Gusi berdarah tak kunjung berhenti sering kali menimbulkan kepanikan, terutama ketika darah terus mengalir meski sudah berkumur atau ditekan dengan tisu. Rasa cemas biasanya semakin bertambah saat warna merah terlihat pekat dan sulit dihentikan.

Sebagian orang mungkin langsung mengira penyebabnya hanyalah karena menyikat gigi terlalu keras atau kurang asupan vitamin C. Namun, perdarahan yang berlangsung lama bisa menjadi sinyal adanya peradangan gusi atau bahkan infeksi. 

Tips Mengatasi Gusi Berdarah yang Tidak Kunjung Berhenti

Kondisi gusi yang berdarah, Sumber: curaprox.co.nz
Tips mengatasi gusi yang berdarah, Sumber: curaprox.co.nz

Jika kondisi ini terjadi berulang, jangan anggap sepele. Sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit, Anda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini sebagai pertolongan pertama:

1. Menekan dengan Kapas

Banyak pasien panik saat melihat darah merembes dari sela gigi. Apalagi jika pendarahan disertai dengan gusi berwarna merah darah. Tidak perlu panik, tindakan pertama yang bisa Anda lakukan adalah menyumbatnya dengan kapas.

Kesalahan yang paling sering terjadi ketika berusaha menghentikan pendarahan dengan kapas adalah kebiasaan “tempel-lepas” kapas. Biasanya ini dilakukan untuk mengecek apakah darah sudah berhenti atau belum.

Ketika melakukan hal tersebut, Anda sebenarnya sedang merobek fibrin atau jala pembeku darah yang baru saja terbentuk. Akibatnya, kondisi gusi berdarah tidak kunjung berhenti justru semakin parah. Kunci dari keberhasilan penanganan secara mandiri adalah kesabaran. 

2. Berkumur dengan Air Garam

Air garam memang antiseptik alami yang murah. Namun ketika gusi sedang dalam kondisi berdarah, berkumur-kumur yang terlalu kuat justru menjadi bumerang. Gerakan menyedot dan menyembur saat berkumur menciptakan tekanan di dalam rongga mulut. 

Tekanan tersebut bisa membuat sumbatan darah yang baru terbentuk di area gusi yang luka menjadi terlepas. Jika Anda merasa risih dengan rasa amis, cukup miringkan kepala dan biarkan air mengalir keluar secara alami tanpa adanya gerakan otot pipi yang meledak-ledak. 

Ini jauh lebih baik daripada berkumur terlalu kuat atau meludah berulang kali dengan tekanan tinggi. Selain itu, gunakan air garam dengan suhu suam-suam kuku, bukan panas. Tujuannya agar tidak memicu pelebaran pembuluh darah yang bisa memperparah perdarahan. 

3. Kenali Gejalanya dengan Baik

Warna gusi Anda adalah indikator kesehatan yang jujur. Kondisi gusi berwarna merah yang tampak mengkilap dan bengkak biasanya menandakan bahwa jaringan penyangga gigi Anda sedang dalam fase peradangan parah.

Dalam kondisi seperti ini, pembuluh darah menjadi sangat rapuh dan melebar. Sedikit sentuhan dari bulu sikat gigi saja bisa memicu kebocoran darah yang sulit dikontrol. Hal yang sering luput diperhatikan adalah menganggap warna merah pekat ini sebagai hal normal.

Biasanya kebanyakan orang yang menggapnya normal adalah karena “sudah lama begitu”. Padahal kondisi tersebut bila tidak ditangani dengan segera lama-lama bisa menyebabkan masalah yang lebih serius.

4. Kompres dengan Kantong Teh

Jika kasa steril tidak kunjung menghentikan aliran darah, cobalah mencari kantong teh hitam di dapur Anda. Teh hitam memiliki kandungan yang bisa membantu mengerutkan pembuluh darah yang terbuka. Jadi hal itu bisa dimanfaatkan untuk menghentikan pendarahan.

Jika tidak ada kantong teh bekas, Anda bisa menggunakan kantong baru. Pertama basahi kantong teh dengan air dingin (bukan air panas) lalu gigit tepat di area yang berdarah. Banyak yang belum tahu bahwa metode sederhana ini sering direkomendasikan oleh dokter.

Namun tentu saja ini merupakan penanganan pertama sebelum Anda melakukan pemeriksaan diri ke dokter. Cara ini sangat membantu sebagai pertolongan pertama jika jarak klinik atau rumah sakit dengan rumah cukup jauh.

5. Beri Tahu Dokter Obat-obatan yang Dikonsumsi

Kesalahan fatal sering terjadi ketika pasien tidak melaporkan riwayat medis lengkapnya. Jika Anda sedang mengkonsumsi obat pengencer darah atau suplemen seperti omega-3 dosis tinggi, maka gusi berdarah tidak kunjung berhenti adalah risiko yang sangat nyata. 

Obat-obatan tersebut dirancang untuk mencegah pembekuan darah demi kesehatan jantung. Namun disisi lain, obat-obatan tersebut menjadi prosedur dental sederhana menjadi tantangan besar. Selalu konsultasikan dengan dokter gigi mengenai daftar obat yang Anda konsumsi.

Dengan begitu dokter bisa melakukan perawatan dan meresepkan obat-obatan yang lebih aman dan menyesuaikan teknik tindakan agar resiko perdarahan dapat diminimalisir. Jika perlu, dokter gigi akan berkoordinasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

6. Hindari Tidur dalam Posisi Berbaring

Mungkin terdengar sepele, tetapi posisi tubuh sangat menentukan kecepatan darah berhenti. Saat mengalami perdarahan pada bagian mulut, jangan pernah berbaring secara rata. Berbaring rata akan meningkatkan tekanan darah ke area kepala dan leher.

Posisi tersebut secara otomatis memberikan tekanan lebih besar pada aliran darah di bagian gusi. Hal ini sering luput dari perhatian sehingga sering menjadi alasan mengapa perdarahan tidak kunjung berhenti padahal sudah dilakukan berbagai cara.

Sebaiknya, duduklah dengan posisi tegak atau gunakan tumpukan bantal yang tinggi untuk menjaga kepala lebih tinggi dari jantung. Posisi ini membantu mengurangi tekanan aliran darah ke area yang terluka sehingga proses pembekuan bisa lebih efektif

Sikat Gigi Keras Bukan Satu-satunya Penyebab

Sikat gigi gerakan memutar, Sumber: pexels.com
Sikat gigi keras, Sumber: pexels.com

Masyarakat sering menyalahkan sikat gigi yang terlalu keras sebagai biang keladi gusi berdarah. Namun pada kenyataannya, sikat gigi hanyalah pemicu bukan penyebab utama. Penyebab aslinya adalah tumpukan karang gigi yang mengeras di bawah gusi. 

Karang gigi ini memiliki permukaan yang kasar dan penuh bakteri. Karang gigi tersebut lama-lama mengiritasi jaringan halus gusi. Saat Anda menyikat gigi, gesekan antara bulu sikat dan karang gigi yang keras dapat melukai gusi yang sudah meradang.

Jika kondisi gusi berdarah tidak kunjung berhenti terus berulang setiap kali Anda menyikat gigi, itu pertanda bahwa sikat gigi Anda tidak mampu menjangkau area infeksi dan Anda memerlukan scaling dengan segera.

Kapan Anda Harus Segera ke Dokter?

Beberapa penyakit yang ditangani oleh dokter gigi periodonsia, Sumber: axeldental.id
Periksa ke dokter gigi, Sumber: axeldental.id

Ada batas dimana Anda tidak lagi disarankan melakukan perawatan secara mandiri di rumah. Jika pendarahan terjadi disertai dengan bau mulut yang sangat busuk atau keluarnya nanah, segera hentikan penanganan secara mandiri. 

Kondisi ini menunjukkan adanya infeksi atau abses. Menurut informasi medis yang dapat divalidasi, infeksi bakteri yang tidak tertangani dapat menyebar ke area lain. Dalam kasus tertentu, kondisi ini bisa memicu pembengkakan  dan demam tinggi.

Oleh karena itu, penanganan profesional sangat diperlukan. Sesampainya di klinik atau rumah sakit biasanya dokter akan membersihkan bagian luka dan melakukan tindakan lain untuk mempercepat penyembuhan.

Mengatasi Gusi Berdarah di Zahara Dental Care

Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com
Zahara Dental Care, Sumber: zaharadental.com

Salah satu rekomendasi klinik gigi yang bisa Anda kunjungi untuk menangani masalah gusi berdarah adalah Zahara Dental Care. Kami didukung oleh dokter gigi Palembang yang profesional dan berpengalaman.

Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari pembersihan karang gigi (scaling), pengobatan infeksi gusi, hingga pencabutan gigi yang aman. Tim dokter kami siap memberikan diagnosis akurat agar perdarahan tidak lagi mengganggu kenyamanan Anda. 

Jangan biarkan peradangan bertambah parah, segera jadwalkan pemeriksaan rutin Anda untuk mendapatkan perawatan gigi yang berkualitas, steril, dan terpercaya hanya di Zahara Dental Care.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp