Gigi yang sehat dan kuat merupakan hal yang sangat penting, akan tetapi kerusakan gigi memang kerap sulit dihindari. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi gigi yang berlubang yaitu dengan menambalnya sedini mungkin.

Setelah prosedur selesai, Anda perlu memahami cara merawat gigi tambal agar tambalan gigi awet dan tidak mudah lepas. Perawatan yang tepat akan melindungi struktur gigi yang tersisa dari kerusakan baru.

Selain kebersihan mulut, ketahanan tambalan juga sangat dipengaruhi oleh pola makan serta jenis tambalan gigi yang digunakan. Untuk kerusakan mahkota yang cukup luas, dokter terkadang mempertimbangkan perbedaan inlay dan onlay sebagai pilihan restorasi selain tambalan langsung.

Cara Merawat Gigi Tambal dan Pantangan Setelah Penambalan

Cara merawat tambalan gigi, Sumber: audydental.com
Cara merawat tambalan gigi, Sumber: audydental.com

Merawat gigi yang ditambal perlu dilakukan secara konsisten, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perawatan setelah tambal gigi yang tepat dapat mencegah kebocoran tepi tambalan serta risiko infeksi berulang.

1. Pahami Berapa Lama Tambalan Gigi Mengeras

Setiap bahan tambalan memiliki waktu pengerasan yang berbeda-beda. Mengetahui berapa lama tambalan gigi mengeras akan membantu Anda berhati-hati dalam menjaga posisi tambalan baru.

Pada metode tambal komposit atau cara merawat gigi tambal laser, bahan tambal umumnya langsung mengeras seketika berkat penyinaran sinar biru khusus. Setelah tahap akhir, dokter juga dapat melakukan tindakan polishing gigi agar permukaan tambalan terasa halus dan nyaman.

Sebaliknya, bahan tambal amalgam membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk mencapai kekuatan optimal. Sementara bahan glass ionomer mulai mengeras setelah beberapa jam, tetapi baru mengeras sempurna setelah 48 jam.

2. Aturan Makan dan Minum Setelah Tambal Gigi

Banyak pasien bertanya apakah setelah tambal gigi boleh makan atau minum. Pada dasarnya, Anda disarankan menunggu hingga pengaruh obat bius lokal benar-benar hilang sebelum mulai mengunyah makanan.

Mulut yang masih kebas akibat anestesi berisiko membuat lidah atau pipi bagian dalam tergigit tanpa sadar. Jika merasa haus atau lapar, pilihlah minuman bersuhu sedang atau makanan lunak seperti bubur dan yogurt.

Gunakan sisi mulut yang berlawanan untuk mengunyah selama masa pemulihan awal. Jika Anda baru saja memasang tambalan sementara atau menjalani perawatan tambalan gigi depan, hindari memakai gigi tersebut untuk menggigit langsung.

3. Hindari Makanan dan Minuman Bersuhu Ekstrem

Makanan bersuhu panas, Sumber: detik.com
Makanan bersuhu panas, Sumber: detik.com

Gigi yang baru ditambal biasanya mengalami tingkat sensitivitas yang meningkat selama beberapa hari pertama. Oleh sebab itu, hindari konsumsi makanan yang terlalu panas maupun minuman yang sangat dingin.

Suhu ekstrem dapat memicu ngilu tajam pada saraf gigi di bawah tambalan. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, perubahan suhu drastis juga dapat memengaruhi ikatan antara bahan tambal dan email gigi.

Untuk beberapa hari pertama pasca tindakan, prioritaskan makanan dan minuman dengan suhu ruangan agar proses adaptasi gigi berlangsung lancar.

4. Patuhi Pantangan Makanan Keras, Kenyal, dan Lengket

Salah satu pantangan setelah tambal gigi permanen adalah mengonsumsi makanan yang keras, kenyal, atau bertekstur lengket. Contohnya meliputi permen karamel, es batu, kacang keras, serta olahan tepung yang sangat kenyal.

Tekanan kuat dari makanan keras berisiko membuat tambalan retak atau pecah seketika. Sementara makanan lengket bisa menarik bahan tambalan hingga terlepas dari kavitas gigi.

Bila Anda menerapkan cara merawat tambalan gigi depan agar awet, jangan gunakan gigi depan untuk merobek kemasan atau menggigit benda padat. Tetap jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara perlahan dan rutin menggunakan benang gigi.

5. Hindari Kebiasaan Merokok dan Minuman Beralkohol

Merokok dan mengonsumsi alkohol setelah perawatan gigi dapat mengganggu proses pemulihan jaringan di sekitar gigi yang dirawat. Paparan zat kimia dari rokok juga dapat memicu perubahan warna pada tepi bahan tambal komposit.

Selain membuat tambalan cepat kusam, kebiasaan ini juga menurunkan kelembapan alami rongga mulut sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan ini akan menjaga tambalan tetap bersih dan awet.

6. Pastikan Tambalan Gigi Tidak Terasa Mengganjal

Setelah prosedur selesai, dokter gigi akan mengecek oklusi atau gigitan Anda. Namun, jika setelah efek bius hilang Anda merasakan tambalan gigi terasa mengganjal, jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut.

Ketinggian tambalan yang tidak seimbang dapat memicu beban kunyah berlebih sehingga menyebabkan gigi geraham terasa nyeri saat mengatupkan mulut. Tekanan konstan ini bahkan dapat membuat bahan tambal pecah sebelum waktunya.

Keluhan habis tambal gigi terasa mengganjal juga dapat membebani sendi rahang dan memicu gangguan pada sendi temporomandibular. Segera kunjungi dokter gigi kembali untuk dilakukan penyesuaian ketinggian secara cepat dan tanpa rasa sakit.

7. Batasi Asupan Makanan Manis dan Asam

Bakteri penyebab plak sangat menyukai sisa gula dari makanan manis yang tertinggal di sela gigi. Asam yang dihasilkan oleh bakteri tersebut berisiko merusak struktur gigi asli di sekeliling batas tambalan.

Bila lubang gigi sebelumnya sudah sangat dekat ke pulpa dan dibiarkan mengalami karies sekunder, kondisi ini bisa memicu peradangan hebat hingga saraf gigi mati. Batasi konsumsi minuman bersoda, permen, dan jus buah yang terlalu asam.

Setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, biasakan berkumur dengan air putih untuk membantu menetralkan tingkat keasaman di dalam rongga mulut.

8. Hindari Penggunaan Obat Kumur Beralkohol

Obat kumur non alkohol, Sumber: Makanan bersuhu panas, Sumber: liputan6.com
Obat kumur non alkohol, Sumber: liputan6.com

Mouthwash atau obat kumur memang efektif membantu membersihkan area mulut yang sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi. Meski demikian, Anda harus cermat dalam memilih produk pembersih mulut harian.

Obat kumur dengan kandungan alkohol tinggi dapat mempercepat degradasi ikatan resin komposit dan memicu perubahan warna tambalan. Pilihlah obat kumur bebas alkohol yang mengandung fluoride untuk membantu memperkuat enamel gigi di sekitar tambalan.

9. Segera Kontrol ke Dokter Gigi Jika Mengalami Masalah

Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan untuk mengecek integritas tambalan gigi Anda. Dokter gigi akan memastikan tidak ada celah mikro atau karies baru yang terbentuk di balik tambalan.

Jika Anda merasakan sensasi tajam di lidah, tambalan terasa retak, goyang, atau nyeri berdenyut saat mengunyah, segera buat janji temu dengan dokter gigi. Penanganan awal akan mencegah kerusakan struktur gigi bertambah parah.

Itulah panduan lengkap mengenai cara merawat tambalan gigi agar tetap kuat dan tahan lama. Untuk konsultasi dan perawatan tambal gigi profesional, Anda dapat mengunjungi Zahara Dental Care. Kami adalah klinik gigi Palembang yang didukung oleh dokter gigi berpengalaman serta peralatan modern.

Telah Diverifikasi,

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp