gigi, sumber: google.com
Waktu yang tepat cabut gigi, sumber: google.com

Guna menangani hal tersebut sangat disarankan untuk segera memeriksakan gigi bungsu Anda ke klinik gigi terpercaya, seperti Klinik Gigi Zahara Dental Care, dengan tujuan untuk mencabut gigi bungsu yang tumbuh secara tidak normal tersebut secepatnya.

Efek Gigi Bungsu yang Tidak Segera Dicabut

Pencabutan gigi bungsu adalah upaya medis yang dilakukan guna menghindari efek gigi bungsu yang berbahaya bagi kesehatan. Di bawah ini beberapa potensi efek gigi bungsu yang tumbuh secara abnormal yang tidak segera dicabut!

Impkasi Gigi Bungsu

Efek gigi bungsu impaksi ini adalah kondisi dimana gigi tumbuh miring dengan arah yang berbeda-beda. Pertumbuhan gigi yang tidak terarah dan miring ini bisa berakibat pada rusaknya gigi yang ada di sebelahnya dan bisa mempengaruhi saraf dan tulang rahang. Adapun beberapa gejala dari efek satu ini adalah:

  • Gusi tampak bengkak, kemerahan, bahkan bisa bernanah
  • Gusi lunak dan mudah berdarah
  • Sakit pada bagian rahang belakang
  • Timbul bau mulut
  • Sensasi tidak enak pada rongga mulut
  • Kesulitan untuk membuka mulut
  • Rasa nyeri sendi pada bagian depan telinga, yang bisa menjalar hingga kepala.
  • Migrain dan sakit kepala yang tak tertahankan

Masalah Karies

Efek berikutnya adalah karies. Karies sendiri sebenarnya bisa terjadi pada semua jenis gigi yang timbul akibat adanya sisa makanan dan bakteri yang melekat pada permukaan gigi yang dalam rentang waktu yang lama permukaan gigi tersebut dimakan oleh bakteri yang ada pada gigi.

Permukaan gigi akan sangat berpengaruh pada kasus terjadinya karies. Jadi, semakin mudah permukaan gigi tertempeli oleh sisa makanan, maka risiko terjadinya karies pada gigi tersebut akan semakin besar dan tinggi.

Permukaan gigi yang sangat berpotensi akan hal ini adalah gigi yang tumbuh miring, baik itu gigi biasa maupun gigi bungsu. Karena kondisi gigi yang miring ini memungkinkan sisa makanan untuk menempel dan sulit untuk dibersihkan yang berakibat secara langsung pada terjadinya efek karies pada gigi bungsu. Mengerikan bukan?

Efek gigi bungsu gigi terkena karies, sumber: google.com
Gigi terkena karies, sumber: google.com

Masalah Gingivitis

Efek gigi bungsu lain dari gigi bungsu yang tumbuh miring adalah risiko terjadinya gingivitis atau biasa juga disebut dengan radang gusi. Masalah satu ini disebabkan oleh karang gigi yang terakumulasi dan menjadi radang di antara gusi dan gigi.  Di antara gejala yang terjadi adalah gusi berdarah saat menyikat gigi.

Lagi-lagi penyebab terjadinya radang gusi ini adalah posisi gigi bungsu yang tumbuh miring. Lokasi tumbuhnya gigi bungsu umumnya pada bagian yang sulit untuk diakses dan bersihkan, maka tak heran jika terjadi karang gigi akibat dari kebersihan yang tidak terjaga. Makanya, segera mencabut gigi bungsu adalah pilihan tepat yang bisa dilakukan.

Masalah Perikoronitis

Masalah perikoronitis adalah peradangan yang terjadi pada permukaan gigi. Jika masalah gingivitis adalah peradangan yang terjadi pada leher gigi, yakni antara gigi dan gusi maka masalah perikoronitis adalah peradangan yang terjadi pada gusi yang menutupi permukaan gigi yang disebabkan posisi tumbuhnya yang tidak sempurna.

Sebagaimana dijelaskan diatas, posisi tumbuh gigi yang miring menjadi cikal bakal timbulnya banyak masalah pada gigi bungsu. Sebab, posisi miring ini bisa mempermudah  sisa makanan masuk ke dalam lipatan gusi dan gigi. Lebih dari itu, pada kondisi tersebut bakteri juga menjadi lebih mudah berkembang biak.

Seseorang yang mengalami masalah satu ini akan mengeluhkan rasa sakit ketika mengunyah dan pada kondisi tertentu rasa sakit tersebut terkadang akan hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, masalah satu ini tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan medis, karena bisa berakibat fatal.

Masalah Infeksi

Infeksi gigi akan terjadi pada semua gigi yang telah dimasuki oleh bakteri. Kondisi satu ini termasuk satu di antara bahaya gigi yang tumbuh miring. Apabila bakteri yang menempel semakin banyak, maka masalah infeksi juga akan semakin mudah terjadi. Umumnya, infeksi ini terjadi pada gigi yang berlubang.

Gigi termakan bakteri, sumber: google.com
Gigi termakan bakteri, sumber: google.com

Masalah karies adalah pintu masuk awal dan tempat melekatnya bakteri sebelum akhirnya masuk ke saluran akar dan berkembang di ujung akar. Bakteri yang telah menumpuk tersebut akan menginfeksi bakteri, yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Masalah Vertigo

Efek lain dari gigi bungsu yang tidak dicabut adalah terjadinya masalah vertigo. Masalah ini adalah satu di antara tanda khas apabila seseorang mempunyai pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal atau miring. Pada kebanyakan kasus orang yang mengalami vertigo saat memeriksakan kondisinya tidak menemukan adanya penyakit di dalam tubuhnya dan ketika ditelusuri lebih jauh, ternyata disebabkan oleh gigi bungsu.

Gigi bungsu yang posisinya miring memiliki bentuk akar yang beraneka ragam. Akar dari gigi terdiri dari bermacam-macam saraf. Saraf ini dapat sajat terjepit pada ujung akar gigi bungsu. Perawatan yang direkomendasikan adalah pencabutan agar saraf di daerah tersebut tidak tertekan lagi dan masalah vertigo tidak muncul lagi.

Masalah Periodontitis

Masalah periodontitis adalah masalah yang timbul efek dari gigi bungsu selanjutnya yang mana kondisi infeksi gusi yang merusak jaringan dan tulang yang menyokong gigi yang menyebabkan gigi akan lebih mudah copot. Kondisi ini adalah kelanjutan dari radang gusi yang sudah sangat parah. Beberapa tandanya adalah:

  • Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi
  • Pembengkakan gusi yang terasa nyeri dan lunak saat diraba
  • Timbulnya celah antara gigi
  • Keluar nanah yang menyebabkan bau mulut dan sensasi tidak enak dalam mulut
  • Gigi terasa sakit saat menggigit atau mengunyah makanan
  • Gigi tanggal atau copot.
@zaharadental.palembang Yang bingung dengan posisi gigi bungsu, wajib simak video ini !! #cabutgigibungsu #scaling #klinikgigipalembang #klinikgigi #fyppppppppppppppppppppppp #karanggigi #doktergigipalembang #doktergigi #psa #gigibungsu #gigibungsumiring ♬ suara asli – Zahara Dental Care

Nah, itulah beberapa efek gigi bungsu yang dibiarkan atau tidak segera dicabut. Berdasarkan uraian di atas, maka langkah pengobatan yang paling masuk akal yang bisa dilakukan untuk masalah ini adalah dengan mencabut gigi bungsu. Zaharal Dental Care adalah sahabat terbaik masalah gigi di Palembang. Yuk kepoin lebih lanjut di website resmi Zahara Dental Care sekarang juga!

Telah diverifikasi,

Drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp