Ada beberapa jenis penyakit mulut yang sebaiknya Anda waspadai karena bisa berdampak serius terhadap kesehatan. Mulut bukan hanya pintu masuk makanan, tetapi juga tempat berkembangnya berbagai bakteri yang bisa memicu infeksi.
Saat infeksi mulut terjadi, proses penyembuhannya cenderung lebih rumit dan memakan waktu lebih panjang. Kondisi ini dapat mempengaruhi kenyamanan hidup, karena nyeri, bengkak, atau luka di mulut bisa menyulitkan aktivitas seperti makan, minum, dan berbicara.
Jenis Penyakit Mulut yang Perlu Anda Waspadai
Ketika mulut sedang sakit, makan terasa tidak nyaman, berbicara menjadi sulit, dan rasa nyeri yang terus-menerus bisa menurunkan mood maupun konsentrasi. Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit mulut yang perlu Anda waspadai:
1. Sariawan

Sebagian besar orang tentu saja pernah mengalami sariawan, atau dalam istilah medis dikenal sebagai stomatitis pada mulut. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya luka kecil pada bagian pipi, bibir, gusi, atau lidah yang terasa perih.
Meskipun sariawan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 hingga 4 minggu, rasa sakit yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu. Penyebab sariawan pada mulut sangat beragam.
Mulai dari tergigit gigi sendiri, menyikat gigi terlalu keras, penggunaan kawat gigi atau gigi palsu, iritasi, kekurangan nutrisi, infeksi, hingga efek samping dari penggunaan obat tertentu. Jika luka sariawan tidak kunjung sembuh, biasanya dokter akan meresepkan obat topikal.
Untuk mencegah sariawan, penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari, menjaga kebersihan rongga mulut secara rutin, dan membatasi makanan pedas.
2. Gusi Berdarah

Gusi berdarah adalah jenis penyakit mulut yang biasanya disebabkan oleh adanya peradangan akibat efek samping dari penyakit tertentu. Umumnya penyakit yang satu ini bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan.
Namun apabila terjadi secara terus-menerus, bisa jadi hal ini merupakan tanda adanya penyakit lain. Gusi berdarah biasanya disertai dengan beberapa gejala lain seperti sariawan, bau mulut dan munculnya benjolan pada gusi.
Gusi berdarah yang disebabkan oleh gangguan pembekuan darah bisa menimbulkan gejala lain seperti mimisan dan adanya darah pada tinja maupun urine. Sedangkan gusi berdarah yang disebabkan oleh penyakit periodontitis biasanya disertai dengan rasa sakit.
Untuk mengetahui penyebab pasti dari gusi berdarah yang Anda alami biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik pada gusi Anda. Namun jika diperlukan, dokter bisa saja menyarankan foto rontgen atau pemeriksaan hitung darah lengkap.
3. Fibroma Oral

Fibroma oral adalah jenis penyakit mulut yang ditandai dengan munculnya benjolan. Sebenarnya benjolan tersebut tidak terasa sakit dan membahayakan, namun cukup mengkhawatirkan. Fibroma biasanya disebabkan oleh traumatik fibroma atau iritasi.
Sebenarnya kemunculan fibroma merupakan reaksi alami tubuh untuk menciptakan perlindungan alami dari iritasi yang terjadi secara terus-menerus. Meskipun dapat muncul di berbagai area mulut, traumatik fibroma biasanya ditemukan di bagian dalam pipi.
Ada juga fibroma yang ditemukan di area tempat gigi atas dan bawah bertemu. Benjolan biasanya memiliki tekstur lembut dan warnanya sama dengan bagian mulut lain namun ada juga yang warnanya sedikit lebih pucat atau justru lebih merah.
Biasanya yang lebih merah sering terkena gesekan sehingga muncul darah. Kebanyakan fibroma berbentuk seperti kacang polong atau bulatan kecil dan jumlahnya satu. Meskipun demikian, bisa saja fibroma tumbuh di beberapa tempat sekaligus dalam satu waktu.
4. Lidah Berjamur

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh jamur candida albican yang menyerang lidah. Biasanya ini bisa terjadi jika sistem kekebalan tubuh Anda terlalu lemah atau efek samping dari mengkonsumsi obat-obatan yang memicu infeksi jamur.
Selain lidah, jamur ini bisa menyerang bagian gusi, bibir, langit-langit, dan tenggorokan bagian belakang. Meskipun demikian penyakit yang satu ini cukup mudah diobati gejala yang menyertai lidah berjamur umumnya tidak disadari
Namun jika kondisinya sudah semakin parah biasanya sudut mulut akan mengalami pecah-pecah dan warnanya menjadi kemerahan. Selain itu ada sensasi terbakar atau nyeri sehingga menyulitkan proses makan.
Jika lidah bercampur dialami oleh anak-anak atau bayi biasanya akan disertai dengan ruam popok atau nafsu makan yang mulai menurun. Dengan penanganan yang sesuai, lidah berjamur biasanya dapat pulih dalam rentang waktu sekitar 10 hingga 14 hari.
5. Halitosis atau Bau Mulut

Bau mulut umumnya terjadi karena kebersihan mulut yang kurang terjaga dengan baik. Namun ada kalanya bau mulut disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Tentu saja bau mulut bisa berpengaruh besar terhadap rasa percaya diri penderitanya.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi. Namun jika bau mulut tidak juga hilang meskipun Anda tidak mengkonsumsi makanan dengan bau tajam bisa saja itu merupakan pertanda dari halitosis kronis.
Bau mulut yang tidak kunjung hilang biasanya disebabkan oleh penyakit asam lambung, mulut kering, penyakit gusi, infeksi pada hidung, tenggorokan maupun paru-paru, penyakit diabetes atau sindrom sjogren.
Jenis penyakit mulut yang satu ini ditandai dengan munculnya bau tidak sedap ketika Anda sedang berbicara sehingga lawan bicara bisa menyadarinya. Namun, seringkali seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami bau mulut.
6. Herpes Bibir

Herpes yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 atau HSV-1 yang biasa terjadi di sekitar mulut baik itu gusi, lidah, maupun bibir. Orang yang pernah mengalami herpes mulut bisa mengalaminya lagi.
Herpes bibir juga bisa disebabkan oleh Herpes Simplex tipe 2 atau HSV-2 yang biasanya menjangkiti bagian kelamin. Virus dapat menular melalui ciuman, baik pada orang dewasa maupun anak-anak, serta melalui kontak langsung dengan luka melepuh penderita.
Berbagi peralatan makan, alat cukur, atau perlengkapan makeup juga bisa menjadi jalur penyebaran infeksi ini. Herpes bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa yang memiliki daya tahan tubuh lemah.
Herpes bisa terjadi lagi saat penderitanya mengalami stres, demam, menstruasi, cedera operasi, atau terkena paparan sinar matahari untuk jangka panjang. Jika terkena herpes maka gejalanya akan muncul setelah 2 sampai 12 hari pasca terpapar virus.
Cara Mengatasi Penyakit Mulut

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penyakit mulut. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:
1. Jaga Kebersihan Mulut Secara Konsisten
Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, bersihkan sela gigi menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat antiseptik. Langkah ini penting untuk mencegah penumpukan plak dan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi mulut.
2. Gunakan Obat Sesuai Jenis Penyakit
Setiap penyakit mulut memiliki penanganan berbeda. Gunakan obat topikal untuk sariawan, antijamur untuk kandidiasis, dan antivirus untuk herpes oral. Jangan sembarangan menggunakan obat, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
3. Lakukan Perawatan Profesional di Dokter Gigi
Penyakit seperti radang gusi atau periodontitis memerlukan penanganan dari tenaga medis. Dokter gigi dapat melakukan scaling, pembersihan plak, dan memberikan perawatan lanjutan untuk mencegah infeksi menyebar dan menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan.
4. Hindari Pemicu Iritasi dan Gaya Hidup Tidak Sehat
Kurangi makanan pedas, asam, atau terlalu keras yang bisa memperparah luka di mulut. Untuk hindari penyakit mulut, Anda harus paksakan diri untuk tidak merokok dan konsumsi alkohol, karena keduanya bisa memperlambat proses penyembuhan.
5. Lakukan Pemeriksaan Rutin ke Dokter Gigi
Periksa kesehatan mulut setiap enam bulan sekali, meskipun tidak ada keluhan. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini, mencegah komplikasi, dan memastikan kondisi gigi, gusi, serta jaringan mulut tetap sehat dan bersih.
Bagi Anda yang berdomisili di Sumatera Selatan dan sekitarnya, maka bisa memeriksakan kesehatan mulut ke dokter gigi Palembang yang ada di Zahara Dental Care. Di sini Anda bisa melakukan berbagai perawatan mulut bersama dokter-dokter terpercaya.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


