Cabut gigi saat pasang behel seringkali menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran bagi banyak orang. Apakah tindakan ini benar-benar diperlukan? Pada dasarnya, tidak semua pasien yang pasang behel diharuskan untuk cabut gigi.
Saat pasang kawat gigi, memang ada beberapa kondisi yang membutuhkan ruang tambahan agar gigi bisa bergerak ke posisi yang ideal. Umumnya cabut gigi hanya dilakukan saat tidak ada opsi lain yang lebih baik.
Perlukah Cabut Gigi saat Pasang Behel?

Tidak semua prosedur pemasangan behel mengharuskan pencabutan gigi. Jika ruang pada rahang masih memadai dan susunan gigi tidak terlalu rapat, dokter gigi biasanya dapat mempertimbangkan opsi lain tanpa harus melakukan pencabutan gigi.
Pencabutan gigi hanya dilakukan jika benar-benar dibutuhkan. Cabut gigi biasanya direkomendasikan apabila terdapat tumpukan gigi (crowding) yang parah atau jika rahang tidak memiliki cukup ruang untuk mengatur posisi gigi secara ideal.
Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk cabut gigi saat pasang behel:
1. Gigi yang Berjejal
Gigi berjejal terjadi karena lengkung rahang yang terbatas sehingga tidak mampu menampung gigi untuk tumbuh secara sejajar. Jika ruang dalam rahang terbatas, pertumbuhan gigi cenderung menjadi berdesakan atau saling menimpa satu sama lain.
Hal tersebut membuat susunan gigi terlihat tidak rapi. Dalam kasus seperti ini, pencabutan gigi menjadi solusi penting sebelum pemasangan behel, karena dapat menciptakan ruang yang dibutuhkan agar behel bisa menggeser dan meratakan posisi gigi secara efektif.
Dengan mencabut beberapa gigi, dokter bisa dengan mudah mengarahkan sisa gigi ke posisi yang lebih ideal sehingga hasil akhirnya lebih simetris dan fungsional. Disamping itu, cabut gigi bisa mengurangi beban atau tekanan yang berlebihan pada rahang.
Tekanan tersebut bisa menyebabkan masalah lain di kemudian hari. Maka dari itu, prosedur cabut gigi dilakukan semata-mata demi mendukung keberhasilan perawatan behel secara keseluruhan.
2. Maloklusi
Cabut gigi saat pasang behel sangat perlu dilakukan jika Anda mengalami maloklusi. Maloklusi sendiri merupakan kondisi dimana gigi tumbuh secara tidak sejajar sehingga menyebabkan fungsi menggigit, berbicara, dan mengunyah menjadi tidak maksimal.
Ada beberapa jenis kondisi maloklusi yang hanya bisa diatasi dengan cabut gigi. Pertama ada overjet, underbite, crossbite, dan diastema. Overjet terjadi ketika posisi gigi depan atas terlalu menonjol ke depan dibandingkan dengan gigi depan bawah.
Underbite adalah kondisi saat gigi bawah lebih menonjol di depan gigi atas. Cabut gigi perlu dilakukan agar ada ruang untuk pergeseran gigi. Gigi dikategorikan sebagai crossbite jika ada beberapa gigi atas yang menggigit di dalam gigi bagian bawah.
Cabut gigi perlu dilakukan untuk memperbaiki keselarasan gigitan. Sedangkan diastema adalah gigi yang memiliki celah diantara keduanya. Pencabutan perlu dilakukan apabila terdapat masalah pada struktur gigi.
3. Gigi yang Tidak Sehat
Terkadang cabut gigi saat pasang behel dilakukan karena ada gigi yang rusak atau tidak sehat. Gigi yang mengalami kerusakan parah, infeksi, atau bahkan sudah tidak memiliki struktur yang kuat sering kali menjadi penghambat dalam proses perawatan behel.
Jika gigi yang bermasalah tersebut tidak segera dicabut, maka dikhawatirkan akan memicu komplikasi seperti infeksi yang menyebar ke jaringan gusi atau bahkan mengganggu proses pergeseran gigi yang sehat selama penggunaan behel.
Selain itu, gigi yang tidak sehat biasanya tidak dapat menerima tekanan dari kawat behel sebagaimana mestinya. Hal itu akan membuat pergerakan gigi menjadi tidak optimal dan hasil akhir perawatan pun kurang memuaskan.
Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk memasang behel, dokter gigi seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi seluruh gigi pasien. Jika ditemukan ada satu atau beberapa gigi tidak dapat dipertahankan, sebaiknya segera dicabut.
Cabut Gigi Dulu atau Pasang Behel Dulu?

Pertanyaan umum yang sering muncul sebelum perawatan ortodonti adalah cabut gigi dulu atau pasang behel dulu? Jawabannya tergantung pada kondisi gigi dan rencana perawatan dari dokter ortodonti.
Pada umumnya, jika dokter sudah menentukan bahwa pencabutan gigi dibutuhkan untuk memberikan ruang pergerakan, maka prosedur cabut gigi akan dilakukan terlebih dahulu sebelum pemasangan behel.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa saat kawat behel mulai mengatur posisi gigi, masih ada cukup ruang untuk gigi bergeser ke tempat yang tepat. Namun dalam beberapa kasus, dokter dapat memasang behel terlebih dahulu.
Apalagi jika gigi yang akan dicabut terletak di bagian belakang atau tidak menghalangi proses perataan gigi. Setelah beberapa minggu, barulah pencabutan dilakukan secara bertahap. Semua tergantung pada strategi perawatan yang disesuaikan untuk tiap orang.
Gigi Mana yang Harus Dicabut saat Pasang Behel?

Tidak semua orang yang menggunakan behel harus mencabut gigi. Namun dalam beberapa kasus tertentu pencabutan menjadi langkah yang penting untuk menciptakan ruang agar gigi bisa bergeser ke posisi yang ideal.
Gigi yang umumnya dicabut saat pemasangan behel adalah premolar pertama, yakni gigi yang berada di antara taring dan geraham belakang. Gigi premolar sering menjadi pilihan karena posisinya yang strategis dan bisa menyediakan ruang yang cukup untuk pergeseran.
Namun, keputusan mengenai gigi mana yang harus dicabut sangat bergantung pada kondisi susunan gigi pasien. Pada kasus gigi yang sangat berjejal atau rahang yang terlalu kecil, pencabutan bisa dilakukan pada sisi atas, bawah, atau bahkan keduanya.
Dalam situasi tertentu, seperti gigi bungsu yang tumbuh tidak sejajar atau gigi yang mengalami kerusakan parah, dokter bisa saja menyarankan untuk mencabut gigi tersebut. Setiap keputusan diambil berdasarkan hasil evaluasi sesuai dengan kondisi pasien.
Manfaat Cabut Gigi saat Pasang Behel

Ada beberapa manfaat yang akan Anda peroleh jika mencabut gigi sebelum pasang behel. Pertama, Anda akan mendapat hasil yang lebih bagus dan stabil untuk jangka waktu panjang. Kedua, waktu perawatan menjadi lebih singkat.
Cabut gigi sebelum pasang behel bisa membantu mempercepat proses perawatan. Terakhir, cabut gigi akan menghindarkan Anda dari resiko masalah gigi dan mulut yang bisa saja terjadi di kemudian hari.
Contohnya seperti gigi tanggal dan gangguan sendi rahang. Gangguan sendi rahang atau yang dikenal dengan temporomandibular joint disorder (TMD) dapat terjadi ketika susunan gigi tidak seimbang akibat kepadatan atau ketidakteraturan posisi gigi.
Hal ini menyebabkan tekanan berlebih pada sendi rahang saat mengunyah atau berbicara. Gejalanya bisa berupa nyeri saat membuka mulut, suara klik pada rahang, hingga sakit kepala.
Pasang Behel di Zahara Dental Care

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memasang behel dan membutuhkan konsultasi mengenai apakah perlu dilakukan pencabutan gigi atau tidak, Zahara Dental Care adalah tempat yang tepat untuk memulai.
Zahara Dental Care menyediakan layanan ortodonti dengan pendekatan profesional dan personal di mana setiap pasien akan mendapatkan analisa menyeluruh terhadap kondisi gigi dan rahangnya.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pencabutan gigi saat pasang behel tidak selalu diperlukan, namun dalam kasus tertentu cabut gigi menjadi bagian penting dari perencanaan perawatan.
Di Zahara Dental Care, proses evaluasi dilakukan secara teliti oleh dokter gigi spesialis gigi yang berpengalaman. Anda akan mendapatkan penjelasan lengkap mengenai alasan pencabutan (jika dibutuhkan) dan jenis behel yang sesuai.
Didukung oleh dokter gigi Palembang yang profesional dan fasilitas modern, Zahara Dental Care siap membantu Anda mewujudkan senyum yang sehat dan rapi secara aman dan nyaman.
Telah di verifikasi oleh
drg. Siti Nita Zahara


