Awalnya gigi berlubang biasanya ditandai dengan rasa ngilu yang sangat hebat dan terjadi secara tiba-tiba. Biasanya orang tidak menyadari terbentuknya gigi berlubang, namun tiba-tiba merasakan sakit secara mendadak. Padahal ada banyak sekali bahaya gigi berlubang jika tidak segera diatasi.
Sebenarnya gigi berlubang tidak terjadi secara tiba-tiba, akan tetapi terbentuk dalam waktu yang cukup lama bahkan ada yang sampai 1 tahun. Namun gejala yang timbul tidak disadari. Gigi akan jauh lebih cepat rusak dengan kebiasaan buruk, misalnya seperti jarang menyikat gigi dan terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis.
Kebanyakan masyarakat kurang peduli terhadap kesehatan gigi dan jarang periksa rutin ke dokter gigi. Biasanya penanganan baru dilakukan apabila gigi sudah terasa nyeri karena membuat tidak nyaman. Jika ditangani lebih awal, maka gigi berlubang tidak akan menyebabkan komplikasi lebih lanjut.
Apa Bahaya Gigi Berlubang?

Gigi berlubang merupakan penyakit yang banyak menyerang anak-anak, namun orang dewasa yang kurang memperhatikan kesehatan gigi juga sering mengalaminya. Padahal gigi berlubang yang tidak segera mendapat penanganan bisa memicu berbagai masalah lain.
Berikut ini adalah bahaya gigi berlubang yang tidak segera mendapatkan perawatan dari dokter gigi.
1. Rasa Nyeri yang Semakin Hebat
Gigi berlubang yang dibiarkan lama-kelamaan akan menimbulkan rasa sakit yang semakin hebat. Bahkan dalam kondisi parah yang mana lubang sudah cukup besar, maka obat pereda nyeri sekalipun tidak akan efektif untuk menghilangkan rasa sakitnya.
Rasa sakit tidak hanya terjadi pada area gigi yang berlubang saja, akan tetapi bisa menjalar sampai ke gusi yang ada di sekitarnya dan tidak jarang juga menyebabkan nyeri kepala. Memang rasa sakit tersebut bisa datang dan bertahan selama beberapa detik lalu menghilang.
Meskipun demikian, apabila tidak ditangani maka akan datang lagi dengan rasa yang lebih nyeri daripada sebelumnya.
2. Abses Gigi

Bahaya gigi berlubang yang kedua yaitu memicu munculnya abses gigi. Gigi berlubang bisa menimbulkan infeksi yang menyebar sampai ke jaringan lunak pulpa, mulut, atau bahkan rahang. Dalam kondisi yang sudah parah, infeksi tersebut bisa memicu abses atau kantong yang isinya nanah.
Abses gigi biasa ditemukan di sekitar gigi dan gusi. Penyebab utama dari kondisi ini adalah bakteri yang terakumulasi di dalam rongga mulut. Bakteri masuk lewat lubang atau retakan gigi, dan akhirnya memicu peradangan dan pembengkakan di bagian ujung akar.
Gejala yang biasa ditimbulkan oleh abses gigi yaitu demam, gusi bengkak, sakit yang menyebar sampai ke telinga, rahang, dan leher. Tentu saja abses gigi bisa membuat Anda kesulitan mengunyah makanan karena rasa nyeri yang tak tertahankan.
Penanganan untuk abses gigi yaitu mengeluarkan nanah dengan membuat sayatan kecil lalu membersihkan area tersebut agar pembengkakan bisa berkurang. Jika tidak dilakukan tindakan pengeluaran nanah, bisa juga diresepkan obat antibiotik apabila infeksi sudah menyebar.
3. Kerusakan Saraf
Bahaya gigi berlubang jika dibiarkan yang jarang orang ketahui yaitu bisa menyebabkan kerusakan saraf. Di bagian tengah-tengah gigi terdapat sebuah lubang kecil tempat pembuluh darah dan saraf berada.
Apabila terjadi pembusukan yang telah mencapai saraf gigi, maka Anda akan merasakan rasa sakit. Semakin dalam lubang, maka rasa sakit akan terasa setiap waktu. Pada situasi ini, biasanya kebanyakan orang langsung mencari obat atau datang ke dokter untuk meminta konservasi gigi.
Padahal kondisi tersebut sebenarnya sudah terlambat, karena saraf gigi sudah mulai mati. Jadi sebelum dilakukan penambalan, dokter akan melakukan perawatan. Namun jika tidak memungkinkan untuk ditambal, dokter bisa juga mencabut gigi tersebut.
4. Gigi Terbelah
Mungkin belum banyak yang membahas hal ini, akan tetapi tahukah Anda bahwa bahaya gigi berlubang yang tidak disangka-sangka yaitu bisa membuat gigi terbelah. Kondisi ini tidak akan terjadi apabila gigi masih utuh dan sehat.
Jika gigi telah membusuk atau sudah berlubang dalam jangka waktu yang cukup lama, maka akan rentan sekali terjadinya gigi terbelah atau patah. Biasanya hal ini terjadi ketika Anda mengunyah makanan dengan tekstur keras atau tidak membersihkan gigi dengan baik, sehingga banyak sisa makanan tertinggal.
Sebaiknya apabila gigi sudah mulai berlubang atau munculnya pembusukan Anda harus membatasi konsumsi gula, menyikat gigi secara rutin minimal dua kali sehari, menggunakan pasta gigi berfluoride, melakukan flossing gigi, dan berkumur setelah selesai makan.
Upaya tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi kerusakan yang semakin parah sebelum Anda membuat janji temu dengan dokter gigi.
5. Gigi Mati

Bahaya gigi berlubang yang tidak segera diatasi yaitu bisa membuat gigi mati atau non-vital. Gigi yang telah mati ditandai dengan rasa nyeri tiba-tiba hilang dan sudah tidak sakit sama sekali padahal lubang tersebut masih belum mendapat penanganan dari dokter.
Itu bisa terjadi jika gigi berlubang yang tadinya sakit sudah mati. Hal ini disebabkan karena jaringan pulpa yang sudah terinfeksi bisa berkembang menjadi pulpitis dan akhirnya berakibat pada kematian pulpa.
Untuk mengobati gigi mati, dokter akan melakukan perawatan endodontik. Tindakan untuk pengobatan bisa saja berupa perawatan saluran akar, menambal gigi setelah infeksi diobati, atau perawatan lain yang direkomendasikan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Karena gigi mati biasanya sudah cukup rapuh biasanya dokter akan menyarankan pemasangan mahkota gigi. Jika tidak memungkinkan dilakukan penambalan atau pemasangan mahkota gigi, mungkin saja dokter akan mencabut gigi tersebut.
6. Mempengaruhi Struktur Rahang
Bahaya gigi berlubang yang tidak segera diobati ke dokter untuk jangka waktu yang cukup lama yaitu akan membuat infeksi semakin menyebar. Selain menyerang gigi sehat lainnya, gigi berlubang yang dibiarkan juga akan berpengaruh terhadap gusi.
Tanpa pengobatan yang tepat, gigi berlubang bisa menyebabkan kerusakan pada tulang rahang. Biasanya ini terjadi saat gigi sudah mulai membusuk dan akhirnya patah atau ompong.
Ruang kosong yang tadinya menjadi tempat gigi yang sudah busuk dan patah bisa membuat gigi lain bergeser. Pergeseran tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi struktur gigi dan juga rahang.
7. Sepsis
Gigi berlubang sangat mungkin menjadi sarang bakteri dan bakteri tersebut bisa masuk ke aliran darah hingga akhirnya menimbulkan infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh gigi berlubang disebut dengan sepsis.
Sepsis adalah kondisi di mana tubuh melawan infeksi secara tidak terkontrol sehingga bisa merusak jaringannya sendiri. Dalam kondisi terburuk sepsis bisa berubah menjadi syok septik yang berakibat fatal terhadap organ tubuh manusia.
Satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir bahaya gigi berlubang yaitu dengan mengunjungi dokter gigi. Tidak ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan gigi yang sudah terlanjur berlubang.
Dokter mungkin akan melakukan penambalan jika hal itu masih memungkinkan, namun tidak menutup kemungkinan juga gigi tersebut akan dicabut atau melakukan perawatan lainnya. Pengobatan gigi berlubang harus dilakukan di klinik atau rumah sakit yang ditangani oleh dokter gigi.
Anda tidak boleh berobat ke tukang gigi karena hal itu akan menimbulkan resiko terhadap kesehatan gigi dan tubuh secara keseluruhan. Salah satu pilihan terbaik untuk mengatasi gigi berlubang agar tidak mendapat resiko dari bahaya gigi berlubang yaitu dengan berobat ke dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care.
Di sini Anda bisa melakukan berbagai macam pengobatan dan perawatan gigi dan mulut dengan dokter profesional yang ada di bidangnya.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


