Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dengan rahang terasa pegal, sakit kepala, atau bahkan gigi yang terasa nyeri? Jika iya, kemungkinan besar mengalami bruksisme atau kondisi tanpa sadar menggertakkan gigi saat tidur.
Kondisi ini sering tidak disadari oleh penderitanya tetapi dampaknya bisa sangat merugikan kesehatan gigi dan mulut. Meski terlihat sepele, bruksisme dapat menyebabkan berbagai masalah jangka panjang. Mulai dari mengikiskan permukaan gigi, membuatnya menjadi lebih sensitif, retak bahkan patah.
Pada dasarnya terdapat berbagai faktor yang bisa memicu terjadinya bruksisme mulai dari stres dan kecemasan, kebiasaan tidur tertentu hingga masalah medis. Lantas apa alasan menggertakkan gigi saat tidur serta solusi efektif yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut?
6 Penyebab Menggertakkan Gigi saat Tidur

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika bruksisme adalah masalah umum yang mempengaruhi banyak orang. Meski sering tidak disadari, memahami penyebab dibaliknya adalah langkah pertama untuk mengatasinya. Secara garis besar ini dia beberapa penyebab utama mengapa Anda mengalami kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur.
1. Stres dan Kecemasan
Stres adalah salah satu penyebab paling umum dari bruksisme. Saat Anda mengalami tekanan emosional, tubuh secara tidak sadar mencoba melepaskan ketegangan tersebut. Gerakan menggerakkan gigi adalah salah satu respon fisik terhadap stres.
Otot rahang akan tegang dan saat Anda tidur ketegangan ini dilepaskan melalui gerakan menggesekkan gigi. Kecemasan baik yang disebabkan oleh pekerjaan masalah pribadi atau kekhawatiran lainnya dapat memicu terjadinya bruksisme.
Jadi jika Anda sering merasa cemas tubuh mungkin akan tegang sepanjang hari. Kebiasaan menggerakkan gigi di malam hari bisa menjadi salah satu cara respons tubuh untuk melepaskan energi yang terkumpul.
2. Kebiasaan atau Faktor Psikologis Tertentu
Penyebab menggertakkan gigi saat tidur selanjutnya yang jarang diketahui adalah faktor psikologis dan kebiasaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian tertentu lebih rentan terhadap bruksisme.
Orang-orang yang memiliki kepribadian kompetitif, hiperaktif, atau agresif cenderung memiliki risiko lebih tinggi. Hal ini sering dikaitkan dengan peningkatan stres dan ketegangan emosional yang memicu bruksisme.
Selain itu faktor psikologis seperti depresi, frustasi, dan kemarahan yang tidak tersalurkan juga dapat memicu kebiasaan ini. Menggertakkan gigi saat tidur bisa menjadi manifestasi fisik dan emosi yang tidak diungkapkan secara tidak sadar.
3. Gangguan Tidur
Bruksisme sering terjadi bersamaan dengan gangguan tidur lainnya. Salah satu kondisi yang paling sering dikaitkan adalah sleep apnea obstruktif atau kondisi dimana pernapasan berhenti dan mulai kembali secara berulang.
Ketika tubuh berusaha membuka jalan nafas maka otot-otot rahang akan bekerja keras yang bisa memicu terjadinya gerakan menggertakkan gigi ketika tidur. Selain itu mendengkur dan berbicara dalam tidur juga bisa meningkatkan kemungkinan bruksisme. Jadi jika mengalami gangguan tidur ada kemungkinan bruksisme adalah salah satu penyebabnya.
4. Maloklusi atau Gigi yang Tidak Sejajar

Terkadang masalah fisik pada mulut juga dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya menggertakkan gigi saat tidur. Jika gigi tidak sejajar dengan benar atau mengalami maloklusi, rahang akan mencoba mencari posisi yang nyaman secara tidak sadar.
Hal inilah yang menyebabkan gerakan menggesekan gigi saat tidur. Selain itu gigi yang hilang, tambalan tidak rata atau bahkan mahkota gigi yang terlalu tinggi juga bisa menjadi beberapa faktor penyebab yang jarang diketahui.
Tujuan dari gerakan menggertakkan gigi ini bisa jadi merupakan upaya tubuh untuk menggiling permukaan gigi agar menjadi lebih rata. Meski demikian gerakan ini justru dapat merusak gigi dan sendi rahang.
5. Faktor Usia
Kondisi bruksisme sering terjadi pada anak-anak. Namun menurut para ahli sekitar 15% hingga 30% anak-anak menggertakkan gigi mereka saat tidur. Sedangkan pada sebagian besar kasus kebiasaan ini akan hilang seiring bertambahnya usia, terutama setelah gigi susu tanggal, dan digantikan oleh gigi permanen.
Sedangkan pada beberapa orang, bruksisme dapat berlanjut hingga dewasa. Jadi jika kebiasaan ini terus berlanjut hingga dewasa bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih mendalam seperti stres kronis atau gangguan tidur yang memerlukan perhatian medis.
6. Kondisi Medis Tertentu
Selain beberapa hal di atas, kondisi medis tertentu juga bisa menjadi salah satu penyebab atau memperburuk kondisi bruksisme. Gangguan neurologis langka seperti penyakit Huntington dan Parkinson diketahui bisa memicu gerakan menggertakkan gigi saat tidur.
Selain itu GERD juga memiliki kaitan erat dengan bruksisme. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat memicu respon tubuh untuk menekan otot-otot di sekitar tenggorokan dan juga dapat mempengaruhi otot rahang.
Cara Menghilangkan Kebiasaan Menggertakkan Gigi saat Tidur

Jika Anda mengalami kondisi bruksisme, tidak perlu merasa khawatir. Sebab terdapat beberapa cara efektif yang bisa diterapkan untuk membantu menghilangkan kebiasaan ini. Berikut beberapa panduan lengkap untuk mengatasi bruksisme dan melindungi senyum Anda.
1. Gunakan Mouth Guard atau Pelindung Gigi
Cara paling umum dan efektif untuk melindungi gigi Anda dari kerusakan akibat bruksisme adalah dengan menggunakan pelindung gigi saat tidur. Mouth guard adalah alat yang dibuat khusus oleh dokter gigi, terbuat dari bahan akrilik atau resin lunak.
Tujuan utama dari penggunaan mouth guard adalah sebagai bantalan antara gigi atas dan bawah. Alat ini mencegah kontak langsung antar gigi sehingga mengurangi tekanan dan gesekan saat Anda menggertakkan gigi.
Meski pelindung gigi tidak menyembuhkan bruksisme, tapi alat ini efektif untuk mencegah kerusakan gigi seperti retak atau aus. Mouth guard akan disesuaikan dengan bentuk rahang Anda yang dapat memberikan kenyamanan optimal dan perlindungan maksimal.
2. Relaksasi dan Lakukan Manajemen Stres
Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika stres dan kecemasan adalah pemicu utama bruksisme. Mengelola stres adalah langkah penting untuk menghentikan kebiasaan ini. Cobalah praktik relaksasi sebelum tidur seperti meditasi, yoga ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
Teknik pernafasan dalam juga bisa sangat membantu. Fokus pada pernapasan perut, hirup nafas perlahan melalui hidung, tahan sejenak kemudian hembuskan perlahan melalui mulut. Selain itu cobalah untuk menciptakan rutinitas tidur yang menyenangkan.
Hindari aktivitas yang bisa memicu stres atau kecemasan sebelum tidur. Baik itu pekerjaan atau menggunakan gadget. Alihkan perhatian Anda pada kegiatan yang membuat rileks seperti membaca buku atau mandi air hangat.
3. Konsumsi Minuman dan Makanan yang Tepat
Beberapa jenis makanan dan minuman dapat memicu bruksisme. Hindari konsumsi kafein dan alkohol, terutama beberapa jam sebelum tidur. Kafein dapat meningkatkan aktivitas saraf dan membuat otot-otot tegang. Sedangkan alkohol dapat mengganggu pola tidur dan memperburuk bruksisme.
Sebagai gantinya pilihlah minuman herbal yang menenangkan seperti teh kamomil yang bisa membantu lebih rileks. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan magnesium juga dapat membantu karena mineral ini berperan penting dalam merelaksasikan otot.
4. Konsultasi dengan Dokter Gigi
Jika kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur tidak membaik dengan cara-cara di atas, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi Anda dan menentukan tingkat kerusakan yang terjadi.
Dokter akan menyarankan solusi yang lebih spesifik seperti penyesuaian gigi atau tambalan yang tidak rata. Dalam beberapa kasus dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk menemui spesialis ahli saraf. Terutama jika bruksisme disebabkan oleh kondisi medis lain.

Jika Anda dan orang terdekat mengalami masalah menggertakkan gigi saat tidur dan khawatir akan dampaknya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi Palembang. Zahara Dental Care adalah klinik gigi terpercaya di Palembang yang siap membantu Anda mengatasi berbagai permasalahan gigi.
Dengan tim profesional dan layanan komprehensif, kami akan memberikan diagnosis akurat dan solusi terbaik untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Kunjungi kami sekarang juga dan dapatkan senyum yang sehat dan bebas nyeri.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


