Produk pemutih gigi yang beredar di pasaran kini semakin beragam mulai dari pasta gigi, strip pemutih, hingga gel dan mouthwash khusus. Produk-produk pemutih gigi semakin diminati karena semakin banyak orang ingin memiliki senyum yang lebih cerah.

Produk-produk ini umumnya mengandung bahan aktif seperti hydrogen peroxide atau carbamide peroxide yang berfungsi mengangkat noda pada permukaan enamel gigi. Meski sebagian besar dapat dibeli bebas tanpa resep, penggunaannya tetap perlu diperhatikan.

Kandungan Produk Pemutih Gigi

Kandungan pemutih gigi, Sumber: wbmdstatic.com
Kandungan profuk pemutih gigi, Sumber: wbmdstatic.com

Sebelum menggunakan produk pemutih gigi yang dijual di pasaran, Anda perlu memahami dulu cara kerja dan kandungan setiap produk tersebut. Berikut adalah bahan-bahan yang sering ada dalam produk pemutih gigi:

1. Hidrogen Peroksida

Hidrogen peroksida adalah kandungan yang sering ditemukan dalam produk pemutih pakaian, produk kecantikan, dan pembersih. Batas aman penggunaan hidrogen peroksida tanpa pengawasan dokter maksimal 0,1% dan dengan pengawasan dokter maksimal 6%.

2. Karbopol

Karbopol adalah polimer berat molekul tinggi yang berfungsi sebagai pengental untuk meningkatkan viskositas bahan pemutih. Bahan tersebut berperan dalam mempertahankan gel di dalam tray serta memperlambat pelepasan oksigen aktif 4 kali lebih lama.

3. Pembawa

Pembawa berfungsi sebagai pengunci kelembaban produk sekaligus melarutkan bahan-bahan lain dalam formulasi. Pada produk pemutih yang beredar luas, gliserin dan propilen glikol sering digunakan sebagai bahan pembawa utama.

4. Pengawet

Metil paraben, propil paraben, dan sodium benzoate umum digunakan sebagai pengawet dalam produk pemutih gigi. Ketiganya berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri sehingga membantu menjaga kestabilan dan keamanan produk selama penyimpanan.

5. Surfaktan dan Dispersant

Surfaktan dan dispersant pigmen berperan sebagai agen pembasah yang membantu meratakan permukaan produk. Dengan begitu, zat pemutih dapat tersebar secara lebih efektif dan merata ke seluruh area yang akan diputihkan.

6. Perisa Aroma

Penambahan aroma bertujuan agar produk lebih nyaman digunakan oleh konsumen. Beberapa aroma yang sering dipakai antara lain peppermint dan spearmint. Biasanya ditambah juga pemanis seperti sakarin untuk memberikan rasa yang lebih enak.

Bahaya Produk Pemutih Gigi Abal-Abal

Sakit gigi yang berkepanjangan, Sumber: pexels.com
Bahaya dari produk pemutih gigi abal-abal, Sumber: pexels.com

Banyak orang yang tergiur dengan produk pemutih gigi namun tidak memikirkan resikonya. Padahal, jika digunakan sembarangan produk tersebut justru bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa bahaya produk pemutih gigi yang tidak aman:

1. Gigi Terasa Ngilu

Pada kondisi gigi yang sehat dan tidak memiliki masalah sensitivitas, sensasi ngilu umumnya baru terasa menjelang akhir proses penggunaan produk pemutih gigi. Rasa ngilu tersebut muncul sebagai reaksi terhadap kandungan bahan kimia aktif yang terdapat dalam produk.

Walaupun efeknya hanya berlangsung sementara, kondisi ini tetap bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Namun, pada orang yang memang memiliki gigi sensitif sejak awal, reaksi terhadap produk pemutih bisa jauh lebih intens. 

Rasa ngilu bisa muncul lebih cepat dan berlangsung lebih lama. Bahkan bisa terasa cukup menyakitkan. Hal ini terjadi karena lapisan pelindung gigi atau enamel sudah menipis sehingga zat aktif dari produk lebih mudah menembus ke bagian dentin yang sensitif.

2. Iritasi dan Luka pada Gusi

Penyebab gusi bernanah, Sumber: axeldental.id
Luka pada gusi, Sumber: axeldental.id

Memutihkan gigi dengan produk pemutih gigi yang dijual bebas dan tidak mendapat pengawasan secara medis dapat menimbulkan risiko serius, seperti iritasi dan luka pada jaringan gusi.

Gusi yang terkena bahan kimia tersebut bisa mengalami peradangan, kemerahan, rasa perih, hingga luka terbuka. Selain kesalahan dalam pengaplikasian, masalah ini juga bisa dipicu oleh penggunaan bleaching tray atau cetakan gigi yang terlalu sempit.

Kesalahan prosedur saat menggunakan produk pun memperbesar potensi terjadinya gangguan pada gusi. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti petunjuk pemakaian dengan cermat dan bila memungkinkan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter gigi.

3. Iritasi Lidah dan Langit-Langit

Selain gusi, lidah dan langit-langit adalah bagian mulut yang rentan terkena efek samping dari penggunaan produk pemutih gigi. Kedua bagian ini bisa dengan mudah bersentuhan langsung dengan zat kimia yang terkandung di dalam produk.

Paparan bahan pemutih yang terlalu kuat atau terlalu sering dapat memicu iritasi, perih, hingga sensasi terbakar pada lidah maupun langit-langit mulut. Gejala iritasi ini biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman saat makan atau berbicara.

Dalam beberapa kasus, iritasi ini juga dapat berkembang menjadi peradangan yang mengganggu aktivitas harian. Jadi pastikan produk pemutih gigi hanya diaplikasikan pada bagian gigi saja dan tidak menyebar ke lidah dan langit-langit.

4. Iritasi Bibir

Iritasi pada bibir, Sumber: siloamhospitals.com
Iritasi pada bibir, Sumber: siloamhospitals.com

Salah satu risiko lain dari penggunaan produk pemutih gigi tanpa pengawasan profesional adalah timbulnya iritasi pada bagian dalam bibir. Gejala yang mungkin muncul yaitu kemerahan, rasa perih, panas, hingga luka ringan.

Iritasi umumnya terjadi akibat proses pengolesan bahan pemutih yang kurang tepat atau dilakukan secara sembarangan. Jadi cairan atau gel pemutih mengenai jaringan lunak di dalam mulut.

Kondisi ini bisa semakin parah bila dikombinasikan dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan yang merusak gigi seperti makanan manis, asam, atau yang terlalu keras. Makanan jenis ini dapat memperlemah enamel dan memperburuk iritasi yang sudah ada.

5. Tambalan Menjadi Lebih Kasar

Proses pemutihan gigi memang dapat memberikan hasil gigi yang lebih cerah. Namun ternyata dibalik estetika yang didapat ada efek negatif pada gigi yang memiliki tambalan, khususnya di bagian depan. 

Salah satu efek samping dari produk pemutih gigi adalah perubahan tekstur permukaan tambalan menjadi lebih kasar dari sebelumnya. Permukaan tambalan gigi yang tidak lagi halus bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko terbentuknya plak yang bila dibiarkan terus-menerus akan memicu terjadinya gigi berlubang di sekitar area tambalan. Selain itu, tambalan yang kasar juga bisa menyebabkan perubahan warna dan mempercepat kerusakan tambalan.

6. Luka di Saluran Pencernaan

Di samping mempengaruhi kondisi tambalan gigi, penggunaan produk pemutih gigi juga dapat menimbulkan risiko lain yang tak kalah berbahaya, seperti luka pada tenggorokan dan gangguan di saluran pencernaan.

Efek ini umumnya timbul akibat pemakaian bahan pemutih yang mengandung kadar hidrogen peroksida terlalu tinggi. Hidrogen peroksida memang efektif dalam memutihkan gigi, namun jika digunakan dalam konsentrasi yang berlebihan atau tidak sesuai anjuran.

Ketika produk tertelan secara tidak sengaja maka bisa masuk ke saluran cerna dan meningkatkan risiko gangguan lambung dan usus. Oleh sebab itu, penting untuk selalu membaca aturan pakai dan memilih produk pemutih yang telah teruji aman. 

Memutihkan gigi memang bisa meningkatkan rasa percaya diri, namun memilih cara yang tepat jauh lebih penting. Jangan mudah tergiur oleh janji hasil instan dari produk pemutih gigi yang tidak memiliki kejelasan sumber dan keamanannya.

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Untuk menjaga kesehatan dan keamanan gigi Anda, sebaiknya lakukan prosedur pemutihan gigi di klinik yang terpercaya dan diawasi langsung oleh dokter gigi profesional. Khusus bagi Anda yang berdomisili di Sumatera Selatan, Zahara Dental Care hadir sebagai solusi terbaik. 

Didukung oleh dokter gigi Palembang yang berpengalaman, Zahara Dental Care siap memberikan layanan pemutihan gigi yang aman, efektif, dan sesuai standar medis demi senyum putih cerah yang Anda impikan.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp