Cabut gigi merupakan tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah gigi yang sudah tidak bisa ditangani dengan perawatan lain. Lantas, bolehkah cabut gigi saat haid?
Mungkin pertanyaan tersebut terdengar agak aneh dan kuno. Padahal cabut gigi memang merupakan salah satu tindakan yang harus benar-benar memperhatikan kondisi pasien karena tindakan ini bisa meningkatkan sejumlah risiko komplikasi.
Namun memang benar jika tindakan cabut gigi saat haid tidak diperbolehkan, lalu kapan waktu yang paling tepat untuk cabut gigi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel di bawah ini.
Bolehkah Cabut Gigi saat Haid?

Saat wanita sedang menstruasi, ternyata kondisi ini bisa memicu munculnya beberapa masalah pada mulut seperti gusi bengkak, nyeri pada saluran akar gigi, sariawan, atau kondisi kesehatan lainnya. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda tidak disarankan cabut gigi saat haid.
1. Perubahan Hormon Meningkatkan Sensitivitas
Menstruasi bisa memperburuk kondisi gusi seorang wanita karena berkaitan dengan naik turunnya hormon tertentu. Jaringan pada gusi manusia juga memiliki banyak sekali reseptor estrogen yang mampu merespon fluktuasi perubahan hormon.
Oleh karena itu, tak heran jika tidak sedikit wanita yang mengalami peradangan atau gusi bengkak menjelang dan selama menstruasi karena perubahan fluktuasi hormon progesteron dan hormon estrogen.
Meningkatnya hormon progesteron sebelum dan saat menstruasi akan membuat seseorang menjadi lebih sensitif. Terkadang kondisi ini bisa membuat gusi menjadi bengkak. Padahal gusi yang bengkak akan menyulitkan dokter untuk menghitung kedalaman kantong gigi Anda. Kantong gigi yang dalamnya di atas 3 mm biasanya mengindikasikan bahwa ada penyakit pada gusi.
Selain gusi bengkak, perubahan hormon ketika menstruasi bisa berakibat pada timbulnya peradangan lain seperti nyeri, munculnya kemerahan, kelenjar ludah membengkak, sampai gusi berdarah.
Hal ini akan membuat proses pembersihan gigi menjelang atau sesudah proses cabut gigi akan terasa lebih menyakitkan. Jadi pertimbangkan matang-matang ketika Anda ingin cabut gigi saat haid, mengingat risiko yang akan dihadapi.
2. Terjadi Pendarahan Hebat
Wanita dengan kondisi penyakit bawaan seperti penyakit von willebrand akan mengalami pendarahan hebat apabila melakukan cabut gigi saat haid. Von willebrand merupakan kelainan genetik yang membuat penderitanya mengalami pendarahan berat saat menstruasi, pendarahan berat pasca operasi gigi, atau pendarahan saat menggosok gigi.
Oleh sebab itu, apabila Anda memiliki penyakit von willebrand sangat tidak disarankan untuk melakukan cabut gigi ketika sedang menstruasi. Karena akibatnya bisa terjadi pendarahan hebat. Pastikan Anda telah menyampaikan kepada dokter yang melakukan perawatan pada gigi supaya bisa mengambil langkah terbaik.
3. Proses Pemulihan Menjadi Lebih Lama
Cabut gigi saat haid bisa membuat proses pemulihan pasca tindakan menjadi jauh lebih lama. Oleh karena itu, biasanya dokter akan menyarankan cabut gigi setelah masa haid berakhir atau di ujung periode haid Anda. Dokter akan mengambil tindakan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien saat ini.
Jadi pastikan Anda memberi informasi sedetail mungkin mengenai kondisi terkini pada dokter yang menangani supaya informasi yang disampaikan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk proses cabut gigi.
Apabila kondisi pasien semakin memburuk, biasanya dokter akan menunda tindakan sampai kondisinya benar-benar siap untuk menjalani tindakan. Dokter akan merencanakan perawatan terbaik supaya Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai dan tidak muncul masalah di kemudian hari akibat cabut gigi saat haid.
4. Meningkatnya Risiko Osteitis Alveolar
Selain membuat pemulihan menjadi lebih lama, cabut gigi saat haid juga bisa meningkatkan risiko osteitis alveolar. Kondisi ini merupakan komplikasi yang mungkin saja timbul setelah gigi permanen selesai dicabut.
Setelah pencabutan, tubuh tidak bisa membentuk gumpalan darah di lokasi pencabutan sehingga saraf gigi dan tulang gigi menjadi terekspos. Hal tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri yang hebat.
Jadi sebaiknya sampaikan pada dokter gigi yang menangani anda terkait dengan jadwal menstruasi sebelum memutuskan untuk cabut gigi. Apabila volume darah menstruasi menjadi jauh lebih banyak dari biasanya atau gusi mengalami pendarahan secara berlebih, segera konsultasikan kepada dokter.
Kapan Waktu Terbaik untuk Cabut Gigi?

Karena cabut gigi saat haid tidak direkomendasikan, Anda bisa menunggu sampai masa haid selesai dan benar-benar sudah tidak ada darah yang keluar. Ini bisa dua atau tiga hari setelah periode haid. Sedangkan untuk Anda yang ingin melakukan scaling gigi secara rutin, buatlah jadwal dengan dokter seminggu setelah masa menstruasi selesai.
Setelah menstruasi benar-benar selesai, sebaiknya Anda tidak menunda-nunda untuk mencabut gigi karena perubahan hormon akan segera terjadi lagi sebagai persiapan untuk masa ovulasi berikutnya. Perubahan hormon secara signifikan biasanya terjadi sekitar hari ke-11 sampai hari ke-21 untuk siklus haid 28 hari.
Perubahan hormon yang terjadi saat masa ovulasi memiliki dampak yang hampir sama ketika menjelang atau saat menstruasi, sehingga hal itu bisa membuat peradangan pada gusi. Akibatnya proses tindakan medis pada gigi dapat menimbulkan rasa yang tidak terlalu nyaman.
Tips Menjaga Kesehatan Gigi saat Menstruasi

Supaya Anda tidak perlu melakukan cabut gigi saat haid karena risikonya cukup merepotkan, lebih baik jagalah kesehatan gigi dan rongga mulut menggunakan langkah-langkah berikut ini.
1. Menggosok Gigi Secara Teratur
Sebenarnya kebiasaan ini tidak hanya dilakukan saat menstruasi saja, akan tetapi harus menjadi rutinitas sehari-hari. Anda harus menggosok gigi secara teratur minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Pastikan juga Anda memilih sikat gigi dengan bulu halus dan lembut agar tidak melukai gusi.
2. Melakukan Flossing
Membersihkan gigi menggunakan benang atau flossing bisa mengoptimalkan pembersihan kotoran yang menempel di gigi. Selain membuang sisa-sisa makanan yang menempel di gigi, flossing juga menjadi langkah terbaik untuk mengurangi risiko menumpuknya plak pada gigi.
Meskipun demikian, tetap pastikan Anda melakukannya secara hati-hati ya karena flossing bisa membuat gusi berdarah apabila dilakukan dengan kasar.
3. Menghindari Makanan Pemicu Sakit Gigi
Karena Anda perlu menunda cabut gigi saat haid, maka untuk meredakan rasa sakit atau nyeri akibat kondisi gigi yang sudah tidak bagus lagi sebaiknya minimalisir sesuatu yang bisa memicu munculnya sakit pada area gigi dan mulut.
Beberapa makanan dengan tekstur keras dan suhu yang terlalu ekstrim biasanya membuat rasa nyeri atau linu pada gigi. Oleh karena itu, hindarilah makanan-makanan yang bisa membuat kondisi gigi Anda menjadi semakin buruk.
Merawat dan Menjaga Kesehatan Gigi di Zahara Dental Care
Agar kondisi kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga, Anda harus melakukan perawatan gigi secara rutin di tempat resmi. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan penanganan dari tenaga profesional yang memang ahli di bidangnya.
Pentingnya menggunakan tenaga profesional untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut berguna untuk menghindarkan Anda dari penanganan yang tidak semestinya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Zahara Dental Care merupakan klinik gigi Palembang yang didukung oleh dokter gigi yang sudah profesional. Anda bisa melakukan berbagai perawatan gigi seperti veneer gigi, scaling gigi, pencabutan gigi bungsu, pemasangan kawat gigi, dan perawatan lain dengan harga terjangkau.
Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi secara online, Anda bisa menghubungi kami melalui chat wa pada tombol di bawah.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


