Tahukah Anda? Meski sudah mengikuti tata cara menyikat gigi yang benar, hal tersebut belum tentu mampu menggapai seluruh sudut atau celah di antara gigi, sehingga berpotensi meninggalkan sisa makanan yang mungkin terselip pada sela-sela gigi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menambahkan langkah pembersihan dengan menggunakan benang gigi.

Langkah membersihkan gigi ini tentunya bertujuan agar kondisi kesehatan gigi tetap terjaga dari kumpulan bakteri dan kotoran yang berasal dari sisa makanan. Sisa makanan yang masih menempel biasanya akan membentuk menjadi plak gigi. Sebisa mungkin hal ini dihindari karena proses menghilangkan plak gigi tidaklah mudah.

Untuk mencegah plak ataupun karang gigi terutama yang berada pada sela-sela gigi, ada satu cara yang dapat Anda pertimbangkan yaitu dengan flossing dengan menggunakan benang khusus sebagai alat bantu membersihkannya. Namun, penggunaannya tidak bisa sembarangan. Jika tidak digunakan dengan tepat, bisa-bisa menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi.

Apa itu Benang Gigi dalam Tahap Flossing

Bentuk benang yang digunakan untuk membersihkan sela gigi, Sumber: youtube.com
Bentuk benang yang digunakan untuk membersihkan sela gigi, Sumber: youtube.com

Flossing dapat diartikan sebagai suatu langkah dalam membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan yang menempel dan sulit dikeluarkan jika hanya menggunakan sikat gigi. Cara melakukan flossing adalah dengan menggunakan benang khusus atau yang disebut juga dengan dental floss. Biasanya tahap ini dilakukan setelah proses menyikat gigi.

Tujuan melakukan pembersihan gigi dengan teknik flossing dengan menggunakan benang gigi adalah untuk mencegah kerusakan yang disebabkan dari plak-plak gigi yang berasal dari penumpukan sisa makanan yang tidak mampu dijangkau ketika sedang menyikat gigi. Penggunaan benda khusus ini dalam teknik flossing dapat menjangkau seluruh permukaan gigi secara maksimal.

Sebenarnya terdapat banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan flossing gigi. Misalnya seperti dapat mengurangi risiko terhadap penyakit gusi ringan atau gingivitis dan lain sebagainya. Namun, sayangnya masih banyak orang yang melewatkan tahap pembersihan ini.

Perlu diketahui bahwa benang yang digunakan dalam tahap flossing merupakan benang khusus dan berbeda dengan benang jahit pada umumnya. Untuk memperolehnya, Anda bisa membeli benda pembersih ini di apotik terdekat, toko obat, ataupun pasar swalayan yang menyediakan peralatan pembersih gigi. Terdapat berbagai jenis merek, warna, dan bentuk kemasan. Jadi, pastikan Anda memilih produk dengan kualitas yang baik.

Sebelum membeli benang pembersih sela gigi, Anda juga harus mengetahui jenis-jenisnya. Setidaknya ada dua jenis benang yang umumnya digunakan untuk proses flossing yaitu nilon multifilamen dan PTFE (monofilamen). Kedua jenis benang ini memiliki kualitas yang setara baiknya. Namun, jenis yang berbahan monofilamen lebih banyak digunakan sebab lebih licin dan lebih mudah untuk digerakan di antara sela-sela gigi.

Deretan Manfaat Menggunakan Benang Gigi yang Perlu Anda Ketahui

Melakukan tahap membersihkan gigi dengan teknik flossing menggunakan benang gigi memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan dalam upaya menjaga kesehatan gigi. Diantara beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut:

1. Mencegah Pembentukan Plak Gigi

Plak merupakan lapisan biofilm lengket pada permukaan gigi yang berasal dari bakteri dan sisa-sisa makanan. Apabila plak tersebut tidak dibersihkan dengan teknik yang benar, maka lama kelamaan plak tersebut akan menumpuk dan mengeras sehingga membentuk karang gigi. Tujuan dilakukannya flossing gigi secara teratur adalah untuk mencegah terjadinya penumpukan plak pada sela-sela gigi tersebut.

2. Menghindari Kondisi Gigi dan Gusi yang Rusak

Salah satu tanda bahwa gigi dalam kondisi tidak baik adalah ketika terdapat gigi yang berlubang. Salah satu penyebab gigi bisa berlubang adalah dari sisa makanan yang masih menyangkut di sela-sela gigi.

Meskipun sudah rutin dalam menyikat gigi, tapi apabila sisa makanan tersebut berada di sela-sela gigi, tentu membersihkannya tidak cukup jika hanya mengandalkan sikat gigi. Oleh karena itu, dibutuhkan tahap berikutnya yaitu dengan menggunakan benang gigi yang bisa menjangkau area-area pada sela-sela untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel.

3. Mencegah Bau Mulut

Pencegahan timbulnya bau mulut dengan melakukan flossing, Sumber: klikdokter
Pencegahan timbulnya bau mulut dengan melakukan flossing, Sumber: klikdokter

Dengan melakukan flossing atau dental floss, Anda dapat mencegah terjadinya bau mulut. Kenapa bisa begitu? Sebab salah satu penyebab bau mulut adalah karena terdapat sisa makanan yang tertinggal diantara sela-sela gigi sehingga sisa makanan tersebut membusuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Waktu yang Tepat Untuk Flossing Gigi

Menurut rekomendasi dari American Dental Association (ADA), seseorang yang ingin mendapatkan kondisi gigi yang sehat dianjurkan untuk membersihkan sela-sela dengan menggunakan benang gigi setidaknya sehari sekali.

Anda bisa melakukan tahap pembersihan sela-sela gigi ini di pagi hari setelah membersihkan gigi dengan cara menyikat gigi, atau Anda juga bisa memilih waktu di malam hari sebelum tidur. Pada prosesnya, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan benang gigi tersebut agar tidak terjadi kerusakan pada gigi maupun gusi. Untuk itulah Anda juga perlu mengetahui tata cara membersihkan gigi melalui teknik flossing.

Tata Cara Flossing Menggunakan Benang Gigi yang Tepat

Teknik flossing dengan benang gigi, Sumber: tribunpalu
Teknik flossing dengan benang gigi, Sumber: tribunpalu

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak membahayakan bagi kondisi gigi, Anda perlu mengetahui tata cara dalam menggunakan benang gigi dalam teknik flossing. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda praktikan dalam membersihkan sela-sela gigi.

  • Potong benang gigi kurang lebih 45 cm, lalu lingkarkan ke salah satu jari di masing-masing tangan Anda.
  • Genggam benang tersebut dengan erat di antara ibu jari dan jari telunjuk dengan sekitar 2,5 cm benang di antara. Pastikan benang gigi tidak longgar.
  • Selipkan benang ke sela-sela gigi, lalu goyangkan benang tersebut dengan lembut untuk memandu benang di antara gigi. Perlu diperhatikan bahwa jangan sampai benang terlu menekan ke area gusi.
  • Ketika benang gigi telah mencapai garis gusi, lengkungkan ke dalam ‘bentuk C’ pada gigi sampai Anda merasakan tahanan.
  • Pegang benang pada gigi. Gosokkan secara perlahan sisi gigi, pindahkan benang dan jauhkan dari gusi. Ulangi tahap tersebut di sisi sela-sela gigi lainnya.
  • Saat menggunakan benang gigi, usahakan untuk mempertahankan pola yang teratur. Dimulai dari bagian atas kiri hingga ke kanan, kemudian pindah ke bagian bawah kiri hingga ke kanan. Dengan begitu, proses pembersihan gigi akan jauh lebih maksimal.

Apabila Anda belum memiliki pengalaman dalam melakukan flossing gigi, maka Anda tidak perlu khawatir. Sebab, ini adalah cara yang aman dalam membersihkan gigi selain dengan menyikatnya. Teknik flossing juga tidak menimbulkan rasa sakit pada gigi dan gusi asalnya mengikuti cara yang sudah dianjurkan.

Namun, apabila Anda mengalami hal yang tidak diinginkan misalnya seperti pendarahan pada gusi akibat flossing gigi, maka hendaknya Anda langsung berkonsultasi kepada dokter gigi terpercaya untuk dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan efek berkelanjutan.

Jika Anda membutuhkan perawatan gigi yang lebih intensif, maka Anda tidak bisa mengandalkan flossing saja. Solusi yang terbaik adalah dengan mendatangi klinik gigi untuk menjalani perawatan gigi yang lebih optimal dalam rangka mengembalikan kondisi gigi seperti semula.

Telah diverifikasi,

Drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp