Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya masyarakat sudah merasakan manfaat siwak untuk gigi sejak dahulu kala. Bahkan membersihkan gigi dengan kayu siwak, menjadi salah satu sunnah Rasulullah dalam menjaga kebersihan gigi. Menurut tanyapepsodent.com, siwak berasal dari ranting atau batang pohon arak (Salvador persica).
Pohon semak belukar ini bisa dengan mudah dijumpai di wilayah Timur Tengah. Tak heran masyarakat Timur Tengah dan Afrika sudah familiar dengan tradisi bersiwak. Selain pohon arak, beberapa pohon juga dapat menjadi alternatif siwak. Misalnya saja seperti pohon zaitun, palem, dan kenari.
Pohon-pohon tersebut diyakini memiliki khasiat seperti pohon arak. Namun, ada juga pohon yang tidak boleh digunakan sebagai siwak. Misalnya seperti pohon delima, bambu, raihaan, myrtle, dan chambelle. Hal ini disebabkan adanya risiko kandungan racun pada pohon-pohon tersebut.

Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi
Kayu siwak memiliki banyak khasiat berdasarkan sifatnya. Dilansir dari halodoc.com, sifat-sifat kayu siwak meliputi antibakteri, antijamur, anti plak, anticariogenic, dan antivirus. Selain itu, siwak juga memiliki beberapa efek yang baik bagi kesehatan gigi dan mulut. Efek tersebut meliputi anti inflamasi/peradangan, antioksidan, dan analgesik.
Begitu banyak sifat dan efek kayu siwak yang baik bagi kesehatan gigi dan mulut. Maka bahan alami ini sangat cocok digunakan setiap hari. Sekarang, mari kita simak beberapa manfaat siwak untuk gigi.
1. Mengatasi Gigi Berlubang dan Kerusakan Gigi
Dari halodoc.com, manfaat bersiwak adalah mengatasi gigi berlubang. Masalah gigi berlubang biasanya timbul dari sisa-sisa makanan yang menempel di gigi. Kemudian, sisa-sisa makanan tersebut mengerak menjadi karang gigi dan plak. Jika tidak segera diatasi, kedua hal tersebut dapat menimbulkan gigi berlubang. Efeknya, gigi akan menjadi mudah rusak dan rapuh.
Salah satu efek yang dimiliki kayu siwak adalah antibakteri. Efek inilah yang akan membantu menjaga kebersihan gigi. Jika diterapkan secara rutin, siwak dapat membantu menjaga kebersihan gigi. Dengan gigi yang bersih, karang gigi dan plak akan teratasi. Sehingga risiko gigi berlubang, gigi rapuh, dan gigi yang rusak dapat dikurangi.
Selain itu, dari tanyapepsodent.com, siwak memiliki semacam essential oil. Essential oil dalam siwak akan muncul setelah dikunyah. Dengan mengunyah kayu siwak, produksi air liur akan meningkat.
Air liur akan membantu menjaga keseimbangan pH di dalam rongga mulut. Dengan keadaan pH yang seimbang, pertumbuhan bakteri dapat ditekan. Sehingga risiko gigi berlubang akan berkurang.

2. Menimbulkan Nafas yang Segar dan Mencegah Bau Mulut
Manfaat siwak untuk gigi selanjutnya adalah mencegah bau mulut. Antibakterial pada siwak, selain mengurangi risiko gigi berlubang, juga mempunyai khasiat lain. Dengan rutin bersiwak, gigi akan semakin kuat.
Lebih dari itu, antibakterial pada siwak mampu mencegah pertumbuhan kuman yang menjadi penyebab bau mulut. Maka, rutin bersiwak dapat membuat nafas menjadi segar.

3. Melindungi dan Memperkuat Gusi
Manfaat siwak untuk kesehatan gigi dan mulut selanjutnya adalah memperkuat dan melindungi bagian gusi. Gusi merupakan jaringan lunak di sekeliling gigi. Gusi memiliki fungsi menjaga gigi dalam kondisi terbaiknya. Kesehatan gusi mempengaruhi kesehatan gigi.
Jika gusi mengalami masalah seperti infeksi atau peradangan, kesehatan gigi akan terancam. Demikian pula jika terjadi penumpukan plak pada gusi. Gigi akan terpengaruh juga.
Plak atau sisa-sisa makanan yang menyelip di sela gigi dan gusi, lambat laun akan menjadi karang gigi. Semakin banyak dan tebal karang gigi, semakin terancam pula kesehatan gigi dan gusi. Plak dan karang gigi menjadi akar dari permasalahan gigi dan mulut, termasuk radang gusi/gingivitis.
Selain gingivitis, periodontitis menjadi salah satu ancaman bagi kesehatan gigi. Mayoclinic.org menyebutkan periodontitis sebagai infeksi gusi yang serius. Lebih lanjutnya, periodontitis dapat merusak struktur tulang yang menyusun deretan gigi. Masalah ini akan menjadi serius jika tidak segera ditangani.
Kandungan antibakteri pada kayu siwak dapat menghambat produksi dan pertumbuhan bakteri. Dengan berkurangnya produksi bakteri di sela gigi dan gusi, plak dan karang gigi dapat berkurang. Begitu pula dengan risiko gingivitis dan periodontitis. Kedua masalah gusi tersebut dapat diatasi dengan bersiwak.

Cara Pakai Siwak untuk Membersihkan Gigi Setiap Hari
Tidak hanya digunakan secara langsung, kayu siwak juga sering diambil kandungannya. Kemudian, kandungan siwak tersebut diolah menjadi bahan pasta gigi dan obat kumur. Sehingga merasakan manfaat kayu siwak menjadi lebih praktis. Namun, jika ingin menggunakan kayu siwak secara alami juga bisa. Ikuti langkah-langkah berikut!
- Potong lalu kupas salah satu ujung kayu siwak. Biasanya sekitar 1-2 cm
- Kunyah terus ujung batang siwak tersebut sampai lunak. Kemudian batang akan terbuka dan membentuk bulu di bagian tengah. Bisa juga dengan membasahi siwak dengan air. Hal ini bertujuan untuk membuat batang siwak lunak. Sehingga bisa digunakan untuk menyikat gigi.
- Setelah deretan bulu terbentuk di kayu siwak, sikatkanlah ke gigi. Gunakan seperti sikat gigi.
- Jangan tambahkan pasta gigi apapun.
- Jika deretan bulu sudah habis, potong dan buang sisa bulunya. Kemudian, ulangi langkah 1 hingga seterusnya.
Bagi umat Islam, bersiwak menjadi sunnah Rasulullah SAW. Ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa memakai siwak menjadi bagian dari kegiatan berwudhu. Setidaknya, berwudhu dilakukan 5 kali dalam sehari. Jika benar-benar dilakukan, maka masalah gigi dan mulut bisa dihindari. Selain itu, nafas akan lebih segar untuk melakukan ibadah shalat.
Cara Menyimpan Siwak Setelah Dipakai
Jika sudah selesai membersihkan gigi dengan siwak, maka penyimpanannya harus baik. Tujuannya adalah menjaga kebersihan batang siwak. Dengan batang siwak yang bersih, kebersihan gigi dan mulut akan terjaga.
Sebelum disimpan, sebaiknya kayu siwak dibilas dan dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian, keringkan kembali kayu siwak. Jangan sampai menyimpan siwak dalam keadaan basah.
Tempat Terbaik untuk Menyimpan Siwak
Simpanlah kayu siwak di tempat yang bersih. Pastikan tempat penyimpanan siwak adalah tempat yang terbuka. Jangan simpan di tempat tertutup seperti wadah atau tas. Menyimpan kayu siwak di tempat yang tertutup akan membuatnya lembab. Jika sudah lembab, maka rawan tumbuh jamur. Selain itu, sebaiknya jauhkan siwak dari sumber air seperti toilet dan wastafel. Gunanya untuk mengurangi risiko perpindahan bakteri dari cipratan air.

Penggunaan Siwak di Masa Modern
Siwak memiliki banyak fungsi yang terbukti secara ilmiah. Tak heran siwak menjadi salah satu kandungan dalam produk perawatan gigi di era modern. Baik dalam bentuk pasta gigi maupun obat cuci mulut.
Apalagi jika sudah dikombinasikan dengan daun mint. Fungsi siwak akan semakin optimal. Terutama dalam mengatasi masalah bau mulut. Produk perawatan gigi berbahan siwak dan mint akan membantu menyegarkan nafas.
Meskipun banyak fungsi dan khasiatnya, penggunaan siwak hanya bersifat preventif atau pencegahan. Artinya, jika masalah gigi dan mulut sudah serius, segera konsultasi dengan dokter gigi. Dengan demikian, masalah gigi dan mulut dapat segera tertangani dengan baik dan tepat.
Zahara Dental Care adalah tempat yang tepat untuk masalah gigi anda. Dapatkan pelayanan ramah, solusi terbaik dengan harga bersahabat di Zahara Dental Care.
Telah diverifikasi,
drg. Siti Nita Zahara


