Infeksi gigi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Namun sayangnya banyak orang tidak tahu pasti apa penyebab infeksi gigi yang dialaminya sehingga penanganannya sering kali terlambat.
Oleh karena itu penting sekali mengetahui apa saja penyebab infeksi gigi agar Anda bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat dan segera mengatasinya jika sudah terlanjur terjadi.
Ciri Infeksi Gigi

Sebelum membahas lebih dalam mengenai apa saja penyebab infeksi gigi, alangkah lebih baik Anda pahami dulu apa saja ciri infeksi gigi. Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda apabila gigi Anda mengalami infeksi gigi.
1. Nyeri yang Tidak Tertahan
Salah satu ciri utama infeksi gigi adalah rasa nyeri yang tidak tertahankan. Infeksi gigi sering kali menyebabkan nyeri hebat yang bisa menjalar hingga ke rahang, telinga, atau leher. Nyeri bisa menjadi semakin parah saat mengunyah atau menyentuh area yang terinfeksi.
Oleh karena itu orang yang mengalami infeksi gigi biasanya akan mengalami penurunan selera makan. Jadi jika tidak segera diatasi, infeksi gigi akan berkembang menjadi masalah kesehatan lain akibat kekurangan nutrisi.
2. Pipi Bengkak
Rasa sakit yang dirasakan sebenarnya tidak berasal dari gigi itu sendiri, melainkan lebih sering dari gusi. Infeksi gigi menyebabkan gusi ikut membengkak dan terasa sakit saat disentuh. Pembengkakan ini juga dapat terjadi pada bagian pipi.
Pipi seseorang yang menderita infeksi gigi bisa membengkak beberapa kali lipat dari aslinya. Besarnya pembengkakan yang muncul biasanya tergantung pada tingkat keparahan infeksi gigi yang dialami.
3. Demam
Infeksi gigi dapat menimbulkan demam karena tubuh bereaksi terhadap bakteri penyebab infeksi dengan cara meningkatkan suhu tubuh. Saat bakteri menyerang jaringan di sekitar gigi, sistem kekebalan tubuh melepaskan zat khusus untuk melawan infeksi tersebut.
Proses tersebut menyebabkan peradangan dan dapat memicu demam. Demam merupakan cara tubuh untuk menciptakan kondisi yang kurang ideal bagi bakteri sehingga membantu menghentikan penyebaran infeksi.
Penyebab Infeksi Gigi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, penyebab infeksi gigi adalah bakteri. Bakteri pada mulut kemudian masuk dan berkembang ke dalam jaringan gigi dan gusi. Berikut ini adalah kondisi yang bisa memicu infeksi gigi.
1. Gigi Berlubang
Gigi berlubang bisa menyebabkan infeksi gigi karena lubang yang terbentuk akan menjadi jalan bagi bakteri untuk masuk ke dalamnya. Ketika bakteri masuk ke dalam dentin dan mencapai pulpa, bakteri akan menyebabkan peradangan dan infeksi.
Pulpa yang terinfeksi dapat menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan yang berisi nanah. Jika tidak diobati, infeksi bisa menyebar ke jaringan sekitar gigi, seperti gusi dan tulang rahang, atau bahkan menyebabkan abses gigi.
2. Gigi Retak atau Patah
Sama halnya dengan gigi berlubang, gigi yang retak atau patah bisa menjadi celah bagi bakteri untuk masuk ke dalam jaringan yang ada di bawahnya. Hal ini dapat menyebabkan infeksi yang merambat ke akar gigi atau bahkan ke tulang rahang.
Infeksi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, dan dalam beberapa kasus memerlukan perawatan saluran akar atau pencabutan gigi. Selain itu, gigi yang retak juga dapat membuat kesulitan membersihkan sisa-sisa makanan secara efektif.
3. Perikoronitis
Salah satu penyebab infeksi gigi yang jarang orang ketahui yaitu perikoronitis. Perikoronitis terjadi ketika gigi bungsu mulai tumbuh tetapi tidak sepenuhnya muncul ke atas permukaan gusi.
Hal tersebut bisa menciptakan celah di sekitar gigi yang memudahkan bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Perikoronitis biasanya terjadi pada gigi bungsu karena sulitnya membersihkan area di sekitarnya dengan baik.
4. Impaksi Gigi
Impaksi gigi terjadi ketika gigi tidak dapat muncul dengan benar karena terhalang oleh gigi lain atau jaringan gusi. Kondisi ini sering terjadi pada gigi bungsu atau gigi geraham. Impaksi bisa menyebabkan infeksi gigi karena beberapa alasan, salah satunya kurang bersih.
Bagian mulut yang tidak dibersihkan dengan baik akan membuat bakteri berkembang biak dan menyebabkan peradangan atau abses di sekitar gigi yang terdampak. Impaksi gigi bisa disebabkan karena gigi susu yang terlambat tanggal, faktor genetik, atau tumor.
5. Pernah Menjalani Operasi Gigi
Penyebab infeksi gigi bisa karena operasi yang Anda jalani. Meskipun operasi gigi biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan yang sudah ada, prosedur tersebut dapat membuka akses bagi bakteri untuk masuk ke dalam jaringan yang baru diobati.
Infeksi terjadi apabila area yang dioperasi kurang higienis atau karena sistem kekebalan tubuh melemah. Oleh karena itu Anda perlu mengikuti petunjuk perawatan pasca operasi untuk mengurangi risiko infeksi dan memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
6. Penyebab Lain
Selain seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa penyebab infeksi gusi seperti tidak menyikat gigi secara rutin, tidak menggunakan benang gigi, konsumsi makanan tinggi gula, mulut kering akibat obat-obatan atau penuaan.
Penyakit yang melemahkan sistem imun seperti diabetes, serta kebiasaan merokok juga berkontribusi terhadap risiko terjadinya infeksi gusi. Jadi Anda perlu menjaga kebersihan mulut, menghindari makanan tinggi gula, dan berkonsultasi dengan dokter gigi secara rutin.
Obat Infeksi Gigi

Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik saat Anda mengalami infeksi gigi. Meskipun demikian, penggunaan antibiotik tetap harus berdasarkan saran dan petunjuk dokter yang menangani.
Berikut ini adalah beberapa jenis obat antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi gigi.
1. Amoksisilin
Amoksisilin termasuk dalam kelas antibiotik beta-laktam yang bekerja dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel bakteri. Obat ini efektif mengatasi infeksi bakteri seperti abses gigi, infeksi gusi, atau infeksi lain yang mungkin muncul di sekitar gigi.
Biasanya antibiotik jenis amoksisilin diberikan dalam bentuk kapsul atau sirup untuk diminum sesuai dosis yang diresepkan oleh dokter.
2. Metronidazole
Metronidazole adalah antibiotik yang bekerja dengan cara mengganggu DNA bakteri. Tujuannya adalah untuk menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri tertentu. Metronidazole biasanya diresepkan bersamaan dengan amoksisilin.
Terutama jika infeksi dalam kondisi yang sudah parah. Hal ini dilakukan jika terdapat bakteri tertentu yang tidak peka terhadap amoksisilin. Metronidazol juga cukup efektif mengatasi infeksi jamur tertentu yang biasa menyerang rongga mulut.
3. Azitromisin
Azitromisin termasuk jenis antibiotik makrolida yang bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri. Meskipun tidak sering digunakan sebagai pilihan utama untuk infeksi gigi, azitromisin kadang diberikan pada pasien yang memiliki alergi.
Cara Mengobati Infeksi Gigi

Cara terbaik untuk mengobati infeksi gigi yaitu dengan berkunjung ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengidentifikasi sumber infeksi dan kondisi gigi Anda.
Dokter gigi mungkin juga akan memberi perawatan tertentu seperti membersihkan plak dan karang gigi, melakukan perawatan saluran akar dan pencabutan gigi jika infeksi sudah sampai ke jaringan gigi bagian dalam dan gigi sudah tidak bisa diselamatkan.
Salah satu rekomendasi klinik gigi yang bisa mengatasi berbagai masalah gigi dan mulut yaitu Zahara Dental Care. Di sini Anda akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang terampil dan berpengalaman.
Selain mengobati pasien yang mengalami infeksi gigi, Zahara Dental Care juga melayani berbagai perawatan gigi lainnya seperti pemasangan behel, pemasangan implan gigi, cabut gigi, veneer gigi, dan lainnya.
Telah di verifikasi
drg. Siti Nita Zahara


