Ada banyak sekali penyebab gigi anak rusak mulai dari kebiasaan buruk hingga faktor kesehatan. Salah satu penyebab utama adalah kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan.

Ditambah lagi masih banyak orang tua yang kurang memberikan perawatan gigi anak, sehingga semakin memperburuk keadaan. Banyak orang tua yang menganggap kesehatan gigi anak bukan prioritas. Karena gigi susu dianggap sementara dan akan digantikan oleh gigi permanen.

Penyebab Gigi Anak Rusak

Gigi anak, Sumber: unsplash.com
Gigi anak, Sumber: unsplash.com

Penting sekali bagi para orang tua untuk mengetahui apa saja hal-hal yang bisa membuat gigi anak cepat rusak agar bisa mengambil langkah pencegahan. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membuat gigi anak rusak semua maupun sebagian.

1. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Sebagian besar orang tentu sudah tahu bahwa kebanyakan gigi anak rusak karena permen atau makanan dan minuman manis. Namun, tahukah Anda bahwa ada gula tersembunyi dalam makanan sehari-hari yang sering kali tidak disadari?.

Gula tersembunyi ini banyak ditemukan dalam makanan olahan seperti saus tomat, sereal, roti, hingga yogurt yang tampaknya sehat. Anak-anak yang mengkonsumsi makanan ini secara berlebihan berisiko mengalami kerusakan gigi tanpa disadari.

Jika kebiasaan tersebut tidak diimbangi dengan menyikat gigi secara teratur, risiko terjadinya karies gigi akan meningkat. Untuk mengatasinya, orang tua harus lebih cermat membaca label nutrisi pada kemasan makanan dan membatasi dalam mengkonsumsinya.

2. Minum Dari Botol Dot

Tahukah Anda bahwa banyak anak yang giginya busuk akibat terbiasa minum susu dari botol dot?. Kondisi tersebut dinamakan gigi gigis. Minum susu dari botol dot sambil tiduran memang bisa membuat anak merasa nyaman.

Namun, ternyata kebiasaan tersebut memiliki dampak buruk untuk kesehatan gigi anak. Karena merasa nyaman, maka anak akan minum susu jauh lebih lama daripada yang seharusnya. Bahkan ada yang sampai berjam-jam.

Susu yang menggenang di mulut dan menempel di gigi dalam waktu lama tentu bisa membuat gigi terpapar gula. Padahal gula merupakan makanan bakteri. Oleh karena itu, sebaiknya latih anak untuk segera menghabiskan susunya atau biasakan minum dari gelas.

3. Kebiasaan Menghisap Jempol

Bisa jadi penyebab gigi anak rusak adalah keseringan menghisap jempol. Kebiasaan menghisap jempol dapat merusak gigi anak jika berlangsung terlalu lama, terutama setelah gigi permanen mulai tumbuh. 

Tekanan yang terus-menerus dari jempol pada langit-langit mulut juga dapat memengaruhi perkembangan rahang dan susunan gigi. Kebiasaan menghisap jempol bisa menyebabkan rahang tumbuh tidak sejajar atau gigi depan menjadi tonggos.

Jika anak ingin selalu menghisap jempolnya, berikan pengalihan aktivitas seperti mengarahkan anak untuk memegang mainan atau selimut. Jika kebiasaan tetap berlangsung hingga usia 4-5 tahun, konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan saran terbaik.

4. Malas Gosok Gigi

Anak menggosok gigi, Sumber: unsplash.com
Anak menggosok gigi, Sumber: unsplash.com

Malas gosok gigi tentu saja bisa menjadi penyebab gigi anak rusak. Membiasakan anak-anak untuk gosok gigi memang bukan perkara mudah. Hal tersebut sebenarnya wajar mengingat mereka belum memahami pentingnya menjaga kebersihan mulut. 

Penumpukan plak akibat tidak dibersihkan secara teratur dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan timbulnya karies. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin parah dan akan berpengaruh terhadap gigi permanen yang nantinya tumbuh.

Untuk mengatasinya, orang tua bisa berpikir kreatif dengan membuat aktivitas gosok gigi yang menyenangkan. Contohnya seperti menggunakan pasta gigi dengan rasa favorit anak atau sikat gigi bergambar karakter kesukaannya. 

5. Jumlah Bakteri di Mulut Berlebihan

Baik anak-anak maupun orang dewasa, di dalam rongga mulutnya terdapat berbagai macam jenis mikroba. Sebagian mikroba memang menguntungkan dari sisi kesehatan. Akan tetapi, ada juga bakteri jahat yang bisa merugikan.

Jika jumlah bakteri jahat terlalu banyak, sudah pasti akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk merusak gigi. Bertambahnya jumlah bakteri buruk biasanya berbanding lurus dengan jumlah sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut.

Sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut akan menjadi lingkungan bagi bakteri untuk berkembang dan menghasilkan lebih banyak asam. Jadi, pastikan untuk membersihkan sisa makanan dengan cara sikat gigi, berkumur atau minum air putih setelah makan.

6. Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D pada anak ternyata bisa menjadi salah satu penyebab gigi anak rusak. Vitamin D menjadi salah satu nutrisi penting untuk kesehatan gigi. Karena membantu tubuh dalam menyerap kalsium dan fosfor. 

Asupan vitamin D yang cukup pada anak dapat meningkatkan efisiensi penyerapan kalsium hingga 40% dan fosfor hingga 80%. Fosfor dan kalsium sangat penting karena menjadi mineral utama penyusun enamel.

Sebuah penelitian menunjukkan hasil bahwa defisiensi vitamin D bisa memperparah resiko karies pada anak. Oleh karena itu, para orang tua harus mencukupi asupan vitamin D pada anak-anak mereka untuk mencegah timbulnya karies.

7. Mulut Kering

Mulut kering, Sumber: siloamhospitals.com
Mulut kering, Sumber: siloamhospitals.com

Mulut kering pada anak atau xerostomia dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Air liur memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mulut. Air liur yang dihasilkan oleh kelenjar ludah memiliki fungsi untuk membilas sisa makanan dan menetralkan asam.

Ketika produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang biak dan menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi. Mulut kering juga membuat plak lebih sulit dibersihkan yang pada akhirnya mempercepat proses pembentukan karies. 

Mulut kering pada anak biasanya disebabkan oleh dehidrasi, efek samping obat, atau gangguan kesehatan pernapasan. Untuk mencegah kerusakan gigi akibat mulut kering, pastikan anak cukup minum air putih setiap hari dan jika ada penyakit napas segera diobati.

8. Cara Sikat Gigi yang Salah

Cara sikat gigi yang kurang tepat tentu saja bisa membuat gigi anak rusak. Oleh karena itu, ajari anak cara sikat gigi yang benar sejak dini. Anda bisa mengajari teknik menyikat gigi yang benar menggunakan cara di bawah ini:

  • Langkah pertama adalah memilih sikat gigi dengan bulu lembut dan ukuran yang cocok untuk mulut anak.
  • Ajari anak untuk memegang sikat membentuk sudut 45 derajat dari garis gusi. Posisi ini membuat sikat tidak menempel penuh ke permukaan gigi.
  • Gerakkan sikat gigi dengan gerakan memutar kecil, bukan maju mundur agar tidak menyakiti gusi dan merusak enamel gigi.
  • Sikat bagian depan, belakang, dan permukaan pengunyah gigi. Jangan lupa sikat lidah untuk menghilangkan kuman menggunakan alat pembersih lidah atau bagian punggung sikat gigi.
  • Pastikan anak menyikat gigi selama minimal 2 menit agar semua bagian gigi terjangkau.

Itulah 8 penyebab gigi anak rusak dan cara yang efektif mengatasinya. Kesehatan gigi anak memang sangat bergantung kepada orang tua. Selain menumbuhkan kebiasaan baik, orang tua juga perlu memeriksakan gigi anak secara rutin tiap 6 bulan sekali.

Tujuan dari pemeriksaan secara berkala adalah untuk deteksi masalah sejak sedini mungkin. Anda bisa memeriksakan gigi ke Zahara Dental Care. Karena di sini, anak Anda akan ditangani oleh dokter gigi Palembang yang profesional dan berpengalaman.

Telah di verifikasi oleh 

drg. Siti Nita Zahara

Whatsapp